Bab 668 Jangan pergi tanpa mengatakan yang sesungguhnya

Emily Su tertegun dan melihat punggung Franklin Qin yang lebar. Dia ingin membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi merasakan tenggorokannya terasa kering.

Dia melangkah maju dan memeluknya dari belakang.

Tubuh Franklin Qin menegang, dia tetap berdiri tanpa bergerak.

Setelah beberapa saat. Dia mengulurkan tangan dan menepuk tangan Emily Su, dengan senyum di suaranya: "Kenapa? Kamu tidak mau pergi ke aula pesta? Kalau begitu kita lanjutkan saja apa yang tadi kita lakukan."

Kata-kata Franklin Qin menghancurkan kesedihan di hatinya. Emily Su lalu menarik tangannya dengan cepat dan mendengus: "Usaha yang bagus!"

Franklin Qin berputar menoleh dan menatapnya, dengan senyum di matanya: "Kalau begitu kenapa tidak cepat pergi?"

Emily Su mengedipkan mata ke arahnya. Saat Franklin Qin tidak memperhatikan, Emily Su berjinjit lalu mencium pipinya, mengambil tas dan keluar.

......

Ketika Emily Su memasuki aula pesta, dia ditahan oleh Anna yang dari tadi menjaga pintu.

Anna menarik lengannya, menyuruhnya duduk, lalu berkata di dekat telinganya: "Ckck... Sudah berganti pakaian, hal bagus apa yang sudah kamu lakukan dengan BOSS?"

Emily Su meluruskan roknya dan melihat sekeliling, tapi tidak melihat ke arah Anna.

"Apa melakukan apa?"

Anna berkata sambil tersenyum: "Bagaimana aku tahu apa yang kalian lakukan......."

"Aku belum menyelesaikan masalahku denganmu, kamu dan dia bersekongkol mengerjaiku, apakah itu menyenangkan?" Emily Su mengangkat alis dan melihat ke arah Anna dengan nada bertanya-tanya.

Anna memegang hidungnya dan berkata: "Hei, ini adalah perintah BOSS Qin, bagaimana mungkin aku tidak melakukannya...."

Tatapan mata Franklin Qin dapat membekukan orang dalam beberapa menit, Anna tidak dapat menahannya. Ketika dia merespon Franklin Qin, dia sudah terlanjur terhipnotis oleh Franklin Qin.

Emily Su juga memikirkan hal ini. Setiap Anna bertemu dengan Franklin Qin, dibandingkan dengan Emily Su dia lebih gemetaran. Bagaimana mungkin dia bisa berharap kalau Anna bisa kuat berhadapan dengan Franklin Qin?

Di akhir paruh kedua acara pesta, Emily Su menyerahkan Jerry Lin pada Jacky Bai dan Anna untuk dijaga, dia lalu naik ke atas untuk pergi mencari Franklin Qin.

Jacky Bai dan Anna juga tidak pulang, mereka langsung membuka kamar di lantai yang sama. Setelah Jerry Lin, Jacky Bai mengajak Anna untuk mencari Emily Su dan Franklin Qin.

Karena mereka tahu sepertinya Jacky Bai dan Anna akan datang, mereka berdua tidak tidur.

Begitu Jacky Bai memasuki pintu, dia menunjuk ke arah Franklin Qin dan berkata: "Jika kamu tidak melihat putramu lagi, aku khawatir Jerry tidak akan ingat kalau dia memiliki ayah sepertimu."

"Tidak." Franklin Qin menjawab dengan dingin, tetapi senyum yang muncul dari sudut matanya membuktikan kalau dia dalam suasana hati yang baik untuk bertemu dengan Jacky Bai.

Jacky Bai memberinya tatapan dingin.

Franklin Qin menambahkan kalimat lain: "Ada pepatah yang mengatakan 'Antara Ayah dan Anak mereka selalu terhubung dengan hati', apakah kamu tidak mengerti?"

Jacky Bai tidak tahan lagi untuk menusuknya: "Pepatah itu tidak ada yang salah, tapi sudah lebih dari 1 setengah tahun, kamu tidak bertemu dengan Jerry. Kamu bahkan tidak akan bisa membelah 2 lautan dengan hatimu!"

Wajah Franklin Qin berubah menghitam dan berkata dengan dingin: "Diam!"

"Aku benar-benar marah, lihat dia!" Jacky Bai tertawa dengan kencang dan berbalik badan untuk memperlihatkan wajah Franklin Qin pada Emily Su dan Anna.

Emily Su berputar dan menoleh ke arah Anna: "Aku sedikit lapar, ayo kita keluar mencari makan."

Franklin Qin dan Jacky Bai sudah lama tidak bertemu, pasti banyak yang ingin mereka bicarakan. Jadi Emily Su dan Anna tidak akan mengganggu mereka di sini.

Anna mengerti, mengambil mantelnya dan pergi bersama Emily Su.

