Bab 37 Ancaman Dari Adik

"Carlto, kenapa kamu tidak bicara? Tidak senang melihatku?" Dia berkata sambil mengerucutkan bbir: "Begitu lama tidak melihatku, kamu bahkan tidak merindukanmu. Aku memutuskan untuk tidak menyukaimu lagi di kemudian hari, aku akan meninggalkanmu."

Setelah mengatakan itu, dia tertawa bahagia: "Carlton, jika bahkan aku sudah tidak menyukaimu, bagaimana menurutmu? Diperkirakan seumur hidup kamu pasti akan membujang, karena tidak ada wanita yang mau menghadapimu yang dingin seperti es batu yang dingin."

Setelah selesai berbicara, dia mendengus, mengungkapkan simpati mendalamnya untuknya.

Carlson mengambil langkah mantap, menggendongnya ke lift, masih mengabaikannya.

Wanita itu terus berkata: "Kamu sudah 28 tahun, mengapa kamu tidak mencari pacar untuk megurusmu? Apa kamu ingin memutuskan garis keturunan keluarga? Atau kamu benar-benar ingin mendengarkan kata-kata kakek untuk menikahiku?"

"Diam!" Carlson menucapkan sepatah kata dari bibirnya, benar-benar ingin melemparkan dia yang sedang mabuk ini di jalan untuk menemani para gelandangan di luar sana.

Meskipun Carlson sangat kesal padanya, tapi kekuatan yang sedang menggendongnya itu sangat lembut, dia juga menarik jaketnya untuk menutupinya untuk mencegah dirinya terkena angin malam.

"Carlton, lepaskan aku, aku bisa berjalan sendiri." Keluar dari Meise, gadis itu memberontak di dalam pelukan Carlson, ingin keluar dari gendongannya.

Carlson menunduk menatapnya sekilas, memperingatkan: "Coba saja jika bergerak lagi."

Gadis itu mengabaikan peringatannya, mendongak dari dalam pelukannya, mengerucutkan bibir merah mudanya: "Sini, cium dulu."

Carlson mengerutkan keningnya, melepas tangannya ingin melemparkannya.Wanita itu dengan cepat mengulurkan tangan merangkul lehernya: "Carlton jika kamu tidak menciumku, aku akan pergi mencari pria lain untuk menciumku. Aku juga akan melakukan hubungan antar pria dan wanita, kamu lihat saja."

Carlson mengerutkan keningnya dan menggertakkan giginya.

Wanita itu terus memprovokasi: "Kali ini kamu bisa membawaku pulang, jika kamu memiliki kemampuan kamu bisa mengikatku, jika tidak aku akan selalu menemukan kesempatan untuk menyelinap keluar. Saat itu apa yang akan terjadi padaku, aku juga tidak tahu."

Selama berbicara, mata indah wanita cantik itu melirik ke arah kiri, melihat sosok yang membawa kamera di kejauhan, bibirnya tersenyum, menunjukkan senyum licik.

Kekuatan Carlson yang menggendongnya sedikit bertambah kencang, matanya mencoba menahan sabar, jika dia tidak khawatir bahwa kondisi tubuh ibunya tidak bisa menerima stimulasi, dia pasti akan mengirim gadis ini kembali ke Amerika.

Dan juga dia tahu dengan jelas bahwa gadis yang tidak takut pada apapu ini, benarbenar dapat melakukan apa yang diucapkannya.

Dia tidak mungkin bisa selalu menjaga di sampingnya, jika saat Carlson tidak ada dan dia benar-benar...

"Kamu tidak mau menciumku kan?" Wanita itu menjeratnya, saat Carlson tidak memperhatikan kemudian dia mendongakkan kepalanya dan mencium wajahnya, kemudian dia melirik ke sisi kiri dan melihat gerakan tangan OK di sana, lalu dia merasa lega.

Dia tahu, setelah melalui campur tangan orang yang dia sewa, topik berita besok pagi adalah aktris pendatang baru yang terkenal, Polaris sedang bersama dengan pria bla bla bla, betapa buruknya itu didengar maka itu yang tertulis.

Dia hanya ingin membuat gosip, ingin melihat bagaimana reaksi orang ini?

Tujuan melakukan drama hari ini tercapai, gadis itu akhirnya jauh lebih tenang, dia tertidur dengan pulas di pelukan Carlson.

Memasukkan gadis itu ke dalam mobil, Carlson segera naik mobil dan duduk di sebelahnya.Dia baru duduk dan gadis itu segera meringkuk masuk ke dalam pelukannya, mencari postur yang nyaman di dalam pelukannya, bersandar padanya seperti saat masih kecil.

Melihat wajah kecilnya yang dirias seperti kucing kecil, Carlson diam-diam menghela nafas dan pandangan yang menatapnya melembut: "Benar-benar gadis kecil yang membuat orang khawatir."

