Bab 9 Uang Yang Didapat Semua Untuk Membiayai Adik

Setelah Ethan Lu mandi, Catherine Jiang mencubit bahunya seperti sebelumnya.

"Aku ambilkan handuk dulu.", saat Catherine Jiang hendak sekalian mengganti baju tidur, Ethan Lu meraih tangannya, Catherine Jiang seketika jatuh ke bak mandi dan berbaring di atasnya. Catherine Jiang meletakkan kedua tangannya di bahu Ethan Lu .

"Be..Beberapa hari ini aku tidak bisa. " Catherine Jiang pun mendorongnya, tidak melupakan pesan dokter, harus menjaga tubuh baik-baik, ia bergumam: "Aku sedang... datang..."

Dia tahu Ethan Lu adalah seseorang yang menjaga kebersihan, setelah dia menyelesaikan kata-katanya pasti Ethan Lu tidak mau menyentuhnya lagi.

Ethan Lu seperti disiram sebaskom air dingin, wajahnya tampak suram, dan dengan nada yang tak bahagia ia berkata, "Seingatku bukannya kamu selalu akhir bulan datangnya? Bagaimana bisa awal sekali sudah datang?" Catherine Jiang mengangguk, "Kamu juga tahu tubuhku sedang dalam kondisi yang tidak baik, jadi.."

"....."

Lalu dia langsung kabur dari kamar mandi.

Setelah Ethan Lu selesai mandi, Catherine Jiang membantunya memakai jubah mandinya, dengan suara lembut menggodanya, wajah pria baru membaik.

"Tuan, apa yang membuatmu membawaku ke Kota N?" Catherine Jiang memijit punggung Ethan Lu sembari bertanya, "Ada masalah yang bisa kubantu?"

Dua tahun ini, ada saatnya sesekali, dia akan menemani Ethan Lu ke beberapa resepsi.

Dia kira kali ini akan sama.

Ethan Lu tidak berbicara, tetapi mengulurkan tangan ke pipi wanita itu, menaruh rambut ke belakang telinganya, terlihat sangat cantik.

Sudah dua tahun.

Dua tahun sudah wanita ini disampingnya, mulai dari bentuk tubuh masih gendut sampai kembali menjadi ideal. Tahu apa yang dia inginkan, tidak pernah melanggar aturan, tidak tahu seberapa sukanya dia.

Dia menyukai Catherine Jiang yang seperti ini. Bisa diajak hidup bersama.

Hanya saja.....

Jika bukan karena jenis darah Lydia Gu khusus, dan lagi Catherine Jiang punya jenis darah yang sama dengannya, bahkan kesamaan ginjal begitu tinggi sehingga ia tidak ingin Catherine Jiang untuk melakukan operasi.

"Bukannya tadi kamu bilang tubuhmu sedang tidak sehat? Aku membawamu untuk memeriksanya."

Ketika terpikir tentang operasi, menghadapi Catherine Jiang, Ethan Lu menjadi penuh kelembutan. "Aku punya teman di luar negeri jurusan kedokteran, sekarang dia sedang bekerja di rumah sakit Kota N, nanti akan kuminta dia untuk memeriksamu."

Suaranya yang lembut membuat Catherine Jiang tersanjung.

Selama dua tahun terakhir, Ethan Lu sesekali padanya sangat lembut, tetapi tidak pernah seperti sekarang, merengkuhnya dalam pelukan, berbicara begitu lembut.

Pelan-pelan Catherine Jiang menyentuh perutnya sambil berpikir, jika dia melakukan pemeriksaan, perihal dia mengandung pasti akan ketahuan, ketika saat itu datang, kira-kira bagaimana reaksi Ethan Lu?

"Ada apa?" tanya Ethan Lu . Catherine Jiang tak menjawab, dicubitnya kedua pipi Catherine Jiang. "Tidak mau?"

"Bukan." Catherine Jiang melayangkan senyumannya, menaruh kedua tangannya di leher Ethan Lu, dengan lembut berkata: "Tuan begitu baik, mana mugkin aku tak mau, hanya saja terlalu senang."

Tentang kehamilan, lebih baik tunggu pemeriksaan keluar biarkan dia tahu sendiri.

Catherine Jiang berada di dalam pelukan Ethan Lu, dia tidak tahu bagaimana ekspresi pria itu.

Didalam mata pria itu, muncul rasa bersalah.

Ketika Catherine Jiang pergi ke lokasi syuting, dia segera memantau. Tapi karna kamar mandi terlalu banyak orang, tidak tahu siapa mendorong siapa. Lagi pula dia baru di kelompok ini, dia tak kenal banyak orang, jadi tidak sempat bertanya siapa yang mendorongnya.Ditambah lagi saat syuting, mata Traci Xue tak berhenti-hentinya melihatnya, jadi dia bisa menebak siapa yang melakukannya. Catherine Jiang tak bersuara. Tunggu Traci Xue pergi ke toilet barulah dia sembunyi-sembynyi mengikutinya.

Segera setelah Traci Xue memasuki kamar kecil, dia menumpahkan semua pembersih tangan di atas ubin lantai, dan dengan puasnya meninggalkan lokasi.