Bab 25 Diet

Ketika mereka tahu bahwa dia mengenal Ethan Lu, mereka segera mengerumuninya dan tersenyum seperti anak kecil sambil menanyakan hubungannya dengan Ethan Lu.

Catherine Jiang sama sekali tidak merasa bangga. Justru, ia merasa sedikit kesal.

Pria itu menganggap dirinya sebagai seorang raja, dan tidak membiarkan siapapun menyentuhnya. Memikirkan hal ini, ekspresinya langsung memburuk di hadapan kerumunan orang ini.

"Produser Xiao, apakah kamu benar-benar setuju dengan apa yang baru saja kamu bicarakan?"

"Nona Jiang cocok untuk semua aspek. Jangan bilang pemeran sampingan, bahkan pemeran utama pun tidak masalah!"

Produser Xiao sepertinya tidak bisa mengingat apa yang baru saja dia lakukan pada Catherine Jiang.

"Kalau begitu aku berterima kasih pada Produser Xiao?" Dia mengajaknya untuk bersulang. "Aku akan bersulang padamu."

"Ya," Produser Xiao buru-buru membalasnya. "Nona Jiang bisa mengganti anggur dengan teh."

Pelayan menyajikan teh dan Catherine Jiang meminumnya seteguk. Tubuhnya secara bertahap menghangat. Terdengar semua jenis pujian dari para pria di dalam kotak. Dia hanya suka mengabaikan mereka.

"Tuan Xing, maaf aku terlambat."

Catherine Jiang mengangkat kelopak matanya dan melihat Traci Xue.

Ia datang terlambat ke rencana yang ia susun sendiri. Tanpa perlu ditanyakan lagi tujuan kedatangannya adalah untuk untuk menertawakan Catherine Jiang. Sayangnya, dia terlambat.

Melihat orang-orang di sekitar Catherine Jiang, Traci Xue berpikir itu adalah kesempatan yang bagus untuk memulai permainan, melirik tangan Catherine Jiang, dan raut wajahnya sedikit berubah. "Catherine Jiang, Bagaimana mungkin kamu tidak ikut minum anggur bersama para manajer senior? Bukankah itu kurang sopan?"

Begitu kata-kata itu keluar, suasana di dalam kotak itu agak canggung.

Catherine Jiang memandang Traci Xue dengan santai dan berkata, "Produser Xiao, sudah kubilang aku tidak seharusnya minum teh. Lihat guru Xue, baru saja datang sudah bisa melihat ketidaksopananku. Sedangkan aku yang sudah daritadi disini akhirnya terlihat seakan sangat tidak sopan. Bagaimana mungkin aku bisa melakukan ini kepada kalian? "

Raut wajah para pria itu serentak memburuk. Produser Xiao menatap Traci Xue dan berteriak, "Xue, apa yang kamu bicarakan? Sudah terlambat, kamu bahkan bersikap seperti ini terhadap Nona Jiang? Di dalam lingkaran ini dia juga seniormu! "

Traci Xue tertegun dan berkata, "Produser Xiao, bukan itu maksudku ..."

"Tidak usah mencari alasan! Kamu semakin lama semakin tidak tahu apa-apa, bukannya meminta maaf pada Nona Jiang. "

Wajah Traci Xue kaku, dan ditangannya sudah ada segelas anggur yang dituangkan Presiden Xing.

Seluruh mata tertuju padanya, dan Traci Xue tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk sejenak. Sadar akan tatapan mengancam dari Presiden Xing, dia meneguk habis segelas anggur dan kemudian memandang Catherine Jiang, "Maaf."

Catherine Jiang bahkan tidak mengangkat kelopak matanya. Dia melambai dengan dingin. "Sudah, sudah. Lagian kita semua sudah cukup akrab, tidak perlu seformal itu."

"Kamu..."

"Oke, Xue akan datang ke sini untuk duduk," Presiden Xing takut Traci Xue membuat masalah lagi, jadi dia buru-buru memotong pembicaraan antara keduanya dan menariknya ke samping untuk duduk.

Melihat orang-orang di sekitar Catherine Jiang, wajah Traci Xue marah, "Tuan Xing, ada apa? Apakah orang-orang ini begitu terpesona oleh Catherine Jiang?"

"Turunkan suaramu," Presiden Xing memelototinya dan dan membalasnya dengan volume rendah. "Aku memintamu untuk membawa seseorang untuk datang ke sini. Namun haruskah kamu membawa dia?"

"Ada apa? Catherine Jiang tidak memiliki latar belakang dan tidak memiliki status. Bukankah dia orang yang tepat untuk menemani mereka?"

"Tidak ada latar belakang? Sepertinya otakmu sudah kemasukan air." Presiden Xing menatapnya dengan dingin. "Hari ini kamu sudah bekerja dengan buruk. Setelah ini lebih baik kamu bersembunyi dari Xiao dan semua bos yang hadir. Dan mengenai Catherine Jiang, tolong jangan provokasi dia."

Mendengar itu, warna wajah Traci Xue menjadi malu. Menoleh ke arah lain, ia melihat Produser Xiao menyalakan rokok untuk Catherine Jiang, dan ia terbelalak seakan dagunya hampir jatuh.

Catherine Jiang baru saja ditinggalkan oleh seorang pengusaha sukses. Bahkan agensinya sendiri tidak menginginkannya. Apa yang salah?

Ditengah asap rokok, Catherine Jiang melihat wajah Traci Xue yang murung dan hatinya sangat senang.

