Bab 670 Pesawat itu penuh dengan Grisi

Emily Su mengerutkan keningnya dan tiba-tiba teringat siapa pemilik suara itu.

"Leo Lu?"

"Iya ini aku, Bagaimana dengan Franklin Qin? Cepat beritahu aku, apakah Franklin Qin sudah naik ke atas pesawat?" Nada suara Leo Lu menjadi semakin cemas. Dia tiba-tiba menghubungi Emily Su dan tidak menjelaskan apapun, dan langsung bertanya mengenai keberadaan Franklin Qin Qin. Benar-benar buka gayanya.

Emily Su tidak terlalu peduli, dia sadar panggilan Leo Lu mungkin sangat penting. Selain itu, dia masih memiliki kepercayaan pada Leo Lu di lubuk hatinya, dan Emily Su dengan jujur berkata: "Dia sudah di pesawat, aku melihatnya melewati keamanan dan aku menunggu sampai pesawatnya lepas landas sebelum pergi."

Setelah Emily Su selesai berbicara, orang di seberang sana diam tak bersuara.

Tapi dia bisa mendengar napas berat Leo Lu dan suasananya menjadi sangat tertekan.

Ting----

Pada saat ini, lampu hijau menyala dan mobil-mobil di belakangnya semua menekan klakson.

Entah mengapa, suara klakson itu membuat Emily Su terganggu. Dia memegang setir dan mengencangkan tangannya, menekan klakson sedikit, dengan kesal dan bertanya: "Apa yang terjadi?"

TokTok!

Seseorang mengetuk jendela mobil dan melihat Emily Su hanya menjawab telepon tanpa menyalakan mobil, dia memarahinya.

Dalam mobil Emily Su lumayan kedap suara, dia tidak mendengarnya dan tidak mempedulikannya.

Di telepon itu, Leo Lu tiba-tiba berkata: "Pesawat itu dipenuhi oleh orang-orang Grisi. Dan jika Franklin Qin sudah naik pesawat, dan jika pesawat sudah lepas landas, kamu mungkin ... tidak akan pernah melihatnya lagi."

Kata-kata Leo Lu tidak diragukan lagi adalah berita buruk.

Selama beberapa detik, pikiran Emily Su menjadi kosong.

Wajahnya terasa panas, tetapi tidak ada tangisan di suaranya: "Bagaimana mungkin! Dia kembali diam-diam, tidak ada yang tahu!"

Nada suara Leo Lu meningkat: "Dia tidak bisa bisa bertahan melawan segalanya. Bisakah dia mencegah orang-orang Grisi mengawasinya dengan ketat 24 jam sehari! Emily, jangan membuat tebakan yang tidak perlu. Apa yang baru saja ku katakan itu benar dan dapat diandalkan. Dan yang perlu kamu lakukan sekarang adalah mengkonfirmasi apakah Franklin Qin sudah naik ke pesawat atau tidak."

Benar, apa yang dikatakan Leo Lu. Yang harus dilakukannya sekarang adalah mengkonfirmasi apakah Franklin Qin sudah naik ke pesawat atau belum.

Meskipun kemungkinannya sangat kecil, Emily Su tetap pergi ke bandara.

Ini adalah jalan satu arah dan dia tidak bisa memutar mobilnya. Emily Su pun keluar dari mobil, meninggalkan mobilnya begitu saja. Dia melewati pagar dan berlari ke arah yang berlawanan dengan arah mobil.

Saat dia berlari, dia terus mencoba menghubungi Franklin Qin.

Franklin Qin angkatlah teleponmu!

Selama dia dapat menjawab teleponnya pada saat ini, Emily Su akan mendengarkan apapun yang dikatakannya, dia tidak akan melihat pria lain dan dia juga tidak akan keluar mengenakan rok saat cuaca dingin..........Dia akan mendengarkan semua yang dia katakan!

----Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.

Suara operator wanita di telepon terus mengulangi kalimat ini secara mekanis berulang kali.

Hati Emily Su seperti jatuh ke juram, air matanya mengaburkan pandangannya.

Dia tiba-tiba merasa kedinginan, dinginnya seperti merasuk ke tulang.

Kekuatan fisik Emily Su tidak bagus dan dia paling benci berlari, tapi sekarang dia tidak merasa lelah sama sekali, kakinya sudah mati rasa, yang dia tahu hanyalah dia harus pergi ke bandara secepatnya.

Dia tidak tahu sudah berapa lama dia berlari, dia merasa kalau setiap menit dan setiap detik terasa sangat panjang.

Akhirnya, Emily Su sampai di bandara.

Dia menahan seseorang dan bertanya: "Maaf, apakah semua orang terbang dalam penerbangan menuju Negara J 30 menit yang lalu?"

Seseorang mengenalinya sebagai Istri Presiden Grup L.K. Melihat Emily Su tampak cemas, dia mengangguk dan berkata: "Ikut aku, aku akan memeriksanya untukmu."

Proses menunggu adalah bagian yang paling sulit.