Gunawan, supirnya diam-diam melirik ke kaca spion, berpikir bahwa hanya Nona muda lah yang bisa membuat Tuan mudanya ini yang biasanya melakukan sesuatu tanpa cela bisa merasa tak berdaya.

Supir itu bertanya: "Tuan muda, ke mana kita akan pergi?"

Carlson berkata: "Kembali ke Northfork Estate."

Pusat kediaman keluarganya tidak ada di Kota Pasirbumi, dan juga tidak ada tempat tinggal tetap di Kota Pasirbumi.

Rumah tempat Carlson dan Ariella tinggal sekarang dibeli sebelum dia datang ke Kota Pasirbumi dan digunakan untuk tinggal sementara waktu.

Northfork Estate adalah area villa elit yang dikembangkan oleh Aces Real Estate di Kota Pasirbumi, terletak di daerah pantai Kota Pasirbumi dan dibangun di tepi laut.

Karena alamatnya berada di lokasi utama dan lingkungannya yang indah, ketika pembangunan dimulai, harga vila-vila di sini sudah sangat tinggi, tetapi masih banyak orang yang ingin membelinya.

Tetapi jika kamu ingin membelinya, kamu mungkin belum tentu dapat membelinya, proyek-proyek yang dikembangkan oleh Aces tidak kekurangan pembeli, tetapi merekalah yang memilih pembeli. Jika kamu punya uang, kamu belum tentu bisa membelinya, kamu juga harus memiliki latar belakang keluarga yang baik.

Salah satu villa paling misterius di Northfork Estate adalah Villa yang bernama Moonriver. Alasan mengapa Moonriver begitu misterius adalah karena vila itu dirancang oleh Carlson.

Moonriver mulai direnovasi satu setengah tahun yang lalu, butuh hampir setahun untuk menyelesaikan renovasi dan sekarang sudah bisa ditempati.

Carlson awalnya berencana untuk membawa Ariella untuk pindah dan tinggal bersamanya dalam beberapa hari ini, tapi tidak disangka yang dibawanya sekarang adalah gadis kecil pembuat masalah yang ada dalam pelukannya.

Setelah tiba di villa di Northfork Estate, beberapa pelayan tersenyum dan menyapa mereka: "Tuan Muda, Nona ..."

"Pergi dan siapkan pakaian bersih. Bersihkan dan persiapkan kamarnya." Carlson memerintah, menggendong wanita di pelukannya dan berjalan ke arah kolam renang indoor.

Dia berdiri di tepi kolam, melepaskan kedua tangannya, melemparkan gadis itu ke dalam kolam.

Byurr!

"Tolong! Tolong!" Gadis yang sedang tertidur nyenyak itu berteriak meminta tolong, setelah beberapa saat berada di kolam dangkal dan berdiri.

Dia mendongak dan berteriak dengan marah: "Apa kamu ingin membunuhku?"

Carlson duduk di kursi santai dan dengan anggun menyilangkan kakinnya: "Lihat penampilanmu. Membuat dirimu tampak seperti bukan manusia dan juga bukan hantu, hanya ingin membuat masalah sepanjang hari?"

Wanita itu mengabaikannya, memegang pegangan tangga untuk naik ke atas.

Carlson dengan tegas berkata: "Berdiri diam. Siapa yang menyuruhmu naik?"

Gadis itu mengerucutkan bibirnya, ekspresinya sudah hampir menangis: "Aku sudah berusia 18 tahun. Atas dasar apa kamu masih mengekakngku?"

Carlson menatapnya dari atas ke bawah: "Kamu sudah berusia 18 tahun? Apa dengan begitu kamu sudah dewasa? Jadi bisa memakai pakaian seperti itu dan kelayapan di luar?"

Meskipun wanita itu tidak senang, tapi dia tidak pernah berani memanjat naik ke atas, hanya bisa dengan patuh mundur dan berdiri di kolam: "Aku kedinginan."

"Berpakaian seperti itu masih tahu kedinginan?""Kakak --"

"Kamu masih tahu bahwa aku adalah kakakmu? Kupikir kamu lupa nama keluargamu." Menyebut adiknya ini, Carlson benar-benar sangat pusing.

"Kak--" Wanita itu mengangkat tangannya dan menggosok matanya, mulutnya mengerucut, air matanya mengalir keluar dengan deras, "Aku benar-benar kedinginan."

Carlson berkata dengan hati yang keras: "Kamu beritahu aku dulu, apa kamu tahu bahwa kamu salah?"

Gadis itu menundukkan kepalanya, menggigit bibirnya dan menolak untuk mengakui kesalahannya.

Carlson mengangkat alisnya, berkata dengan tegas: "Apa kamu sudah lupa etiket yang kamu pelajari sejak kecil? Tidak menjawab ketika orang lain sedang berbicara denganmu?"