Bab 35 Menyukai Perasaan Ini

Di dalam kamar mandi yang begitu besar, Kenzie mandi dengan perlahan, mencoba untuk mengulur waktu, melihat pakaian dalam hitam yang hanya ada beberapa tali yang diletakkan di bangku dalam kamar mandi, jantung Kenzie sangat amat bimbang.

Reyhan dasar mesum, babi ternak! Kenzie diam-diam mengutuk di dalam hatinya.

Kamar mandi memiliki jendela besar, di luar jendela adalah halaman yang terpangkas rapi, jika kabur melalui jendela, dia tidak perlu lagi berhadapan dengan Reyhan!

Kabur dari jendela, pikiran ini tidak hilang di benak Kenzie. Tapi apa dia bisa?

Mendengar Dokter mengatakan pemeriksaan fisik menyeluruh sudah selesai, jika operasi Ayahnya berhasil maka pemulihan akan baik pada tahap selanjutnya, akan dapat pulih sepenuhnya. Bagaimana bisa dia melepaskan kesempatan untuk menyembuhkan Ayahnya?

Bukankah hanya wanita simpanan? Bukankah hanya kontrak tiga tahun? Dia bisa bersabar! Demi Ayah tercinta, dia bisa melakukan apa saja!

Sudahlah, karena tidak bisa memilih, maka harus dengan berani menghadapinya! Dia bisa menanggung kelelahan bekerja di 4 tempat, bisa menanggung teguran dan penghinaan dari orang lain, jadi dia juga bisa menghadapi Reyhan!

Kenzie, semangat!

Kenzie dengan tegas mematikan pancuran. Mengeringkan tetesan air di badannya dengan handuk mandi yang lembut. Berjalan ke bangku di kamar mandi, jari-jari putih itu terulur ke baju tidur transparan hitam ...

"Tok tok ..." Pintu kamar mandi diketuk. Di luar pintu terdengar suara rendah Reyhan: "Kenzie, apa kamu perlu waktu satu jam untuk mandi? Cepat keluar!"

Sudah tidak bisa mengulur lagi! Kenzie berdiri, mencoba menarik pakaiannya ke bawah, berharap bisa sedikit lebih menutupi lebih.

"Apa yang kamu lakukan! Cepat keluar!" Suara Reyhan sudah membawa sedikit nada kemarahan.

Mengambil napas dalam-dalam, Kenzie berdiri dan berjalan menuju pintu.

Jari-jari panjang itu dengan gemetar mencapai kunci pintu ...

Pintu terbuka. Pada saat melihat Kenzie, mata hitam Reyhan yang tajam itu terbakar api. Dia berjalan ke arah Kenzie, jari telunjuknya dengan lembut mengangkat dagunya: "Lihat aku."

Kenzie terlalu malu hingga tidak berani membuka matanya. Bulu mata yang panjang itu bergetar, membentuk bayangan berbentuk kipas di wajahnya.

Sudah tidak bisa menahannya lagi. Reyhan membungkuk, bibir yang panas dengan suhu yang panas menjamah dan menggigit bibir Kenzie.

Reyhan menarik napas dalam-dalam. Astaga! Dia benar-benar menyukai perasaan ini!

Cahaya pagi yang lembut masuk melalui jendela, ruangan itu masih menyisakan suasana kemarin.

Di atas ranjang besar yang lembut, gadis kecil yang ramping itu berbaring diam. Bulu mata panjangnya membentuk bayangan indah di wajahnya yang halus.

Kenzie perlahan terbangun, rasa sakit di sekujur tubuhnya mengingatkannya akan kejadian yang terjadi semalam. Wajah kecil itu sangat memerah, kedua tangannya menutupi wajahnya yang panas, Kenzie melirikkan matanya ke samping. Reyhan sedang tidur dengan lelap, di pagi hari, dia terlihat sangat tampan. Tidur dengan damai seperti anak kecil, mulutnya seakan masih tersenyum.

Pria ini, ketika tidak marah dia tidak begitu menyebalkan ... Kenzie agak terpesona oleh tampang Reyhan yang sedang tidur.

"Bagaimana? Apa aku sangat tampan?" Reyhan yang sedang berbaring dan tidur dengan mata tertutup tiba-tiba bersuara, membuat Kenzie terkejut hingga melompat ke ujung ranjang.

"Kamu ... huh ..." Kenzie menyesali perbuatan bodohnya tadi.

Dengan panik ingin menarik selimut menutupi dirinya, tapi sudah terlambat! Reyhan sudah datang kepadanya!

Di dalam ruangan, penuh dengan aura percintaan ...