Mereka tidak pergi terlalu jauh, hanya memanggil makanan yang ada di Emperor Clubhouse dan makan dengan perlahan.

Sementara di dalam kamar, setelah dua perempuan itu pergi, Franklin Qin tidak tahan untuk tidak menyalakan rokok.

Dia hanya menghisap sekali, kemudian direbut oleh Jacky Bai dan dibuang.

"Kamu sudah bagaimana besar, masih belum tahu menjaga tubuhmu, tidak tahu rokok itu apa? Apakah kamu ingin mati lebih awal dan membiarkan Emily Su mencari ayah baru untuk Jerry?"

Seperti yang dikatakan Jacky Bai, dia melemparkan rokok ke tempat sampah dan menarik tisu untuk menutupnya.

Franklin Qin menjaga posisinya sama seperti sebelum rokoknya di ambil. Setelah beberapa saat, dia bersandar dan berbalik melihat ke arah Jacky Bai. Dia menatap Jacky Bai setajam pisau: "Coba katakan sekali lagi."

Jacky Bai membuat isyarat seperti me-ritsleting mulutnya. Kemudian saat dia akan mengambil segelas air, dia bergumam dengan suara kecil: "Tapi apa yang ku katakan kan benar."

Ketika mata Franklin Qin menyipit, Jacky Bai menutup mulutnya rapat-rapat.

Kemudian 2 orang itu mulai membicarakan inti masalah.

Franklin Qin pertama kali membuka suara: "Apakah kakakmu masih menyelidiki tentang Grisi?"

Wajah Jacky Bai tidak terkejut sama sekali. Dia bersandar dan mengubah posisinya menjadi santai, tetapi nadanya serius: "Yah, tepat setelah kamu pergi ke Negara J, petunjuk mengenai Grisi di Kota Arola menghilang. Terlalu banyak masalah jika semua pergi Negara J, dan kakak laki-lakiku memiliki misi lain, jadi untuk sementara aku harus mengesampingkannya lebih dulu. "

Franklin Qin berpikir sebentar dan berkata: "Dengan kata lain, kalau orang-orang Grisi berusaha memasuki negara ini lagi, kakakmu akan tetap mengambil alih kasus ini dan terus menyelidiki?"

Jacky Bai memikirkan apa yang baru saja dikatakan Franklin Qin, tetapi dia tidak dapat memahami hubungan sebab akibat dalam masalah ini, lalu bertanya padanya dengan sedikit ragu: "Ada masalah apa?"

Franklin Qin juga tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Wajahnya terlihat berat, dia hanya menggelengkan kepalanya dan tidak berbicara lagi.

......

Pesawat Franklin Qin kembali ke Negara J adalah malam berikutnya.

Meskipun Emily Su enggan, dia tahu kalau sekarang adalah periode yang sangat penting.

Namun, dia sangat sedih dan tak berdaya memikirkan kalau Franklin Qin bahkan tidak kembali ke rumahnya di Kota Arola. Dia tinggal di Emperor Clubhouse selama satu malam dan harus mengambil penerbangan malam berikutnya kembali ke Negara J.

"Kamu harus naik pesawat di malam hari?" Si licik satu ini membuat Emily Su kesal.

Ketika dia bertanya wajah Franklin Qin terlihat tidak baik: "Kalau kamu tidak ingin aku pergi di malam hari, tapi pergi di siang hari, apakah kamu mau aku menemanimu lebih lama?"

"Aku tidak bermaksud seperti itu." Emily Su menundukkan kepalanya, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Tapi ketika dia mendongak kembali, wajahnya tampak serius.

Emily Su meraih tangan Franklin Qin dan bertanya: "Apakah terjadi sesuatu? Kenapa kamu tiba-tiba mengirimku kembali?"

"Aku sedang dalam situasi yang genting saat itu, tapi sekarang sudah hampir selesai. Kalau tidak, tidak mungkin aku bisa mengunjungimu." Suara Franklin Qin yang begitu tenang memiliki kekuatan untuk menenangkan orang lain juga.

Emily Su terdiam menatapnya, mereka berdua saling menatap satu sama lain selama beberapa saat. Lalu Emily Su menggelengkan kepalanya dengan lembut.

Ekspresi wajah Franklin Qin terlihat kaku.

Dia mengerti, kalau Emily Su tidak mempercayai perkataannya.

Emily Su percaya kalau menghindari menjawab kata-kata yang penting, itu benar-benar terlihat bodoh.

Franklin Qin memejamkan matanya, tangannya menggenggam tangan Emily Su, kepalanya sedikit menunduk dan tidak mengatakan apapun, seperti anak kecil yang baru saja mengakui kesalahannya.

Emily Su tidak akan tertipu oleh Franklin Qin lagi, dan kali ini dia tidak akan memakan umpan Franklin Qin.

Emily Su memukul tangan Franklin Qin: "Jangan berpura-pura di depanku, jangan pergi tanpa mengatakan yang sesungguhnya."