Bab 5 Memang Bergantung Pada Seorang Pria

"Oh, saya memang bergantung pada pria, lalu apa salahnya?" untuk hal ini, Catherine Jiang mengaku di depan semua orang, sedikitpun tidak merasa malu.

Traci Xue tidak mengira bahwa ia akan mengaku didepan publik, lalu tiba-tiba tertawa: "Kamu sudah tidak tahu malu berkata seperti ini? Karena tipe orang seperti kamu di dunia hiburan ini, dunia ini baru menjadi begitu buruk..."

"Benarkah?" Catherine Jiang menanggapinya, tertawa sambil berkata: "Tapi, bagaimana aku dapat menemukan Nona Xue bergantung pada pria, bahkan telah melebihiku, menempeli orang seperti kulit anjing."

Raut wajah Traci Xue nampak panik, kemudian ia menatap Catherine Jiang: "Apa yang kamu bicarakan?"

Catherine Jiang mengangkat bahunya, dengan polos berkata: "Aku tidak berbicara omong kosong, aku kenal pria itu, ia juga berasal dari sekolahku, hanya 1 tahun lebih tua dariku, keluarganya sangat kaya, aku juga mengenalnya dengan baik!"

"Kamu...." setelah terbongkar, Traci Xue tidak tahu bagaimana caranya untuk menyangkal hal itu, menatap Catherine Jiang dengan serius.

Orang-orang disekitarnya menatapnya dan berbisik.

"Hahaha, hanya bercanda, Nona Xue tidak mungkin orang yang seperti itu!" saat keadaan menjadi sangat canggung, Catherine Jiang tertawa, lalu menepuk bahunya Traci Xue, "Nona Xue jangan di masukkan kehati."

Setelah berkata lalu membalikkan badan berjalan, Traci Xue hanya berdiri dan mengepalkan tangannya.

Ini semua benar, apakah Catherine Jiang bercanda atau tidak, semua kru juga mengira ia bergantung pada seorang pria! Mengingat ia telah mengikuti audisi berkali-kali, namun itu hanya berpura-pura saja.

Catherine Jiang selalu menyukai drama modern ini, dan ia tidak perlu menunggu Ethan Lu, ia memiliki cukup waktu untuk menghafal teksnya, dengan sangat cepat ia sudah bisa masuk kedalam perannya.

Namun Traci Xue, mungkin akibat percakapan yang sebelumnya itu, membuatnya tidak ingin bermain melawan Catherine Jiang, NG terus menerus, sesampai sutradara yang marah itu hampir melemparkan topi padanya.

Traci Xue dengan tersenyum meminta maaf, dalam tatapan yang gelap melihat kearah Catherine Jiang beberapa kali, ia berharap agar bisa merobeknya berkeping-keping, Catherine Jiang tertawa-tawa berbincang dengan orang lain, seperti tidak melihatnya sama sekali.

Satu adegan telah selesai syutting, saat waktu istirahat Catherine Jiang pergi menuju ke kamar mandi.

Setelah mencuci tangannya lalu mengeringkannya di bawah pengering, telepon genggam yang dibawanyapun berdering.

Saat dilihat ternyata rumah sakitlah yang meneleponnya, Catherine Jiang tidak mengeringkan tangannya dengan benar, dengan tergesa-gesa mengangkat telepon itu, berbicara sedikit bingung: "Dokter, apakah penyakit adikku kambuh lagi dok?"

"Bukan, Nona Jiang anda tidak perlu khawatir, adikmu baik-baik saja." Dokter menenangkan Catherine Jiang, "Apakah sore ini kamu ada waktu kosong? Adikmu sudah sadarkan diri, datanglah kemari untuk menjenguknya. "

Sudah sadar?

Catherine Jiang tidak tahu ada berapa banyak penderitaan di dalam dua tahun ini, hanya menantikan, memohon, tapi lagi dan lagi, ia dikecewakan, sampai ingin mengirim orang keluar negeri untuk berobat, tak menyangka orang itu akhirnya telah sadarkan diri.

Berita itu begitu mengejutkan, dia tidak merespon untuk waktu yang lama.

Sesampai dokter itupun berteriak 2x padanya, Catherine Jiang yang sedang diteriaki lalu dengan segera berlari keluar, lalu berkata: "Sekarang aku ada waktu kosong, sekarang pergi menuju rumah sakit! Sekarang pergi!"

Catherine Jiang menyadari adiknya telah sadarkan diri, tidak mempedulikan orang sekitarnya, punggungnya terasa telah terdorong, ia menerjang ke depan tanpa persiapan apapun, perutnya menghatam ujung meja.

Perutnya terasa sakit.

Catherine Jiang menghirup udara dingin, melihat kebelakang tidak ada orang, dia tidak peduli, berlari dengan menutup perutnya, naik ke dalam mobil asisten lalu meminta supir untuk segera pergi ke rumah sakit.

Hantaman itu benar-benar menyakitkan, Catherine Jiang masuk kedalam mobil dengan napasnya yang megap-megap, merasakan kursi yang ia duduki seperti basah, ia melihat ke bawah dan menemukan bahwa ada warna yang gelap nampak pada rok ungunya.

Supir juga mencium adanya bau darah, tidak tahan bertanya: "Nona Jiang, apakah kamu datang bulan?"

"Tidak apa-apa, teruskan menyetir saja. "Catherine Jiang juga memperkirakan bahwa itu adalah waktu menstruasinya yang maju, lalu ia mengambil jas yang berada dibelakang mobilnya, tapi kram di perutnya masih membuatnya tidak nyaman.

Setelah mobil asistenpun sampai di rumah sakit, Catherine Jiang lalu tergesa-gesa masuk kedalam.

Setelah ia bersama Ethan Lu, di tangannya memiliki lebih banyak uang, memberikan adiknya pengobatan yang terbaik, sehari ada 3 suster yang bergantian menjaganya.

Sekarang, ruangan VIP yang sudah tampak seperti rumah, pria yang berbaring di tempat tidur sedang duduk di tempat tidur.

Orang muda mengenakan pakaian sakit bergaris, rambutnya sangat pendek, wajahnya terlihat sangat muda, nampak seperti orang yang berumur 18-19 tahun, mata hitamnya memiliki warna yang kosong, nampak sedang berpikir dimana dia berada.

"Mortimer......" Catherine Jiang melangkah kedalam ruangan, ia menatap anak muda yang sedang duduk diatas kasur itu, merasakan ini tidak nyata, ia takut ini hanya sebuah mimpi, lalu kemudian ia akan pergi untuk kedua kalinya.

"Siapa yang memanggilku?" Mortimer Jiang berkata sambil menoleh, saat melihat Catherine Jiang, matanya berkedip-kedip, kemudian ada senyum lebar diwajahnya, sangat terkejut dan berteriak: "Kakak, kamu datang?"

Dia berjuang untuk keluar dari tempat tidur, ia sudah berbaring dalam waktu yang sangat lama, kakinya sudah tidak kuat sama sekali, tidak bisa digerakkan.