Bab 27 Anda Benar-Benar Punya Visi

Raut wajah Ethan Lu sedikit berubah mendengar pertanyaan itu. Namun cukup banyak untuk disadari Catherine Jiang. Ia tidak menunggu balasannya lagi, "Kontraknya juga sudah ditandatangani, bolehkah aku pergi?"

 Ethan Lu mengerutkan kening, dia terlalu malas untuk berbicara, "Hm."

 Setelah Catherine Jiang pergi, Ethan Lu mengunci kertas kontrak ke dalam brankas.

Hari sudah larut, dan jendela besar dari lantai atas menunjukkan pemandangan malam yang gemerlap di pusat kota Y. Sambil bertanya pada dirinya sendiri, Catherine Jiang sedikit mengernyit.

 Bukannya dia tidak pernah meragu pada saat operasi penggantian ginjal, tetapi jika bukan karena kebutuhan mendesak Lydia Gu untuk operasi, Ethan Lu mungkin tidak akan menggugurkan anak yang ingin Catherine Jiang pertahankan.

 Dia merasa itu tidak ada hubungannya dengan cinta, tetapi kehadiran Catherine Jiang membuatnya nyaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkah Lydia Gu semakin tidak masuk akal. Meskipun dia selalu memikirkan perasaan mereka yang tumbuh besar bersama, namun kelamaan ia juga jenuh menghadapinya.

Meskipun Catherine Jiang tidak lembut dan polos, dan seringkali bahkan sengaja bermain api di depannya, tetapi dia tahu betul, bagaimana wanita itu juga telah memberikannya kenyamanan secara fisik dan emosional, dan itu sudah cukup.

Ketika Catherine Jiang kembali ke rumah, lampu di ruang tamu masih menyala. Begitu pintu dibuka, Mortimer Jiang terbangun dari meja makan. Ketika dia melihat Catherine Jiang masuk, dia bertanya dengan mengantuk, "Kakak, akhirnya kamu pulang? Ada masalah apa?"

"Tidak apa-apa," Catherine Jiang melepas sepatu dan mendatangi adiknya. "Mengapa kamu belum tidur? Bukankah sudah kubilang tidak usah menungguku? Jika aku tidak kembali malam ini, akankah kamu tidur di sini semalaman?"

"Ya, aku akan tidur disini?" Mortimer Jiang tahu bahwa pemodelan itu sulit dilakukan, dan mengerutkan kening. "Pasti agensimu menggertakmu kan? Ayo kita kesana lagi membalas mereka."

"Tidak ada apa-apa, mengapa kamu bisa memikirkan hal seperti itu? Bagaimana mungkin orang-orang di perusahaan berani menindasku? Jangan khawatir tentang pekerjaanku. Belajarlah dengan baik untuk persiapan ujianmu. Selama kamu bisa masuk ke Universitas Sains Nasional, aku akan selalu bekerja dengan giat. Mengerti?"

Tubuh Mortimer Jiang tinggi, Catherine Jiang yang awalnya mencoba meraih kepalanya kini hanya menepuk pundaknya lembut, "Ini sudah terlalu larut, tidur sekarang, aku akan mendaftarkanmu ke dalam kelas tambahan dalam dua hari, setelah itu kamu harus mengikuti kelasnya dengan rajin. "

"Kelas?" Wajah Mortimer Jiang berubah. "Kakak, kamu benar-benar membiarkan aku mengikuti ujian masuk perguruan tinggi."

"Apakah ada yang salah dengan itu? Kamu harus mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Kamu hanya bisa memilih satu, mengikuti kelas tambahan atau di ajari guru privat?"

"Kakak, keluarga kita pada dasarnya bukanlah orang berpendidikan. Jangan membuatku malu, oke?"

"Siapa yang bilang begitu? Kakakmu ini pernah mendapatkan peringkat pertama di ujian masuk perguruan tinggi."

Mendengar itu, Mortimer Jiang bergumam, "Itu karena kamu mendaftar di perguruan seni, nilaimu bahkan tidak cukup untuk masuk ke universitas normal."

Ketika Catherine Jiang masih menumpuh sekolah menengah pertama , Ibu Jiang merasa bahwa tidak mudah bagi putrinya untuk pergi ke sekolah menengah keatas, jadi dia mendesaknya untuk menari. Ternyata keputusan Ibu Jiang itu sangat benar. Tidak hanya mempunyai talenta di bidang menari, Catherine Jiang juga telah diterima menjadi murid Universitas Film Kota Y.

"Apa?"

"Tidak, tidak ada." Mortimer Jiang berdehem, dan berkata, "Aku akan pergi ke kelas tambahan."

Catherine Jiang mengangguk puas, "Bagus."

Di dunia ini, hanyaMortimer Jiang satu-satunya keluarga yang masih berada di sisinya, dan ia hanya berharap adiknya bisa hidup dengan damai, memiliki pekerjaan yang layak di masa depan, dan menjalani kehidupan yang sederhana seperti orang-orang pada umumnya.

Keesokan paginya, seperti yang diperintahkan oleh Ethan Lu, Catherine Jiang pergi ke klub lama untuk menghibur.

Sepatu hak tinggi dua belas sentimeter melangkah di lantai yang berpantulkan lampu, dan bibir merah beserta kacamata hitam itu sangat menarik perhatian. Di tengah tatapan penuh tanya semua orang, ia duduk di area lobi dan meminta secangkir kopi dengan santai.

