Bab 667 Melakukan dengan diam-diam ternyata menyenangkan

Pria itu menciumnya seperti tidak punya niat untuk berhenti, dia bahkan menekan Emily Su lebih dalam dengan ciuman, yang membuat bibir Emily Su sampai mati rasa. Dan dia tetap tidak memiliki niatan untuk berhenti dan menarik ciumannya.

Emily Su akhirnya mau tak mau menendangnya: "Kamu.......bertemu......."

Siapa yang tahu kalau pria itu malah menciumnya lebih dalam lagi, bahkan mengangkat 1 kaki Emily Su dan meletakkannya di pinggangnya.

Emily Su sedang mengenakan rok slim-fit, dan gerakan pria itu membuat roknya naik ke pinggang sedikit demi sedikit. Bahkan di bawah cahaya yang remang-remang ini, dia masih bisa melihat kaki putihnya yang besar.

Saat Emily Su sedang tertegun, tanpa sadar pria itu sudah berada di antara kedua kakinya.

Emily Su merasa sedikit malu dan juga marah, menggerakkan tangannya lalu mencubit pria itu sekuat tenaga di pinggangnya. Emily Su juga tidak menunjukkan belas kasihan, menggigitnya dengan kuat.

"Hisss...."

Pria itu menarik nafas dan meninggalkan bibirnya untuk sementara, tapi suara nafasnya masih berat.

Emily Su tidak pergi, dia juga kehabisan nafas. Tapi karena tahu betul temperamen pria yang ada di depannya ini. Emily Su takut kalau pria ini datang dan menyerangnya lagi, dengan terengah-engah dia memanggilnya: "Franklin Qin!"

Dalam kegelapan, Franklin Qin melepas topinya, meraih Emily Su dan menciumnya dengan dalam sebelum berkata: "Tidakkah kamu sudah mengenali aku sekarang?"

Mendengar suara familiar itu, Emily Su merasa lega.

Meskipun dia sebelumnya dia sudah yakin kalau orang ini adalah Franklin Qin, tapi sekarang setelah dia mendengar suaranya, dia merasa lebih tenang.

Emily Su berkata dengan kesal: "Kalau aku tidak mengenalimu, apa aku akan membiarkanmu membawaku masuk ke dalam kamar?"

Franklin Qin tidak senang karena Emily Su sudah mengenalinya lebih dulu, dengan sinis bertanya: "Lalu kamu datang menemuiku menggunakan jas pria lain? Huh?"

Berbicara tentang ini, Emily Su juga merasa kesal.

Franklin Qin saat itu mengenakan jaket hoodie, kemudian Emily Su menggerakkan tangannya dan mencubit pinggang Franklin Qin: "Kenapa kamu tidak menghubungiku ketika kamu kembali, menyuruh Anna berbohong padaku dan membuatku takut begini!"

Hanya sewaktu di koridor, saat dia tiba-tiba diangkat oleh Franklin Qin di bahunya. Saat itu Emily Su benar-benar ketakutan.

"Aku kembali diam-diam, tidak boleh memberitahukan siapapun." Franklin Qin tahu kalau dia sudah menakuti Emily Su dan membuat masalah, tapi dia tetap ingin mengganggunya: "Tidakkah menurutmu sangat menyenangkan mengendap-ngendap seperti ini? Benar kata orang kalau 'mencuri' akan membuat mu bahagia, sekarang aku merasa sangat bersemang......."

Emily Su menyelanya dengan cepat: "Kamu....kamu diam!"

Bisakah pria ini memiliki sedikit rasa malu!

Emily Su belum mengatakan apapun lagi, tapi Franklin Qin terlihat semakin bersemangat.

Dan Emily Su tahu kalau dalam masalah ini dia bukan lawan Franklin Qin, jadi dia hanya diam tidak mengatakan apapun.

Saat Emily Su baru saja ingin menarik tangannya, Franklin Qin menarik kembali tangannya, meletakkannya di pinggangnya. Dia berbicara dengan suara serak-serak basah tapi serius: "Coba kamu rasakan, ini benar-benar menyenangkan. Dan aku juga tidak berselingkuh."

"Kamu......." Emily Su sedikit gemetaran.

Saking senangnya Emily Su sampai lupa betapa memalukan posisinya saat ini dan dengan posisi seperti sekarang, sangat memudahkan Franklin Qin untuk menyerang dirinya.

"Turunkan aku sekarang!"

"Tidak mau."

Kata Franklin Qin, lalu mengangkat Emily Su lagi dengan setengah lengannya menahan kaki Emily.

Kedua kaki Emily terikat di pinggang Franklin Qin dan dia tidak bisa melepaskannya karena Franklin Qin menahannya dengan kedua tangannya.

"Apa yang ingin kamu lakukan, pesta makan malamnya belum berakhir, aku harus kembali!"

Franklin Qin membawanya ke tempat tidur, menyandarkan kedua tangannya di samping, mencondongkan tubuhnya ke arah Emily Su untuk melihatnya: "Melakukan apa? Kita sudah lama tidak bertemu, tentu saja kita harus berbicara baik-baik."

