Bab 54 Permainan Untuk Mempersulitnya

Dua hidangan panas dan satu sup disajikan di atas meja. Mata Reyhan terbelalak, sumpitnya pun tidak bergerak, alis tebalnya mengernyit: "Inikah makan siang yang Kau siapkan untukku? Bagaimana makannya?"

"Makan pakai sumpit! Dasar hantu pemilih!" Kenzie diam-diam mengerang dalam hatinya. Namun raut wajahnya masih menunjukkan rasa hormat: "Jika Kamu tidak puas, Aku akan membuat yang lain."

Mata Reyhan yang tajam menatap Kenzie dengan dalam: "Masakanmu encer dan tawar, apakah Kamu tidak puas denganku?"

"Tidak, tidak, hanya saja Aku tidak mempelajari resep baru dengan baik, waktunya pun sangat terburu-buru." Kenzie mengiyakan sambil meminta maaf. Sabar! Sabar! Dia memperingatkan diri sendiri dalam hatinya.

"Aku tidak punya nafsu makan. Kamu buat pangsit rebus saja. Sepanjang pagi belajar mengaduk adonan, seharusnya sudah menguasainya bukan?"

Di dapur yang besar, Kenzie mengaduk adonan sampai pergelangan tangannya pegal, menghabiskan banyak tenaga baru bisa membuat pangsit rebus dengan baik. Akhirnya pangsit rebus dihidangkan di meja, Reyhan hanya melihatnya malas, dicoba pun tidak: "Aku menunggu terlalu lama, sudah tidak tertarik pada pangsit rebus. Masak saja nasi goreng sekarang!"

Kenzie merasa sedih dan kesal, tetapi apa boleh buat, hanya bisa membereskan pangsit rebus dan membuatkan nasi goreng untuknya.

Mempersulit hidup Kenzie mungkin sudah menjadi sebuah kesenangan untuk Reyhan. Dia tidak lagi menggunakan kekerasan terhadapnya, tetapi tertarik untuk mengkritik ketrampilan memasaknya, mengkritik sikapnya, bahkan mengkritik pakaian yang dikenakannya, semuanya menjadi sumber senyum kejamnya.

Kenzie sekarang takut untuk masuk ke dapur. Reyhan sengaja mempersulitnya. Misalnya, pada siang hari Dia bilang ingin makan daging sapi untuk makan malam. Kenzie yang takut dikritik olehnya pun menyiapkan masakan daging goreng, daging rebus merah, sup daging. Malamnya, disaat masakan sudah hampir selesai, Reyhan berkata dengan tidak tertarik: "Malam ini tidak jadi makan daging sapi, ganti jadi daging kambing ya!"

Kenzie hanya bisa membuat masakan baru. Dengan begini, tentu saja jam makan malam jadi tertunda, lalu Reyhan berkata dengan santai: "Kamu semakin hari semakin bodoh ya, Aku sedang berpikir apakah mau memberikan uang untuk operasi Ayahmu."

Tak apa bila Reyhan mengatakan hal lain. Kenzie hanya takut ucapannya yang ini. Begitu mendengar Reyhan mengucapkan ini, otaknya yang keras kepala segera luluh, lalu berbisik bagaikan nyamuk: "Lain kali tidak akan begini lagi."

Reyhan mengerutkan alis. Tanpa melihat Kenzie, Dia meminum sup daging kambing sampai habis.

Sudah tiga bulan sejak kehamilannya, mulai nampak benjolan di perut Kenzie. Tetapi Dia kurus dan menggunakan baju yang longgar, sehingga tak terlihat bahwa Dia sedang hamil.

Bayinya pun sangat penurut. Nafsu makan Kenzie sekarang sangat besar, setiap hari merasa sangat mengantuk. Hidupnya dikacaukan oleh Reyhan, sangat tidak tahan lagi.

Tetapi permainan "mempersulit Kenzie" ini membuat Reyhan ketagihan. Sering tidak pergi ke kantor, secara khusus melihat Kenzie membersihkan rumah, dan sering memerintah beberapa hal yang aneh untuknya. Kenzie merasa lantai ruang tamu bisa di lap sampai sekilap berlian.

Satu kata santai dari Reyhan membuat Kenzie sibuk seharian. Malam harinya Kenzie yang sangat kelelahan langsung naik ke kasurnya, tidak ada hal lain yang dipikirkan selain tidur dan masuk ke mimpinya.

Dua hari kemudian, Reyhan menyuruh Kenzie untuk mengganti sprei dan selimut di kamar tidurnya. Jelas-jelas memiliki mesin cuci yang canggih, namun Reyhan menyuruh Kenzie untuk mencucinya dengan tangan.

Kenzie menyingsingkan lengan baju, dua tangan kecil yang sudah mulai kasar ini perlahan mencuci sprei dan selimut, mencucinya di bak mandi yang besar. Membungkuk di samping bak mandi untuk mencuci, memerasnya, sampai-sampai pakaiannya sendiri basah kuyup.