Ada pembicaraan di resepsi.

"Apakah itu Catherine Jiang? Bukankah dia sudah dipecat? Kenapa dia kembali?"

 "Iya benar, bahkan masih sempat memasang wajah sombong."

 "..."

Setelah beberapa saat, Regina Cheng bergegas turun dengan asistennya.

Regina Cheng tangan kanan perusahaan. Semua aktor dan aktris, terlepas dari tingkat keteran mereka, harus bertemu dengan nonalan untuk memilih agen .

Catherine Jiang agak berbeda. Dia mendaftar ketika dia masih menjadi mahasiswa dua tahun lalu. Manajer besar menelepon dan mengajukan diri untuk mengurusnya. Dia juga mengarahkannya ke Darcy Xia, agen medali emas perusahaan. Semua perusahaan tahu dia memiliki bantuan di belakangnya, tetapi tidak ada yang tahu siapa itu.

Regina Chengsedikit terganggu dengan kehadirannya. Belum lama dipecat ia sudah saja kembali. Tidak peduli siapa yang ada di belakangnya, dia tidak bisa diremehkan. "Catherine Jiang, mengapa kamu datang sepagi ini? Mengapa kamu tidak naik?"

Catherine Jiang menyesap kopi, dan memandang ke luar jendela. "Tidak perlu, lebih baik aku menikmati waktuku disini, toh tidak ada yang perlu dibicarakan. Cukup pilih naskah, dan aku akan pergi setelah memilih."

"Benar juga" Nona lanmelirik ke samping. Asisten kecil itu segera menyadarinya dan langsung menaruh setumpuk kertas di atas meja kopi, "Guru Jiang, ini lima naskah yang menurutku cocok denganmu. Ada berbagai jenis naksah, dan semuanya memiliki tim produksi yang bagus. Kamu dapat memilih yang kamu suka. "

Mendengar itu, mata Catherine Jiang jatuh ke meja kopi.

Semua naskah itu adalah naskah skenario film. Hanya dengan melihat nama penulisnya, orang-orang yang mengerti akan perfilman pasti akan tahu itu bukan naskah sembarangan. Catherine Jiang melihat satu per satu dan kemudian memilih skenario film dengan tema komedi perkotaan. "Yang ini."

Menurut Ethan Lu, nona lan sudah menawarkan naskah-naskah terbaik, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Regina Cheng melirik, berpikir, "Oke, apakah kamu masih membutuhkan Darcy Xia sebagai agenmu ?"

Ketika mendengar nama Darcy Xia, mata Catherine Jiang memancarkan cahaya dingin, ia, "Tidak, aku hanyalah mahasiswa baru yang baru lulus, aku tidak membutuhkan manajer hebat seperti dia."

Darcy Xia adalah bawahan Ethan Lu. Menawarkannya lagi, apakah pria itu benar-benar ingin mengawasi semua gerak-geriknya?

Regina Chengmendengar ironi dalam ucapan ini, menghela napas dalam hati, dan berkata dengan hati-hati, "Kalau begitu aku akan mencari penggantinya."

Regina Chengmengklik daftar agen tablet di komputer tablet, yang berisikan daftar agen beserta daftar prestasi mereka. Reputasi artis dan aktor selama bekerja dengan mereka, daftar pekerjaan yang berhasil mereka berikan untuk para artis, dan lain-lain.

Setelah Catherine Jiang memperhatikan dengan teliti hingga halaman terakhir, ia menunjuk ke agen magang yang daftar prestasinya hampir kosong, "Dia."

"Dia?" Regina Cheng tampak terkejut. "Catherine Jiang, apakah kamu yakin? Ini adalah anak magang yang baru saja datang ke perusahaan. Dia baru saja lulus dari perguruan tinggi dan belum membawa artis dengan pengalaman apa pun."

Secara kebetulan, terdengar sapaan datang dari jauh. Darcy Xia, mantan agen Catherine Jiang, baru saja memasuki ruangan. Dia mengenakan pakaian profesional dan membawa tas kerja. Diskusi meja mencapai telinganya, dan dalam sekejap langkahnya terhenti dan matanya tertuju pada Catherine Jiang.

Sudut mata Catherine Jiang, melirik sosok yang sudah dikenalnya, matanya tenggelam, dan dia mengangkat suaranya, "Orang berpengalaman yang tidak menghabiskan waktunya padaku terkadang tidak sebagus pendatang baru. "

Setelah mengatakan itu, dia menoleh dengan anggun, dan tersenyum, "Benarkan, Kak Darcy?"

Terdengar samar gugaman kecil dari sudut ruangan.

Tidak ada yang menyangka Catherine Jiang bahkan berani mempermalukan Darcy Xia!

Tanpa perlu menunggu lama, seluruh perusahaan akan tahu bahwa Catherine Jiang menginginkan pendatang baru tanpa prestasi, dan tidak menginginkannya sebagai agen. Ini sangat merusak reputasinya di tempat kerja.

Jari-jari Darcy Xia mengepalkan dompetnya. Seluruh wajahnya merah dan tubuhnya gemetar dalam amarah.

Setelah mencapai tujuannya, Catherine Jiang berdiri dengan tenang, menarik kacamata hitam di kepalanya ke pangkal hidungnya, dan dengan bibir merahnya dingin dan cerah berkata anggun, "Kak Regina, kurasa sudah cukup, aku akan pergi dulu."