Bab 36 Tidak Boleh Dikalahkan

"Sometimes, when you ..." Ponsel Kenzie berdering. Dengan linglung mengulurkan tangan, ketika ingin mengangkat, tapi Reyhan malah melemparkan ponsel itu menjauh.

"Apa yang kamu lakukan!" Kenzie segera tersadar! Astaga, di luar sudah siang, dia ada kelas hari ini! Kenzie meraih seprai dan menutupi dirinya, bersiap turun dari ranjang untuk memungut ponselnya.

Pergelangan kaki rampingnya tertangkap dengan erat oleh sebuah telapak tangan besar. "Jangan bergerak, berbaring!" Reyhan tidak membuka matanya, masih berbaring di ranjang. Memerintah Kenzie.

"Dasar gila! Aku masih ada kelas hari ini!" Kenzie memandang ponsel yang ada di sudut dinding dengan tidak tega. Itu adalah satu-satunya benda yang berharga baginya.

"Tidak boleh masuk kelas, hari ini kamu menemaniku seharian." Reyhan sangat seenaknya dan juga tidak masuk akal. Telapak tangan besar yang menarik Kenzie itu sangat bertenaga, Kenzie sama sekali tidak bisa lepas dari kendalinya.

Kenzie menghela nafas, berbicara dengan baik-baik pada Reyhan: "Lepaskan tanganmu, aku ingin mengambil ponsel."

Reyhan dengan malas membuka kelopak matanya: "Ponsel bututmu itu sudah harus disingkirkan! Buang! Aku akan membawamu untuk membeli yang baru nanti!" Nada sombong itu benar-benar penuh dengan perasaan berada di posisi atas.

Kenzie kesal, tersenyum dingin: "Ya, di mata Presdir Reyhan, semua barangku harus disingkirkan! Aku miskin dan rendah, tidak bisa dibandingkan denganmu yang mulia!"

Kata-kata yang sinis membuat alis tebal Reyhan berkerut.

"Kenzie, kamu sedang menantang emosiku?" Nada suaranya datar, tapi ancaman yang terkandung di dalamnya sangat amat jelas.

"Mana berani aku menantangmu! Kamu bisa melakukan apasaja, memiliki kekuasaan besar, aku hanyalah wanita simpanan yang menjual diri. Mana berani melawanmu!" Pandangan mata Kenzie yang menatap Reyhan begitu keras kepala dan dingin.

Reyhan menatap lekat pada Kenzie, mata hitamnya perlahan-lahan diwarnai cahaya kemerahan.

"Kenzie, apa kamu begitu membenciku?"

Kenzie melotot pada Reyhan, matanya dipenuhi dengan kemarahan.

"Ya." Satu kata yang sederhana, dia berkata dengan begitu keras.

Reyhan tertawa dingin. Seluruh tubuhnya memancarkan aura kejam yang dingin.

"Oke, kalau begitu aku akan membuatmu membenciku sepenuhnya." Suara itu baru diucapkan, Reyhan tiba-tiba berbalik dan menindih Kenzie dengan kejam di bawah tubuhnya. Kemudian mengikat tangan Kenzie dengan dasi!

"Lepaskan! Reyhan, dasar brengsek!" Kenzie mengerang, berjuang melawan mati-matian, dan Reyhan seperti singa gila, ingin merobek-robeknya hingga hancur.

Tidak ada ciuman, tidak ada sentuhan, tidak ada foreplay, pedang haus darah itu, tiba-tiba menyerang, memotong jiwanya sebelum Kenzie memiliki persiapan ...

Darah perlahan mengalir. Kenzie mengendalikan dirinya dengan akal sehatnya yang tersisa, tidak menjatuhkan air matanya karena penghinaan dan rasa sakit, meninggalkan harga diri terakhirnya untuk dirinya sendiri.

Tidak tahu sejak kapan Reyhan pergi.

Ketika Kenzie bangun, langit sudah gelap.

Berbaring tak bergerak untuk sementara waktu, Kenzie menyeret tubuhnya yang hancur ke dalam kamar mandi, dia merasa sekujur tubuhnya kotor! Sekujur tubuhnya memar. Pria ini lebih kejam daripada iblis yang paling kejam!

Wajahnya bengkak, bibirnya pecah, pandangan matanya kosong seperti orang mati.

Jika Reyhan terus seperti ini, aku pasti akan dihancurkan olehnya. Kenzie mengulurkan tangan dan membelai wajahnya sendiri di cermin.

Kabur! Pikiran ini melintas di otaknya seperti meteor. Tapi langsung ditolak olehnya.

Kenzie, kamu harus kuat. Ayah masih menunggu operasi di ranjang rumah sakit. Kamu tidak boleh mengakui kekalahan seperti ini!

Karena Reyhan adalah Tuannya, maka berperanlah sebagai wanita simpanan yang baik!

Reyhan tidak suka wanita keras kepala, maka kamu berperilaku baik.

Reyhan tidak suka wanita mandiri, maka kamu ikuti saja.

Bukankah hanya akting? Siapa yang tidak bisa.

Mulai sekarang, Kenzie harus memainkan peran kekasih yang taat dan lembut. Tidak peduli apa yang terjadi, tidak peduli bagaimana Reyhan memperlakukanmu, kamu harus terus tersenyum.

Kamu tidak bisa mengendalikan tubuhmu, tapi hatimu, tidak boleh dikalahkan oleh siapa pun!

Kenzie, semangat!