Nada suaranya tidak buruk, tapi terdengar serius.

Tapi Emily Su tahu kalau dia sekarang sedang tersenyum licik.

Tentu saja Emily Su tahu apa yang ingin diperbuatnya, tapi Franklin Qin masih berpura-pura serius di depan Emily Su.

Emily Su sedang berbaring telentang, setengah tubuhnya berada di atas tempat tidur, sedangkan kakinya menggantung di pinggir kasur. Dia lalu menendang-nendang Franklin Qin: "Nyalakan lampu sana!"

Karena hanya sedikit cahaya yang masuk, maka seisi ruangan masih remang-remang. Emily Su tidak bisa melihat dengan jelas wajah Franklin Qin.

Kali ini Franklin Qin tidak mengatakan apapun. Dia berdiri dan menyalakan lampu meja yang ada di samping kasur.

Cahaya hangat menyebar dan garis besar dalam kegelapan menjadi jelas di depan mata.

Franklin Qin menyalakan lampu dan berbalik untuk melihat Emily Su, melihat kalau dia telah berbalik dan duduk, lalu Franklin Qin berjalan ke arahnya dan menyentuh kepalanya, tetapi saat mengelus rambut Emily Su, dia merasakan hairspray yang keras.

Dia mengangkat alisnya, menarik kembali tangannya dan dengan sedikit nada mengejek: "Apa itu yang ada di kepalamu?"

"Bukankah kamu ingin berbicara denganku? Singkat cerita aku harus kembali lagi ke pesta itu." Emily Su mengayunkan kedua kakinya turun dengan kedua tangan bertumpu di atas selimut, dia memberi sedikit senyuman.

Tapi Franklin Qin menolak untuk menurutinya, dia lalu mengulurkan tangan dan mendorongnya ke tempat tidur lagi, langsung melepaskan pakaian Emily Su: "Kamu tidak perlu kembali."

"Hei, kamu tidak boleh plin-plan seperti itu!" Emily Su buru-buru menghentikannya.

Namun, kalau kamu melindungi bagian atas kamu tidak bisa melindungi bagian bawah. Dan juga dia sudah terlalu lelah untuk melawan.

"Aku hanya ingin berbicara baik-baik denganmu, tapi kamu tidak menghiraukanku." Suara Franklin Qin terdengar serak, sensual dan sangat provokatif.

Tapi, Emily Su tahu kalau Franklin Qin sedang dalam mode serius tapi bergurau.

Jelas kalau Franklin Qin sendiri yang dari tadi bergurau, tapi dia mengatakan seakan-akan Emily Su yang merayunya.

Apapun hasilnya, tetap pasti Franklin Qin lah yang menang.

Akhirnya Emily Su berjanji pada Franklin Qin, kalau besok dia akan mengikutinya sepanjang malam. Franklin Qin berkata asal dan membiarkannya kembali ke pesta itu.

Karena terlalu dikejar waktu, Franklin Qin menarik Emily Su dan merangkak ke tempat tidur. Emily Su bahkan tidak sempat untuk bertanya kenapa dia tiba-tiba kembali.

Gaunnya sudah terlalu kusut untuk dikenakan kembali, Emily Su dengan cepat berusaha mencari pengganti gaunnya.

"Pakai ini."

Tidak tahu dari mana Franklin Qin mengeluarkan kotak hadiah itu, tapi sudah pasti itu adalah gaun baru.

Ketika Emily Su mengambil kotak itu, saat mengeluarkan setengah bagian dari gaun itu, tiba-tiba dia memikirkan sesuatu. Wajahnya tiba-tiba memerah, kemudian dia menatap Franklin Qin dengan tatapan tajam. Mengambil kotak itu dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.

Pria tidak tahu malu ini, dia pasti sudah memikirkan untuk bertemu dengannya.......kalau tidak, bagaimana mungkin dia sudah menyiapkan gaun ini terlebih dulu?

Semua orang luar yang menggunakan Franklin Qin pasti tahu kalau dia adalah penyihir keuangan selama beberapa dekade. Memiliki kemampuan yang luar biasa, semua komentar-komentar istimewa dan elegan selalu melekat padanya.

Sedangkan menurut Emily Su, karakteristik terbesar Franklin Qin adalah dia itu tidak tahu malu dan selalu memikirkan segala macam hal.

Ketika dia selesai mengganti pakaian, Franklin Qin sudah menunggu di depan pintu dengan kedua tangannya berada di pinggang.

"Cepatlah kembali dan biarkan Jacky Bai yang mengurus Jerry."

Emily Su sedikit terkejut: "Apakah kamu tidak ingin bertemu dengannya?"

Ekspresi wajah Franklin Qin samar. Dia berbalik dan berjalan perlahan ke arah tempat tidur: "Saat kamu membawanya kesini, aku sudah melihatnya di pintu masuk Emperor Clubhouse. Aku akan segera kembali ke Negara J."

Dia akan segera kembali, bukan untuk tinggal beberapa hari disini.

Akan lebih baik bagi Jerry tidak perlu menemuinya, karena kalau mereka bertemu akan sangat sulit untuk melepaskannya.