Dia adalah orang yang selalu memberi kembali apa yang diberikan orang lain. Jika kamu memberikannya kepalan, dia akan membalasmu dengan tendangan. Anggap saja berkat dari Ethan Lu. Kaki ini akhirnya bisa menendang.

Keesokan harinya, perusahaan baru mengadakan audisi yang telah diumumkan lebih awal, dan Catherine Jiangsudah siap dengan wajah yang dirias dengan cantik.

Kak Regina, kepala perusahaan, menghentikannya di pintu ruang audisi. "Catherine Jiang, ikut aku."

"Ada apa? Kak Regina, aku menunggu audisi. Sebentar lagi giliranku."

"Kamu tidak harus audisi."

Kak Regina hanya memberinya kontrak dan berkata, "Agensi telah memutuskan untuk memutuskan kontrak denganmu."

"Memutuskan kontrak?"

Wajah Catherine Jiang berubah. "Kenapa? Aku baru saja menandatanganinya beberapa hari yang lalu, dan aku tidak melakukan kesalahan, kan?"

"Aku juga tidak tahu banyak. Ini adalah instruksi yang diberikan oleh bos sendiri. Kontraknya sudah siap. Sepertinya kamu belum diberi kesempatan untuk kembali. Selain itu, departemen keuangan akan memberikan kompensasi kepadamu yang akan masuk ke rekeningmu dalam dua hari. Kamu dapat menandatanganinya sekarang."

"Tidak," Catherine Jiang bingung menghadapi keputusan itu, "Kamu harus memberitahuku kenapa."

Wajah Kak Reginarumit. Dia menyerahkan sebuah pena dan berkata, "Catherine Jiang, pikirkan sendiri. Apakah kamu sudah menyinggung seseorang?"

Mendengar ini, wajah Catherine Jiang berubah dan dia langsung teringat dengan Ethan Lu.

Selain Ethan Lu, dia tidak mengenal siapapun yang memiliki kemampuan luar biasa.

"Kak Regina, aku mengerti."

Dia mengambil pena dan menandatangani, "Aku tidak akan mempersulit pekerjaanmu lagi. Terima kasih atas waktunya."

Kak Regina mengambil kertas kontrak itu kembali. "Ya, semoga jalanmu kedepannya lebih mulus."

Mulus?

Catherine Jiang mengerutkan kening. Dengan adanya Ethan Lu, dia takut jalannya tidak akan pernah mulus di dunia akting.

Setelah memutuskan kontrak, dia melamar ke beberapa perusahaan ternama dan bahkan perusahaan kecil. Ketika mereka melihat resumenya, tidak ada perusahaan yang menginginkannya.

Ethan Lu, sepertinya dia benar-benar tidak menginginkannya di dalam dunia akting.

Catherine Jiang tidak ingin menyerah begitu saja, bagaimana dengan profesi lain? Dia ingin tetap berada di lingkaran hiburan. Dia tidak harus menjadi seorang aktris. Ada banyak jalan menuju Roma.

Jika dia tidak bisa menjadi aktris, menjadi model pun sudah lebih dari cukup!

Pada malam hari, saat makan, Mortimer Jiang menambahkan daging babi rebus ke mangkuknya, "Kakak, kamu harus makan lebih banyak."

Catherine Jiang memandang, menaruh kembali daging babi rebus ke mangkukMortimer Jiang. Dia mengeluh, "Aku sedang diet. Kamu saja yang makan."

"Kakak, kamu sangat kurus. Berat apa lagi yang bisa kamu turunkan?"

"Bukankah aku menandatangani sebuah perusahaan permodelan? Beratku sekarang hampir tidak sesuai dengan standar. Orang-orang perusahaan menyuruhku menurunkan berat badan lagi, kalau tidak nanti bajunya tidak akan terlihat indah di foto."

"Kakak, kamu adalah aktris yang baik. Mengapa kamu mengubah karier?"

Catherine Jiang mengangkat bahu dan berkedip, "Menjadi aktris sangat lelah, sedangkan model sangat santai, terutama model pakaian. Hanya perlu berpose dan mengganti pakaian. Meskipun uangnya tidak sebanyak para aktris, ini sudah cukup. Aku tidak kekurangan uang sekarang. Untuk apa mencari penderitaan sendiri?"

"Begitukah?"

Mortimer Jiang melihat ke bawah meja dan melihat pergelangan kaki Catherine Jiang yang bengkak. Dia mengerutkan kening.

Karena Catherine Jiang adalah seorang model, dia keluar lebih awal dan pulang larut hampir setiap hari. Mengenakan sepatu hak tinggi setiap harinya, pergelangan kakinya kini seakan hampir patah.

Dia menyembunyikannya dari Mortimer Jiang, tetapi adiknya itu telah melihatnya beberapa kali dari jendela. Catherine Jiang turun dari taksi dengan sepatu berhak tinggi dan menginjak tanah tanpa alas kaki, kelelahan.

"Kakak, kamu ..."

Sebelum Mortimer Jiang dapat berbicara, telepon seluler berdering. Catherine Jiang melihat, dengan cepat menelan makanan di mulutnya, membuat tanda agar Mortimer Jiang tidak berbicara, dan menekan tombol jawab.

"Halo? Kakak Qiao."

"..."

"Ya, aku baru saja melakukan pemotretan pakaian renang."

Dia baru saja selesai memotret sekelompok sampul majalah baju renang pada sore hari. Karena pakaian yang digunakan cukup terbuka, maka bayarannya juga cukup tinggi.