Bab 48 Kekhawatiran Mendalam

Reyhan mencubit wajah Hermosa, lalu mencium bibir merah manjanya. Hermosa menyeringai: "Reyhan, jangan! Ada orang disini!"

Mendengar perkataan Hermosa, bukannya berhenti, gerakan Reyhan malah semakin menggila. Hermosa kesakitan mendesus.

Merasa tidak tahan lagi, Kenzie merasa hatinya sangat sakit, "Presiden, jika Anda tidak membutuhkan pelayanan lain, Saya turun dulu." ujar Kenzie dengan dingin, cemberut dan pandangan jijik.

Reyhan mendongak dari leher Hermosa. Sepasang mata tajam menyapu wajah Kenzie. Lalu dengan suara yang lebih dingin dari suara Kenzie, berkata: "Sapu ruang tamu."

"Brengsek! Brengsek!" kutuk Kenzie dalam hati. Dia tidak tahu kegilaan darimana yang merasuki Reyhan, memaksanya untuk melihat adegan porno.

Ruang tamu apartemen sangat bersih, tidak ada yang perlu dibersihkan Kenzie. Reyhan menyuruhnya menyapu ruang tamu, tidak lebih dari sekedar alasan untuk menyiksanya.

Memegang kain untuk mengelap debu yang tidak ada di furnitur rumah. Setiap gerakan menambah rasa sakit di perutnya.

Anak ini, anaknya, tumbuh perlahan di dalam perutnya. Kenzie perlahan membelai perutnya, hatinya sangat rumit.

Pria asing yang tidak tampak jelas wajahnya, menanam benih kecil di perutnya di malam yang gelap. Haruskah Dia membenci anak ini?

Namun, tidak tau kenapa, Kenzie tidak punya cara untuk membenci janin kecil yang sedang tumbuh di dalam perutnya. Ini adalah anaknya, anaknya sendiri. Dia adalah seorang ibu, Dia akan melindunginya, membiarkannya datang ke dunia dengan lancar.

Kenzie yakin bahwa Dia adalah gadis kecil, gadis lembut dan imut bagaikan malaikat kecil. Tampak senyum di wajah Kenzie. Dia tenggelam dalam fantasi akan masa depan putrinya, tidak peduli dengan keadaan sepasang pria dan wanita yang sedang berpelukan di ruang itu.

Reyhan menindih tubuh Hermosa, tetapi matanya tetap tidak bisa lepas dari Kenzie.

Sialan! Dipikir bisa melihat kecemburuan dan kebencian di wajah Kenzie, tetapi, pemandangan yang dilihat oleh Reyhan adalah, tangan Kenzie yang lembut membelai perutnya sambil tersenyum menerawang. Terlihat jelas, Dia sedang memandang masa depannya, dan bayangannya ini membuat Dia merasa bahagia.

Hati Reyhan bagaikan tersayat, anak di dalam perut Kenzie, harusnya anak Senior kan? Terlihat sangat jelas, Kenzie sangat menantikan kedatangan anak ini.

Apakah Dia sangat mencintai pria itu?

Aroma asam memenuhi tenggorokan Reyhan, mata gelapnya terlihat memerah. Dengan kasar merobek rok tipis milik Hermosa, meninggalkan bekas tangan di tubuh Hermosa.

Jeritan Hermosa membangunkan Kenzie yang tenggelam di fantasinya. Dengan jijik Dia menoleh, tepat berpapasan dengan pandangan mata Reyhan.

Pandangan mata Reyhan membuat Kenzie mengeluarkan keringat dingin!

Reyhan, apakah Dia sudah tahu tentang kehamilanku? Apa yang akan Dia lakukan? Jika Dia membatalkan perjanjian, bagaimana dengan biaya operasi Ayah?

Hati Kenzie dipenuhi dengan kekhawatiran yang mendalam!