Bab 46 Tak Memiliki Uang Keluar dari RS

Kenzie bangun di pagi berikutnya.

Saat membuka mata, hanya tampak perawat yang sedang menggantikann cairan infus untuknya. "Suster, Aku sekarang ada dimana?" tanya Kenzie dengan sopan.

"Oh, Kamu tidak tau ya? Ini Morningside Hospital."

Morningside Hospital? Rumah sakit swasta kelas atas di kota C. Mata Kenzie perlahan berbinar. Hebat! Ayah juga sedang dirawat inap di rumah sakit ini, menunggu untuk operasi!

Beberapa waktu ini selalu terjerat oleh Reyhan, sudah berapa hari tidak melihat Ayah. Hari ini kesempatan untuk menjenguknya. Dia sangat merindukan Ayah, karena hanya Ayahnya satu-satunya keluarga yang Dia miliki.

Setelah perawat pergi, Kenzie diam-diam menggeser bantal di tangannya, dan bergegas menuju unit perawatan intensif.

"Kenzie… Kamu datang… Kenapa... Baju pasien?" Michael yang terbaring lemah di ranjang sangat senang melihat anaknya datang. Sekarang Dia bisa mengucapkan beberapa kalimat pendek. Hati Kenzie sangat senang. Rasanya sakit di perutnya seakan sirna tidak terasa.

"Ayah, Aku tidak kenapa-kenapa, hanya sedikit flu, datang ke rumah sakit untuk infus saja." ucap Kenzie santai.

"Kenzie… Ayah, sembuh, kembalikan uang. Kamu… belajar dengan baik…" ucap Michael sambil memandang putrinya dengan lega, dan dengan naif berfikir bahwa biaya pengobatannya selama ini adalah uang yang dipinjam dari putrinya.

"Baik. Ayah, Kamu jangan bicara dulu, istirahatlah." Kenzie mengulurkan tangan menggenggam tangan ayahnya, dan bertanya kepada perawat di sebelahnya: "Kapan operasi Ayahku akan dilakukan?"

Perawat menggelengkan kepalanya: "Ini masih belum bisa dipastikan, harus menemukan ginjal yang cocok untuk ayahmu. Dan juga kondisi kesehatan ayahmu terlalu lemah, tidak akan tahan dengan operasi sebesar ini. Dia harus memperbaiki kondisi tubuhnya terlebih dahulu."

Kenzie menghela nafas dalam hati, batinnya, hutang kepada Reyhan semakin banyak. Sampai Dia pun berpikir, apakah dirinya mampu mengembalikannya…

Kondisi fisik Michael terlalu lemah, baru berbicara sebentar dengan Kenzie, Dia pun tertidur.

"Perawat, apa yang harus saya urus supaya bisa keluar dari rumah sakit?" Kenzie pergi ke lobi lantai satu menanyakan bagian informasi. Masih ada pelajaran penting hari ini, Dia ingin segera meninggalkan rumah sakit dan pergi ke sekolah.

"Kenapa kamu bisa ada disini? Aku mencarimu kemana-mana!" seru perawat di bangsal Kenzie, menatapnya dengan marah, "Kamu memiliki indikasi keguguran, harus jaga janinmu dengan baik ya!"

"Keguguran? Janin?" Kenzie tiba-tiba terdiam bingung! Dia tidak mungkin hamil! Setiap kali selesai berhubungan dengan Reyhan, Dia diam-diam meminum pil kontrasepsi! Bagaimana mungkin bisa hamil?

Tiba-tiba, wajahnya menjadi pucat pasi, giginya menggigit bibir. Apakah malam itu? Di malam yang mengerikan itu, Dia tidak melihat wajah lelaki itu dengan jelas! Dan sekarang sedang mengandung anaknya!

Dia baru berusia 18 tahun, hidupnya baru saja dimulai, Dia belum siap untuk menjadi seorang ibu! Kenzie kembali menggigit bibirnya yang sudah kehilangan warna merahnya, mukanya pucat pasi.

Apa yang harus saya lakukan? Apakah Reyhan tau? Apa yang akan dia lakukan? Apabila dia membatalkan perjanjian, bagaimana dengan operasi Ayah? Hati Kenzie sangat berantakan.

"Nona, Anda harus membayar biaya terlebih dulu untuk keluar dari rumah sakit." Perawat memandang Kenzie yang gemetaran.

Melihat tagihan yang diserahkan oleh perawat, Kenzie menjadi semakin pusing, banyak sekali angka "0", meskipun Dia menjual dirinya pun tidak akan cukup untuk membayarnya! Tapi ini hanya pertolongan pertama, mengapa bisa semahal ini?

Kenzie mengerang, mengeluarkan dompetnya, menghitung lima lembar uang seratus yuan, dan berdiskusi dengan perawat: "Apa bisa bayar sebagian dulu?"

"Tidak bisa! Harus dibayar lunas" Perawat itu pun mengabaikannya.