Bab 60 Pertama Kali Berterima Kasih

Reyhan pun terkejut dengan perbuatan Kenzie. Pipinya terasa sakit dan panas. Dia menyentuhnya dengan satu tangan, darah merah yang segar! Kenzie, tidak disangka berani melukai wajahnya!

Matanya yang gelap berubah menjadi lebih gelap dari malam. Amarah yang melonjak membuat matanya memerah. Sementara Kenzie, yang tidak tahu dengan kondisinya sekarang ini, masih saja sembarangan menendangnya!

Reyhan merasa dirinya sudah sampai di batas kesabarannya. Tidak bisa ditahan lagi! Alisnya yang tebal mengerut, melirik gadis kecil yang sedang menggeliat di pelukannya.

Pipinya yang merah padam, rambut panjangnya yang indah telah basah oleh keringat, wajahnya berantakan, bibirnya kelabu, mata tanpa semangat. Terlalu rendahan! Tidak ada keindahan sama sekali!

Tetapi, Reyhan menyadari, perlakuannya terhadap Kenzie terlalu kejam! Apabila ada wanita lain yang berani memperlakukannya seperti ini, Agus akan membereskannya! Namun Dia tidak bisa bertindak sedingin itu kepada Kenzie.

Dia sangat imut, nakal, bahkan seliar sekarang pun, Reyhan menyukainya.

Menerima nasib sambil menghela nafas, Reyhan menghentikan tendangan liar dari Kenzie, dengan suara lembut berkata: "Sudahlah, menurut, jangan bergerak sembarangan! Aku tahu kamu merasa tidak nyaman, setelah dicek dokter maka akan lebih baik. Kalau kamu tidak menurut seperti ini, menolak untuk pergi ke rumah sakit, bayi kecil dalam perutmu akan mati lho!"

Agus terkejut dan membelalakkan matanya! Ini hal yang tidak mungkin terjadi! Meskipun wajahnya tergores, Reyhan tidak marah, malahan masih sabar menenangkan pembuat onar ini! Ajaib! Dunia ini sudah gila!

Mendengar Reyhan menyebut bayi itu, hati Kenzie mulai sakit. Dia mendongakkan wajah yang merah memanas, lalu memohon kepada Reyhan: "Reyhan, jangan ambil bayiku ya? Aku sangat menyayangi Dia, Aku akan menjadi ibu yang baik. Ibuku meninggal ketika Aku masih kecil. Aku sangat merindukan Ibuku. Reyhan, jangan ambil bayiku, Aku ingin menjadi seorang Ibu. Kumohon…"

Air mata Kenzie mulai mengalir setetes demi setetes, hatinya rapuh dan tak berdaya.

Hati Reyhan tiba-tiba melembut bagai genangan di mata air, sakit rasanya. Ibunya juga meninggalkannya ketika Dia masih sangat kecil. Bahkan, menggunakan cara yang paling kejam.

Dia pun memeluk Kenzie erat-erat, menempelkan pipinya ke wajahnya yang panas. Suara Reyhan sangat lembut, seolah-olah gadis di depannya ini adalah orang yang paling berharga untuknya.

"Bodoh, bagaimana mungkin aku mengambil bayimu? Dia aman di perutmu, tidak ada yang berani mengganggunya! Setelah tujuh bulan, Kamu akan punya bayi yang cantik! Kamu benar, Kamu akan menjadi ibu yang baik… Jangan khawatir, ada Aku di sampingmu, tidak ada yang perlu ditakutkan…"

Setelah yakin bahwa bayinya tidak akan bermasalah, Kenzie merasa tidak ada tenaga yang tersisa di tubuhnya. Perjuangan barusan telah menghabiskan seluruh tenaganya.

Reyhan itu seorang bajingan bukan? Namun tidak tahu mengapa, Dia merasa bahwa Dia bisa mempercayai janji Reyhan. Reyhan berkata bahwa akan melindunginya dan bayinya, maka pasti Dia akan melakukannya.

Wajahnya menengadah ke arah Reyhan, melepaskan senyum lebar. Tangan kecil Kenzie menggenggam erat kemeja di dada Reyhan, dengan rasa ketergantungan dan terima kasih, berkata dengan suara rendah: "Reyhan, kamu sangat baik. Terima kasih!"

Hatinya bergetar setelah mendengar suara Kenzie. Ini adalah pertama kalinya Kenzie mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kenzie, akhirnya menerimanya?

Melihat Kenzie yang tertidur di lengannya, Reyhan menundukkan kepalanya, lalu memberikan ciuman manja di keningnya.