Bab 15 Seberapa Banyak Uang Pun Tidak Dapat Menggantikan Rasa Sakitnya

Apartemen di Apricot Estate sangatlah mahal, dan Ethan Lu dapat memberikannya, tentu saja tak ada alasan baginya untuk menolak, ditambah lagi hubungannya dengan Ethan Lu sudah selesai, tidak penting juga jika ia masih merasa tidak enak hati, dia juga sudah cukup menderita dengan efek setelah operasi.

Operasi ginjal itu, ditambah dengan aborsi, tentu saja tubuhnya mengalami kerusakan yang besar, bahkan membuatnya berbaring di rumah sakit setengah bulan, setiap hari perawat yang mengantarkan makanan untuknya.

Mortimer Jiang menghubunginya, bertanya mengapa Catherine Jiang menghabiskan waktu lama di Kota N.

Kondisi tubuh Catherine Jiang masih belum membaik, maka dari itu ia mengirimkan alamat rumah sakitnya dan meminta Mortimer Jiang datang menjemputnya sendiri.

Sorenya Mortimer Jiang langsung sampai di rumah sakit.

Sampai ke ruang pasien, melihat wajah pucat Catherine Jiang dia pun terkejut, "Kak, bukannya dirimu bilang hanya akan periksa? Kenapa sekarang jadi lemah begini?"

Dia bahkan berkata ingin berteriak di depan dokter namun berhasil di haling oleh Catherine Jiang, dengan senyum tawar Catherine Jiang berkata: "Tidak salah. Aku memang datang untuk periksa, namun tersadar ada sesuatu yang tidak beres, makanya langsung diobati, sudah, ini bukan masalah besar, mari kita kembali."

"Benar tidak apa-apa? " Mortimer Jiang masih tak percaya. Dilihatnya dari atas kebawah kondisi kakak kandungnya, kemudian Catherine Jiang mengetuk kepala adiknya ringan demi meyakinkan dia sudah tidak apa-apa, baru Mortimer Jiang percaya dan membawanya pergi.

Baru saja keluar dari rumah sakit, dengan tidak beruntungnya dia bertemu dengan Ethan Lu .

Pria itu selalu memperhatikan penampilannya, namun sekarang dasinya longgar dia pun tidak peduli, tangannya memegang termos, berkata satu dua kata pada asistennya kemudian tersenyum tipis.

Setelah menyadari ada orang yang memperhatikannya, dia langsung mengarahkan padangannya ke orang itu, ada anak muda yang membantu Catherine Jiang berjalan, badan Catherine Jiang kurus, wajahnya putih pucat hampir tak terlihat aliran darahnya.

Catherine Jiang sedang mengandung dan dia menjalani operasi macam itu, siapapun tentu saja tak akan mampu menghadapinya.

Ethan Lu seperti hendak berbicara tapi Catherine Jiang tak berhenti berjalan sambil dibantu oleh anak muda itu.

"Tuan?" asisten yang dari tadi mengoceh baru tersadar bosnya malah tak memperhatikan, "Ada apa?"

"Anak muda itu, apakah dia adiknya yang koma selama dua tahun itu?"

"Saya sudah mencari, tidak salah lagi." Setelah menjawab pertanyaan itu hati Asisten Qin kesal, kemarin malam Ethan Lu meminta ia untuk mengirim uang ke Catherine Jiang, kayaknya dia ingin menghancurkan hubungan mereka berdua, bagaimana bisa dia bertanya seperti ini?

Ethan Lu meng-iyakan, membawa termos menuju ruang pasien dan berkata: "Beritahu Darcy Xia, berikan sumber berharga dari Joy Media pada Catherine Jiang."

Lagi pula Catherine Jiang sudah bersama dengannya dua tahun lamanya, besarnya rasa sakit yang dia rasakan tidak sepadan dengan uang yang dia berikan.

Asisten Qin pun meng-iyakan.

Mortimer Jiang tahu suasana hati kakaknya sedang tidak baik, dia juga tidak menanyakan kemana kakak ipar pergi. Setelah sampai apartemen, dia masih saja memasak untuk kakaknya makan malam.

Catherine Jiang memakan sesendok sayur, sembari memberikan ekspresi masam, "Sepertinya terlalu asin."

"Aku sudah dua bulan tidak masak, pasti ya begitu." Mortimer Jiang tidak peduli, dengan jahilnya berkata: "Perbanyak latihan pasti nanti enak, dijamin lain kali pasti kakak puji masakan ku!"

Catherine Jiang yang digoda pun tersenyum.

Catherine Jiang tidak nafsu makan, hanya makan semangkuk mie, melihat apartemen yang dia tinggali selama dua tahun ini, akhirnya hanya membawa perhiasan yang berharga, barang lainnya dia suruh Mortimer Jiang untuk membuangnya.

Kalau yang lama tidak pergi, yang baru juga tidak akan datang, lagi pula dia sekarang sudah kaya raya, baju bisa sembarangan beli!

Semua sudah dikemasi, Mortimer Jiang perlahan paham, tidak tahan bertanya: "Kakak dan kakak ipar....."

"Sudah putus, putus secara baik-baik. " Catherine Jiang sambil tersenyum seperti tidak ada masalah besar, "Aku tak tahan dengan kesibukannya, jadi kami memutuskan untuk putus, dia juga setuju."

"Pu..putus?" Mortimer Jiang terdiam disana, melirik perut kakaknya, "Tapi kakak kan sedang hamil, kalian putus, bagaimana dengan anak itu....."

Catherine Jiang memegang perutnya, berusaha agar tak terdengar bergetar suaranya, "Justru karna putus, tidak mungkin aku berikan anak kita ke orang lain, makanya aku melepaskannya."

"......."

Mortimer Jiang tiba-tiba memberi ekspresi yang tidak enak dilihat, dia langsung pergi mencari tas Catherine Jiang, menggertakkan giginya: "Pasti pria itu yang memaksamu kan? Aku akan menelepon bajingan itu, aku akan memukulnya sampai mati!"

"Mortimer, jangan menyebabkan kekacauan." Catherine Jiang menahan tangan adiknya, berkata dengan lembut: "Kita beneran putus dengan damai kok, aku yang tidak mau anak ini, dia juga ganti rugi kok."

"Kak! " emosi Mortimer Jiang meledak, ingin memaki pria itu.

Catherine Jiang hanya memegang tangan adiknya erat-erat, sambil tersenyum berkata: "Mortimer, kamu dapat tersadar itu adalah hadiah paling berharga untukku, janji jangan ungkit lagi perihal masa lalu."

Satu ginjal ditukar dengan 80 juta dan kebebasan, dia lumayan puas.

Mortimer Jiang paham, dia tak berkata apapun lagi.