Bab 28 Mengganti Pemeran Utama

Darcy Xia adalah mata-mata Ethan Lu di Joy Media. Bukankah pria itu ingin mengurusnya sepanjang waktu? Dia tidak akan mengikuti keinginannya. Dia tidak menginginkan agen emas omong kosong.

Awalnya setelah membuat penolakan itu, dia berpikir bahwa Ethan Lu akan mencarinya dan menyudutkannya. Namun setelah menunggu seharian, telepon darinya tidak juga datang, yang membuatnya tertekan.

Pagi berikutnya, agen baru datang ke rumahnya untuk melaporkan diri. Mengenakan topi hitam, bibirnya merah dan giginya putih. Gadis yang sangat rapi itu bernamaFreda Su. Mereka seumuran, namun tubuhnya yang kecil membuatnya terlihat sangat menggemaskan.

Duduk di sofa, Freda Su hanya memperkenalkan dirinya dan kemudian langsung membahas pekerjaan, "Di dalam naskah ini ada karakter yang aku cari. Lihatlah."

Catherine Jiang melirik singkat naskah dari atas ke bawah dan bertanya dengan ragu, "Didalam Istana"? Bukankah film ini sudah mulai diproduksi? "

Freda Su buru-buru menggelengkan kepalanya setelah melihatnya. "Memang film ini sudah mulai disyuting, namun perusahaan masih membutuhkan peran pelayan istana. Silahkan cek halaman yang lain."

Catherine Jiang menatap naskah di tangannya sambil berpikir keras.

Satu jam kemudian, area syuting "Didalam Istana".

Penata rias sedang merias wajah Catherine Jiang, sedangkanFreda Su duduk di sebelahnya dan mengerutkan kening. "Mengapa kamu ingin mengambil peran pelayan istana? Kak Regina sudah memilihmu dari semua agen yang lain, seharusnya kamu memberikannya peran penting."

"Melatih kemampuan akting. Bukankah semua aktor yang baik harus memulai dengan peran kecil?"

Catherine Jiang melihat dirinya di cermin, dan membuat senyum penuh arti.

Sebelum syuting dimulai, Traci Xue keluar dari ruang ganti pribadinya dan melihat Catherine Jiang. Dia tersenyum mencemooh dan mencibir padanya. "Aku kira kamu kembali ke Joy Media untuk sesuatu yang penting, namun sepertinya aku salah. Jadi kini kamu berperan sebagai pelayan istanaku?"

Catherine Jiang tidak mengubah senyum di wajahnya,

"Lagipula, aku pendatang baru. Aku tidak sebagus dirimu. Tolong beri aku saran lebih banyak."

Traci Xue mencibir dengan sombong.

Namun yang tidak terlihat adalah gelap mata Catherine Jiang yang penuh. Terakhir kali, teh panas terciprat ke wajahnya. Dia tidak melupakan kebenciannya. Dia memiliki pembalasan.

"Adegan delapan Didalam Istana take satu, Action--"

Dalam drama ini, pelayan kecil Catherine Jiang akan menyajikan teh untuk selir Traci Xue. Tehnya beracun, sehingga tangan Catherine Jiang bergetar sedikit, dan suaranya bergetar, tapi dia berpura-pura tenang. "Nyonya, silahkan diminum."

Traci Xue mengambil cangkir itu, menatap sekilas daun-daun teh di atas permukaan gelas, menundukkan kepalanya dan menyesap seteguk, lalu kemudian dengan wajah penuh amarah meletakkan gelas itu kembali dan bersiap untuk menampar Catherine Jiang.

"Berhenti!" Direktur berteriak kasar. Tangan Traci Xue berhenti tempat di depan wajah Catherine Jiang.

"Bagaimana mungkin kamu bisa tahu bahwa teh itu beracun, dan bagaimana mungkin kamu langsung menyimpulkan bahwa itu hasil perbuatan pelayan? Apakah kamu sudah membaca naskahnya?"

Mengulang tiga kali berturut-turut, Traci Xue tidak juga memenuhi persyaratan sutradara. Ia dimaki di depan seluruh kru film..

Ketika seluruh kelompok drama terdiam dalam keadaan hening, Catherine Jiang tiba-tiba mengusulkan,

"Direktur, bagaimana kalau aku memberikan contoh kepada nona Xue?"

Begitu kata-kata itu keluar, raut wajahTraci Xue berubah,

"Boleh!" Direktur berkata dengan dingin, "Aku rasa pelayan ini lebih baik darimu. Traci Xue, kamu dapat memainkan permainan pelayan untuknya."

Wajah Traci Xue pucat, tapi dia tidak berani untuk tidak mematuhi direktur setelah menggertakkan giginya sepanjang waktu.

Beberapa menit kemudian, Catherine Jiang penuh dengan emosi. Tangannya terkepal di sudut meja cendana merah. Matanya penuh dengan kemarahan pengkhianatan. "Aku memperlakukanmu dengan baik, katakan! Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?"

Traci Xue menundukkan kepalanya, tidak mau mengatakan, "Tidak, tidak ada yang menyuruhku."

"Sikap macam apa ini?"

Catherine Jiangberdiri, mengangkat tangannya dan menampar Traci Xue langsung hingga ia terjatuh di lantai.

