Bab 59 Melukai Wajahnya

Syukurlah, akhirnya ambulans datang juga!

Agus basah kuyup sembari mengajak dokter pertolongan pertama datang. Dia tidak pernah melihat Reyhan segugup ini. Ketakutannya bagai mengintimidasi orang-orang sekelilingnya. Mereka memanggil mobil polisi untuk membuka jalan, akhirnya memutari jalanan yang macet.

Melihat wajah Reyhan yang suram, Agus sampai tidak berani bernafas. Dengan cepat Dia mengarahkan dokter untuk mengangkat Kenzie ke ambulans.

Dua dokter berjalan ke jendela, mengambil stetoskop dan mendengarkan detak jantung Kenzie, lalu mengecek kelopak mata Kenzie dengan tangannya. Dia berkata kepada Reyhan dengan santai: "Ini hanya demam biasa. Setelah diinfus akan membaik."

Sungguh, itu hanya demam dan flu biasa. Sampai membuat keributan seperti ini, menakuti mereka yang menyetir menerobos hujan badai di tengah malam, kehujanan. Dokter mengeluh dalam hatinya, lalu bersiap untuk mengangkat Kenzie.

"Berhenti!" seru Reyhan berjalan ke tempat tidar dan menghentikan lengan dokter dengan tubuhnya. "Jangan sentuh Dia, biar Aku saja!" ujar Reyhan dengan dingin.

"Tidak apa-apa, ini hanyalah demam biasa. Tidak perlu takut seperti ini." Dokter salah mengerti maksud Reyhan, seakan tidak setuju dengan sikapnya yang berlebihan.

Alis Reyhan langsung mengerut, lalu menarik kerah baju dokter dan berkata dengan suara rendah sambil menahan amarah: "Tidak apa-apa? Demam hingga 39 derajat masih bilang tidak apa-apa?! Kalau terjadi sesuatu terhadapnya, Aku akan membuatmu mati dengan tragis!"

Dokter pernah mendengar kekuatan dari Group Realtech. Mendengar Reyhan berkata demikian, keringat dingin pun keluar membasahi tubuhnya, lalu berjanji sambil mengangguk: "Baik, baik, Kami akan menyembuhkan Nona ini. Harap Presiden tenang."

Sambil menjawab, Dokter sambil memandang Kenzie. Sosok yang seperti gadis pada umumnya, hanya sekadar seorang gadis lembut dan cantik. Mengapa bisa membuat Presiden Reyhan yang terkenal menjadi seperti ini? Cita rasa orang kaya memang benar-benar aneh.

Mungkin pertekaran dua orang tadi telah membangunkan Kenzie. Dia membuka matanya yang berkabut, melihat sekelompok orang mengitarinya di sekeliling tempat tidur. Jubah putih, Dia mengenali jubah putih, dokter! Bagaimana mungkin ada dokter datang ke rumah? Apakah Reyhan berniat untuk diam-diam mengeluarkan anak di perutnya?

Demamnya seakan membakar pikirannya yang bingung. Melupakan dirinya sedang demam, hanya berpikir bahwa Dia harus melindungi janin di dalam perutnya!

Reyhan mengulurkan tangannya dan mengangkat Kenzie dari tempat tidur: "Kenzie, kita pergi ke dokter. Kamu tahan sebentar ya."

"Tidak, tidak. Aku tidak pergi ke rumah sakit, tidak mau! Ini adalah anakku, tidak ada yang boleh menyentuhnya!" Demam membuat Kenzie sedikit tidak sadarkan diri, tetapi kekuatannya meledak saat ini. Dia berjuang mati-matian di pelukan Reyhan.

Reyhan tidak berani mengeluarkan tenaga, takut melukainya, hanya bisa menenangkannya: "Kamu sakit, harus pergi ke rumah sakit untuk diperiksa. Setelah Kamu sembuh, Aku akan membawamu bermain ke luar negri, oke? Menurut ya."

Kenzie tidak mendengar jelas perkataan Reyhan. Dia terus menggeliat. Kekuatan seorang ibu membuatnya liar bagaikan serigala. Reyhan merasa tidak tahan lagi, hanya bisa segera membawanya ke ambulans.

Kenzie melihat ambulans yang terparkir di halaman, semakin yakin bahwa Reyhan ingin membawanya ke rumah sakit untuk mengeluarkan janin di perutnya. Dia pun menggunakan semua kekuatannya, meregangkan kukunya, lalu mencakar wajah Reyhan dengan liar!

"Srettt…" Sepertinya terdengar suara kuku tajam yang menggaruk daging. Di wajah Reyhan bertambah satu bekas luka yang dalam!

Agus yang berada di sebelahnya kaget pucat, sampai-sampai perlengkapan untuk menginap di rumah sakit yang Dia pegang jatuh ke tanah! Matanya melolok besar, lebih besar dari lonceng kuningan, menatap Reyhan dan Kenzie.

Kenzie benar-benar habis kali ini! Siapakah Reyhan ini? Tak apalah Kenzie melawannya, tetapi menggoreskan luka di wajahnya? Reyhan sangat memperhatikan wajahnya, kalau begini, bagaimana Dia pergi dengan bekas luka di wajahnya? Kenzie, habislah kamu! Satu mayat dua nyawa! Agus sudah tidak tahan lagi!