"Dalam penerbangan itu, semua penumpang ada di dalam pesawat."

Emily Su sudah kehabisan energinya karena dia berlari sebelumnya. Pada saat ini, ketika dia mendengar staf mengatakan itu, yang adalah satu-satunya harapan yang tersisa, hatinya hancur.

Dengan tubuhnya yang lelah dan hantaman harapan kosong, dia tidak bisa menopang dirinya lagi. Begitu dia merasakan kakinya yang lemas, dia terjatuh ke lantai.

Emily Su terjatuh ke lantai dan menakuti staf yang berada di sampingnya.

"Nyonya Qin, apakah anda baik-baik saja?"

Emily Su menggelengkan kepalanya dan melambaikan tangannya: "Tidak apa-apa, Terima Kasih."

Dia berdiri dengan enggan, membungkuk dan menyangga lututnya sebentar, lalu menegakkan badan dan berjalan keluar.

Keluar dari bandara, dia bertemu beberapa pengawal yang mengejarnya.

Mereka juga sedikit malu, pada saat itu, Emily Su berlari terlalu cepat dan mereka tidak bereaksi sama sekali di mobil di belakang Emily Su.

Ketika mereka bereaksi, mereka harus mengikuti Emily Su, tetapi mereka tidak sempat menyusul.

"Nyonya?"

"Kembalilah." Emily Su tidak memandang mereka, hanya meninggalkan kata itu dengan dingin dan langsung pergi.

Beberapa pengawal terkejut dengan ekspresi yang diberikan Emily Su, tidak berani bicara banyak, dan hanya mengikuti Emily Su dengan diam.

Di pintu masuk, sebuah mobil sudah menunggu di sana. Pengawal membuka pintu mobil dan Emily Su masuk untuk duduk.

Pengawal itu tidak berani untuk bertanya tentang apa yang telah terjadi dan hanya menyetir dalam diam.

Emily Su duduk tanpa bergerak, setelah beberapa menit, dia tampaknya telah mengembalikan kesadarannya.

Kata-kata Leo Lu menggema di kepalanya.

Bagaimana Franklin Qin sangat berhati-hati, tidak ada yang lebih tahu dari Emily Su.

Bahkan jika orang-orang Grisi mengawasinya dengan ketat 24 jam sehari, dia akan mencari cara untuk keluar.

Dengan kata lain, mungkin Franklin Qin memiliki pengkhianat, yang memberitahukan kepulangannya pada orang Grisi. Sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menyerang Franklin Qin.

Sebelumnya Franklin Qin memberitahu Emily Su, kalau Abraham mungkin saja melakukan kolusi dengan Grisi.

Jadi sangat mungkin, kalau Abraham ikut campur tangan dalam bocornya keberadaan Franklin Qin.

Kemungkinan campur tangan Abraham terlalu besar.

Emily Su mengangkat kepalanya dan berteriak pada pengemudi di depan: "Berkendara lebih cepat! Cepat!"

Setelah kembali ke Cloud by The Bay, Emily Su menghiraukan semua orang dan langsung menghubungi Nicho.

Setelah beberapa panggilan, Nicho masih belum mengangkat teleponnya.

Dia mencoba menelepon Nicho lagi, tapi tetap masih tidak ada jawaban.

Emily Su harus langsung pergi menemui Jacky Bai.

Karena kembalinya Franklin Qin ke Kota Arola sangat rahasia. Dan karena takut ada kecurigaan, Emily Su bahkan dengan sendirinya yang pergi mengantar Franklin Qin ke bandara.

......

Rumah Jacky Bai terlihat terang benderang.

Jerry Lin sudah tertidur, dia dan Anna sedang menunggu Emily Su untuk datang menjemput Jerry Lin.

Tapi, dia sudah dari tadi pergi mengantar Franklin Qin ke bandara, harusnya dia sudah kembali, apa ada yang terjadi?

Begitu Jacky Bai memikirkannya, tiba-tiba terdengar suara mesin mobil dari luar.

Kemudian, terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.

Dalam beberapa menit, sosok Emily Su muncul di depan pintu.

Ketika dia masuk, dia tidak bertanya dimana Jerry Lin, tapi langsung pergi ke depan Jacky Bai: "Franklin Qin sudah naik di pesawat, tapi, di dalam pesawat itu penuh dengan orang-orang Grisi."

"Bicaralah pelan-pelan, ada apa?" Wajah Jacky Bai berubah menjadi serius ketika mendengar dia menyebut kata Grisi, tapi karena Emily Su berbicara terlalu cepat dia sampai tidak bisa merespon.

Emily Su menutup matanya, mengepalkan tangannya, memukul kepalanya sedikit untuk membuatnya berpikir lebih jernih. Dia lalu membuka matanya dan berkata: "Ini pasti, ketika Franklin Qin keluar dari Negara J, keberadaannya ada yang membocorkan. Kalau tidak bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu orang-orang Grisi bisa masuk ke dalam pesawat yang akan ditumpangi Franklin Qin."