"Pak!" suara tamparan bergema di seluruh studio, terpancar amarah dan penghinaan dari matanya, "Kejujuran hati adalah satu-satunya yang kuharapkan dari semua pelayanku. Jika kamu tidak bisa memenuhinya, maka tinggalkan lah istana ini sekarang juga!"

"Tidak buruk." Direktur merasa puas. "Ini adalah demonstrasi standar."

Setelah komentar itu mengghentikan adegan mereka, Catherine Jiang menghela nafas lega dan segera mengubah wajahnya untuk meminta maaf. Dia berjongkok untuk membantu Traci Xue. "Maaf, nona Xue. Aku tidak memperhatikan barusan. Aku tidak menyangka tanganku akan benar-benar mengenai wajahmu."

"Kamu ..." Traci Xue menggertakkan giginya, tapi dia tidak bisa marah di depan begitu banyak orang. Dia menoleh dan melaporkannya ke Sutradara, "Sutradara, wajahku bengak. Bagaimana aku bisa melanjutkan syuting? Catherine Jiang sengaja melakukan ini."

Ekspresi direktur tidak sabar. "Terlalu bengkak untuk syuting, bukan? Penata rias, berikan Catherine Jiang riasan selir dan kita akan kembali syuting dalam tiga puluh menit."

Ada keributan di tempat kejadian.

Semua orang di tempat itu tertegun.

Sebelum syuting perdana, seringkali terjadi pergantian pemain, namun itu tidak pernah terjadi di tengah jalan. Dan untuk pertama kalinya hal seperti ini terjadi.

"Aku sudah syuting selama seminggu, dan aku sudah menandatangani kontrak. Sutradara, bagaimana kamu bisa mengubah pemeran di tengah jalan?"

"Bisa-bisa saja, kamu tidak bisa memperagakan dialogmu dengan baik dan bahkan meminta cuti tiga kali seminggu. Jika kita terus-terusan mengikutimu, kapan film ini akan selesai?"

Mendengar ini, Traci Xue yakin bahwa sutradara sedang mengejeknya. Wajahnya memutih sekaligus. Dia menggigit bibir bawahnya. "Sutradara, jika kamu menggantikanku, direktur Zhao akan menarik kembali modal investasinya."

Direktur menatapnya dengan dingin. "Ada lebih banyak orang di dunia perfilman. Jangan kira kamu satu-satunya yang bisa membawakanku investor!"

Kata-kata sutradara mengingatkannya pada Catherine Jiang, wajahnya pucat dan dia langsung menahan Catherine Jiangdi pintu ruang ganti. "Keterampilan apa lagi yang kamu punya selain merampok peran orang lain?"

Catherine Jiang mengangkat dagunya sedikit dan berkata dengan bangga, "Lebih baik memiliki keterampilan ini daripada seseorang yang tidak memiliki keterampilan sama sekali dan yang aktingnya juga panas di mata."

Dengan itu, Catherine Jiang mendorongnya dan pergi langsung masuk ke ruang ganti. "Maaf, nona Xue. Aku harus menggunakan ruang ganti, permisi."

"Catherine Jiang, tunggu saja pembalasanku!"

Di pintu ruang ganti, Traci Xue menghentakkan kakinya dengan marah dan pergi.

-

Setelah tim produksi berakhir, Catherine Jiang kembali ke apartemen untuk mengepak barang-barangnya dan bersiap untuk tinggal bersama kru film agar ia tidak harus pulang dan pergi dari lokasi syuting setiap hari.

Ketika bel pintu berdering, ia mengira itu adalah Mortimer Jiang yang kembali dari sekolah.

Sambil membuka pintu, saya bertanya, "Dimana kunci..."

"Hah" Belum selesai berbicara, ia menelan kata-katanya kembali melihat kedatanganEthan Lu.

"Mengapa kamu di sini?" Dia sedikit gugup.

Setelan Ethan Lu rapi, seperti perwakilan juru bicara di konferensi internasional. Kacamatanya berbingkai emas, matanya dalam dan kuat,

"Setelah mempermalukan teman kerjamu, apakah kamu juga ingin membiarkanku berdiri dan berbicara di luar seperti ini?"

Catherine Jiang melihat pada saat itu. Itu setengah jam sebelum Mortimer Jiang selesai kelas. Dia menarik pintu, mempersilahkanEthan Lu masuk.

Dia menuangkan teh ke meja dan memperingati, "Kamu harus pergi setengah jam lagi. Aku tidak ingin adikku melihatmu."

"Aku khawatir setengah jam tidak cukup."

Ethan Lu melepas kacamatanya dan meletakkannya di meja makan. Jari-jarinya yang panjang menarik dasinya. Wajahnya tenang dan damai, seperti sebelumnya, sangat nakal.

Dia berpikir bahwa Ethan Lu setidaknya akan bertanya mengapa dia tiba-tiba merenggut naskah Traci Xue, tetapi pria itu jelas tidak memperhatikan. Seperti sebelumnya, mereka hanya memiliki satu cara komunikasi.

Catherine Jiang tiba-tiba menekan tangannya dan berkata, "Jangan di sini. Mortimer Jiangakan kembali sebentar lagi."