Bab 14 Bertaruh

"Tuan, kondisi nonaGu makin lama makin memburuk! " Dokter Zhao bergegas datang, dengan khawatir berkata: "Operasi kali ini sekali ada kesalahan kecil bisa gawat."

Kata-kata dokter membuat kelembutan hati Ethan Lu lenyap, dia menarik tangannya kembali, menunduk melihat Catherine Jiang, bertanya lagi: "Catherine Jiang, apakah kamu sudah memikirkannya baik-baik?"

Hati Catherine Jiang meredup.

Dia awalnya ingin bertaruh.

Bertaruh, dua tahun yang dia habiskan bersama Ethan Lu, apakah ada perasaan antara mereka berdua, dia juga belum punya anak, apakah dia sudi menerima anak ini?

Melihat wajah Ethan Lu yang berantakan, dia mengira dia menang. Alhasil kata dokter membuat ekspresi Ethan Lu berubah lagi menjadi dingin, takdir sepertinya benar-benar ingin menghancurkan hidup Catherine Jiang.

Ethan Lu melihat ia hanya diam saja, emosinya pun tak terkontrol.

Belum selesai berkata di telepon, pria itu langsung mengirimkan alamat, apartemen yang dibeli Catherine Jiang di pinggiran barat, sepertinya kalau Catherine Jiang tidak setuju, Ethan Lu akan segera menyuruhnya untuk menemukan Mortimer Jiang.

"Sudah kupikirkan matang-matang." Sembari memegang erat perutnya, seperti sedang mengontrol tubuhnya agar tidak bergetar. Bibirnya terangkat berkata: "Aku mau 80 juta, dan hubungan kita berakhir!"

Dia membuka harga yang sangat tinggi, tapi Ethan Lu tak terkejut, "aku akan segera minta Lexus Qin mengirimkannya ke rekeningmu."

"Baiklah, terimakasih Tuan." Catherine Jiang tersenyum, mencoba dengan santai berkata: "Lagi pula, aku hanyalah mainan bagimu, kalau aku benar-benar melahirkan anak ini, dia yang paling menderita."

Selesai bicara, dia tak lagi melihat wajah pria itu dan meninggalkannya.

Melihat senyum tegar dan wajah pucatnya, membuat hati Ethan Lu tidak merasa bersalah, sampai orang yang sedang dia hubungi di telepon berhati-hati bertanya, dia baru kembali tersadar, sesudah berkata "Tidak usah " dia segera menutup teleponnya.

Catherine Jiang dan dokter bersama-sama memasuki ruangan operasi.

Didalam ruangan itu terlihat banyak perawat dan dokter, terlihat gugup, operasi donor ginjal ini sangat tegang, dan lagi disampingnya terbaring gadis berbaju pasien.

Rambut wanita itu coklat panjang, kulitnya pucat hampir tak terlihat aliran darahnya.

Sembari melihat wajah cantik gadis itu, ia berpikir, merasa seperti pernah melihat wajah gadis ini di suatu tempat, namun belum sempat selesai berpikir, efek suntikannya membuat ia menutup matanya.

Ketika dia sadar lagi, dia dalam sebuah bangsal, langit diluar jendela gelap.

Catherine Jiang mencoba bangun, namun tubuhnya seperti tidak ada kekuatan untuk melakukannya, kebetulan ada perawat datang mengganti obat sambil menjelaskan efek setelah operasi memang seperti itu, besok juga akan pulih sendiri.

Catherine Jiang bertanya: "Anakku...tidak bisa selamat ya?"

"Tentu saja, melihat jenis operasi yang kamu lakukan, mana mungkin kita bisa menyelamatkan anak yang kamu kandung." Perawat itu sempat menelan ludah, seperti ragu-ragu memberitahunya.

Perawat itu tidak tega untuk melanjutkan kata-katanya, setelah mengganti obat pun dia langsung tergesa-gesa keluar ruangan, sedangkan Catherine Jiang pelan-pelan menyentuh perutnya, beragam perasaan pahit bercampur jadi satu di hatinya, dia sangat amat menderita.

Alhasil bayi kuat yang dikandungnya pun tak berhasil ia jaga.

Ia pun meminum obat yang perawat itu beri, ia perlahan-lahan mengantuk dan tidur.

Hari kedua bangun, tubuhnya terasa jauh lebih baik, dia sudah bisa duduk.

Dia mendengar dari para perawat, operasi ginjalnya sukses. Tunangan Ethan Lu sudah dapat menggunakan ginjalnya dan tidak ada efek apapun, pagi ini baru saja sadar, tentunya Ethan Lu tak selangkahpun meninggalkan tunangannya.

Catherine Jiang juga mendengar Ethan Lu dan tunangannya tumbuh bersama, kedua keluarganya pun sudah setuju, sebelumnya tunangannya bersekolah di luar negeri, kali ini kembali bukan saja karena penyakitnya tetapi juga ingin melanjutkan pernikahannya dengan Ethan Lu .

Mendengar gossip para suster membuat Catherine Jiang tersenyum pahit.

Dia dulu sempat mendengar kabar Ethan Lu sudah mempunyai tunangan, tak disangka ternyata semua itu benar, dan Ethan Lu bahkan begitu mencintai tunangannya, ternyata dia selama ini hanya menunggu tunangannya kembali.

Suara "Ding" dari telepon Catherine Jiang berbunyi, ada pesan masuk.

Ternyata pesan itu dari akun banknya, 80 juta yang diberi Ethan Lu sudah masuk, dan dua pesan lainnya berkata dia sudah membeli satu apartemen di Apricot Estate atas nama Catherine Jiang.

Catherine Jiang pun membalas pesan dan berterimakasih, lalu tidak ragu-ragunya memblokir semua kontak Ethan Lu .