Bab 34 Layani Tuanmu Dengan Baik

"Hmm ..." Kenzie tidak berani menatap lurus ke mata Reyhan yang tajam. Hanya bisa mengalihkan topik, "Reyhan, apa yang baru kamu beli?"

"Kamu tadi memanggilku apa?" Mata Reyhan tiba-tiba bersinar menyala.

Kenzie selalu memanggilnya "Hei", atau dengan sinis memanggilnya "Presdir Reyhan", ini adalah pertama kalinya, Kenzie memanggil namanya.

"Aku ..." Kenzie sedikit panik dikarenakan pandangna mata Reyhan. Menunduk, tidak bisa berkata-kata. Hatinya merasa amat sangat bersalah.

Sialan! Kenapa dia harus merasa bersalah! Kenapa dia bagai bertemu dengan selingkuhannya dan tertangkap di ranjang!

Melihat Kenzie menundukkan kepalanya dan tidak berbicara, Reyhan mengira Kenzie merasa malu, suasana hatinya seketika menjadi baik.

Dengan penuh kasih membelai rambutnya, Reyhan merangkulnya ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat.

Kenzie dipaksa bersandar di dadanya ...

Jantung Reyhan berdetak dengan sangat kuat, begitu tenang, seakan itu adalah tempat paling aman di dunia. Hati Kenzie sedikit tergerak, rasa ketidaksukaan pada Reyhan sepertinya tidak lagi begitu kuat. Kesedihan hatinya ternyata perlahan menjadi tenang.

Untuk pertama kalinya, Kenzie merasa pelukan Reyhan begitu hangat, hangat hingga dia melupakan semua kedinginan.

Orang-orang datang dan pergi, banyak orang di sekitar penasaran dan melihat ke arah mereka.

Kenzie sedikit malu, mendorong pinggang Reyhan dengan kuat. Reyhan tidak hanya tidak melepaskan, tapi malah memeluk Kenzie dengan makin erat.

Rahangnya berada di atas rambut Kenzie, bibirnya berbisik di dekat telinganya bergumam: "Ssstt, jangan bergerak." Suara itu rendah dan lembut, napasnya yang hangat berhembus di lehernya, sedikit gatal.

Matahari bersinar masuk melalui jendela, menyinari tubuh kedua orang itu., pria yang jangkung dan tampan, gadis yang kecil dan cantik, cahaya keemasan berkibar, adegan yang sangat indah seperti lukisan ...

Sayangnya, perasaan baik Kenzie pada Reyhan hanya berakhir di pelukan ini.

Ketika kembali ke rumah keluarga Reyhan dan membereskan barang yang dibeli tadi, perasaan baik Kenzie pada Reyhan langsung terjatuh ke titik nol.

Reyhan membelikannya banyak pakaian. Pakaian untuk keluar tampak normal, tapi tumpukan baju tidur dan pakaian dalam itu membuat wajah Kenzie seketika menjadi merah.

"Reyhan, kamu!" Kenzie melemparkan tumpukan benda itu, wajah kecil yang putih itu memerah.

"Untuk apa berpura-pura! Lagipula kamu juga bukan yang pertama kalinya! Cepat pergi mandi dan ganti dengan pakaian ini!" Reyhan kembali dingin dan sombong. Kata-kata itu setajam pisau yang menusuk ke jantung Kenzie.

"Dasar mesum!" Kenzie melotot pada Reyhan dengan kejam, berbalik bersiap naik ke atas. Hanya wanita yang tidak waras saja yang akan mengenakan pakaian seperti itu oke? Benar-benar memalukan...

"Aturan keempat menjadi wanita simpananku: Layani Tuanmu dengan baik! Terutama atas di ranjang! Kecuali kamu tidak menginginkan nyawa Ayahmu ..." Reyhan menjatuhkan kalimat itu dengan dingin, berjalan pergi ke kamar.

"Setelah mandi, kenakan pakaian dalam itu, berbaringlah di ranjang dan tunggu aku." Dia kembali menambahkan kalimat lain, berhasil melihat wajah putih Kenzie berubah menjadi merah.