Bab 49 Bukan Akting Sembarangan

Reyhan merasa lega karena Dia akhirnya berhasil menarik perhatian Kenzie. Tampaknya, Kenzie bukannya tidak memiliki perasaan sedikit pun terhadapnya.

Reyhan terus bergerak, sengit dan liar, tetapi sepasang matanya tidak peduli dengan wanita di sampingnya, melainkan menatap Kenzie dengan tajam.

Sambil memegang kain lap di tangannya, mulut merah muda Kenzie perlahan terbuka, melihat dua orang tidak tahu malu di depannya. Dia sangat terkejut! Bagaimana mungkin ada orang yang tidak tahu malu seperti mereka!

Kenzie pun merasa malu, juga merasa marah. Wajahnya yang putih lembut perlahan memerah.

Tubuhnya perlahan bergerak mundur, Kenzie berusaha bergerak tanpa bersuara. Terlalu menjijikkan! Dia tidak bisa tahan dan tinggal di kamar ini lagi!

Melihat gerakan Kenzie, Reyhan pun berhenti, dan berkata dengan suara dingin, "Berhenti!"

Gerakannya terhenti, menyebabkan Hermosa berkata dengan tidak puas: "Reyhan, jangan berhenti! Reyhan..." Suaranya terseret panjang terdengar memohon.

Reyhan tersenyum jahat. Dia meningkatkan kekuatan gerakannya. Melihat tidak ada jalan keluar, Kenzie pun memberanikan diri untuk mengikuti permainan Reyhan!

Baiklah, Reyhan. Kamu tidak mau membiarkan Aku pergi ya? Anggap saja Aku sedang menonton film gratis! Dia pun menjatuhkan kain lap, melipat tangannya di dada, bersandar di meja, lalu menatap dingin ke dua orang yang sedang beraksi di atas sofa.

Hermosa tampaknya terlalu berlebihan. Kenzie pun tak bisa menahan senyuman mengingat satu kata sifat: "Raungan babi."

Mendengar suara tawa Kenzie, Reyhan merasa sangat kesal! Wanita ini, sejak awal memang tidak pernah peduli padanya. Bahkan jika Dia melakukan hal semacam ini di depannya, tidak akan menjengkelkannya! Reyhan perlahan membuka matanya yang sudah memerah!

Dia pun mendorong Hermosa, yang saat itu merasa puas bagai kucing, mengenakan pakaian tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu pergi ke kamar mandi.

Hermosa yang sudah sadar baru menyadari bahwa selama ini ada wanita yang berdiri melihatnya! Akhirnya Dia merasa malu dan segera berpakaian dengan tergesa-gesa, sambil memarahi Kenzie: "Tidak pergi juga Kau!"

Kenzie menundukkan kepala, menyembunyikan pandangan merendahkannya dan berjalan keluar. Tetapi pandangan menghina di matanya itu telah terlihat jelas oleh Hermosa.

Dipenuhi amarah, Hermosa berteriak: "Berhenti!" Kenzie pun berbalik, dan masih belum sadar, tiba-tiba wajahnya sudah menerima tamparan keras dari Hermosa.

"Dasar wanita murahan! Pandangan apa itu barusan!" seru Hermosa dengan penuh kebencian. Dia membenci Reyhan yang telah mempermalukannya, tetapi Dia tidak berani memarahi Reyhan, jadi Dia melampiaskan amarahnya terhadap Kenzie.

Kenzie meraba wajahnya yang bengkak dan menatap Hermosa dengan tidak percaya: "Wanita murahan? Siapa yang menurutmu wanita murahan?" Kenzie ingin tertawa. Orang yang baru saja melakukan adegan porno dengan Reyhan adalah Hermosa, bukanlah Kenzie? Beberapa tahun ini, semakin banyak wanita murahan yang tidak tahu diri!

Hermosa kembali melayangkan tamparan ke wajah Kenzie, tetapi berhasil ditangkap Kenzie sebelum mengenai wajahnya. Kenzie pernah berlatih taekwondo, sedangkan Hermosa yang tidak atletis tentu saja bukan tandingannya. Pergelangan tangannya berhasil dijepit tanpa ada perlawanan berarti dari Hermosa.

"Lepaskan! Dasar kamu wanita murahan! Cepat lepaskan!" Hermosa yang merasa tertekan, mulai berteriak keras, "Reyhan! Tolong Aku! Wanita murahan ini memukulku!"

Reyhan berjalan keluar dari kamar mandi dengan tubuh terbalut handuk. Melihat penyelamat itu datang, Hermosa mulai merengek: "Reyhan, kamu lihat, Dia menggangguku!"

Kenzie tercengang, akting wanita ini benar-benar luar biasa.

Reyhan yang melihat luka lebam di pipi Kenzie sedikit mengernyit, dan berkata dengan dingin: "Lepaskan!"

Kenzie kaget, ternyata Reyhan masih membela wanita ini. Apalah Kenzie? Bagaimanapun, Kenzie hanya mainan di tangannya. Apabila suatu hari Dia bosan, biaya operasi Ayah tidak akan bisa terbayar.

Dengan hati-hati melepaskan tangan, dan mendengar perintah Reyhan: "Cepat pijat tangan Nona Hermosa!"