Bab 31 Kesalapahaman

"Kenzie, apa pria di luar itu sangat kaya?" Lindi menatap Kenzie dengan matanya yang bersinar. Benar-benar tidak terpikir, gadis ini terlihat begitu keras kepala, ternyata memiliki maksud tertentu, dan juga bisa mendapatkan pria yang begitu kaya.

"Bibi Lindi, aku akan ke kamar dan berkemas." Kenzie berjalan ke kamarnya sambil menunduk. Dia membenci nada bicara Lindi.

"Rena, kamu tidak berguna! Lihat, bahkan Kenzie saja bisa mendapatkan orang kaya, kamu lebih cantik darinya, tubuhmu lebih baik darinya, mengapa kamu tidak bisa mendapatkan pria kaya?" Lindi menyindirnya.

"Siapa tahu mengapa dia begitu beruntung!" Rena menyibakkan rambutnya yang panjang. Cek diberikan Reyhan terakhir kali, benar-benar sudah dihabiskannya karena kalah judi. Jika tidak, dia juga tidak akan kembali ke rumah kumuh ini!

Memiringkan tubuhnya bersandar ke pintu, Rena menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, menatap Kenzie yang sedang berkemas: "Apa kamu akan pindah dan tinggal serumah dengan Reyhan?"

Tinggal serumah dengan Reyhan, kata-kata ini terdengar sangat menusuk telinga. Kenzie menggigit bibirnya, hatinya agak sedih.

Jika bisa, dia rela menjalani kehidupan normal seperti gadis-gadis lainnya, dia juga tidak mau menjadi wanita simpanan yang memalukan dan digunjingkan oleh orang lain.

Jika bisa, mungkin dia juga bisa menemui Kak Steven lagi, mungkin dia akan menikah dengan Kak Steven, melahirkan bayi yang cantik, menjalani kehidupan yang bahagia, bukannya dihina dan dipandang rendah seperti hari ini!

Melihat Kenzie tidak berbicara, mata Rena memutar, kemudian mulai menjebaknya.

"Kenzie, apa aku boleh sering mengunjungimu?"

"Tentu saja." Kenzie merasakan terharu. Tidak disangka, Rena masih akan mengingatnya.

Ponsel di saku celana jeans-nya tiba-tiba berdering.

"Halo? Apa?"

"Kenzie, sudah 15 menit! Cepat keluar!" Suara Reyhan penuh akan kemarahan.

"Oke, aku tahu. Aku akan segera keluar." Kenzie mengambil tas yang sudah dikemas dan pergi ke luar pintu. Pakaiannya sangat sedikit, tasnya ringan dan tidak berat.

"Bibi Lindi, Kakak, aku pergi dulu. Jika ada waktu aku akan datang untuk menemui kalian." Kenzie berpamitan pada Lindi dan Rena, melihat pengaturan yang menyedihkan di rumahnya, tiba-tiba ada semacam rasa enggan.

"Sudah, pergilah! Jangan biarkan Presdir itu menunggu!" Lindi bergegas mendorong Kenzie ke pintu. Jangan sampai menyinggung orang kaya di luar, dia masih ingin mendapatkan keuntungan dari Kenzie!

Melangkah ke samping mobil, Kenzie melihat ke belakang dan memandangi rumah rendahnya dengan tidak rela. Mengambil tas dan naik ke mobil.

"Buang!" Reyhan megucapkan sepatah kalimat, memutar kemudi dan meninggalkan komplek Lodan yang kumuh dan gelap itu.

"Buang? Buang apa?" Kenzie tidak mengerti.

Reyhan mengangkat alisnya, mengambil tas dari tangan Kenzie, dan membuangnya keluar jendela!

"Apa yang kamu lakukan! Pakaianku ada di dalam!" Kenzie sangat marah! Bagaimana bisa pria ini begitu seenaknya, tidak pernah mempedulikan apa yang orang lain pikirkan?

"Aku akan membawamu untuk membeli yang baru." Reyhan berkata dengan sombong, "Jika kamu mengenakan pakaian itu keluar, benar-benar sangat memalukan bagiku. Bagaimana bisa wanita seorang Reyhan begitu menyedihkannya!"

"Wanita Reyhan," Tidak tahu mengapa, setelah mendengarkan perkataan ini, hati Kenzie tiba-tiba sedikit tersentuh. Sejak Ayahnya sakit, dia selalu merasa sendirian dan tidak memiliki tempat bersandar. Kata-kata Reyhan memberinya semacam ilusi, bahwa dia juga memiliki sandaran. Meski orang itu hanyalah kekasih gelapnya, seorang Tuannya saja.