Bab 30 Dimana Yang Tidak Sebanding Dengannya

Malam musim panas di Kota C sangat indah. Deretan gedung-gedung tinggi, jalan dan gang yang ramai, lampu yang berpendar, semuanya tenang dan nyaman.

Angin malam yang hangat dan lembab dengan bau Gardenia, berhembus masuk melalui jendela. Lamborghini sedang menuju ke Komplek Lodan di mana Kenzie tinggal.

"Kenzie, aku hanya memberimu waktu 10 menit, setelah pamit pada Ibu tirimu dan Kakakmu, segera keluar!" Nada bicara Reyhan sangat tegas yang membuat orang tidak bisa menolaknya.

"10 menit? Aku masih harus membereskan barang-barangku bukan?" Kenzie menatap Reyhan dengan tidak puas. Matanya masih lebam dan terlihat sangat menyedihkan.

Hati Reyhan melunak. Bibirnya malah masih dengan dingin berkata: "15 menit. Jika melampaui batas waktu, aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi."

Dasar tiran, iblis, orang gila, orang narsis! Kenzie diam-diam mengutuk di dalam hatinya, diam-diam memutar bola matanya pada Reyhan.

"Kenzie, jangan lupakan identitasmu!" Reyhan melihat gerakan Kenzie dari kaca spion, mengingatkannya dengan dingin.

Kenzie menghela nafas. Lupakan saja, berbicara dengan orang yang tidak masuk akal ini, masih lebih baik tidak macam-macam.

Melihat Kenzie tidak berbicara, bibir Reyhan mengulas senyum puas: "Wanita, akan lebih baik jika patuh."

Sudah sampai di pintu rumah Kenzie. Reyhan mengerutkan kening: "Kenzie, kamu tinggal di sini?"

Meskipun Agus sudah melaporkan padanya, Kenzie tinggal di sebuah kota kumuh di komplek Lodan, tapi Reyhan tidak menyangka lingkungan di komplek Lodan ini akan sangat buruk. Limbah ada di mana-mana, sampah ditumpuk, lalat beterbangan, apa ini tempat tinggal manusia!

Kenzie menatap pandangan mata Reyhan yang sedang menilai komplek kumuh yang kotor ini, mengangkat bahu dan tersenyum: "Memangnya Presdir Reyhan kira aku tinggal di mana? Hotel bintang lima? Atau villa mewah di tepi laut?"

Tubuh tinggi dan besar Reyhan sangat mencolok di komplek kumuh, dan Lamborghini-nya juga menarik perhatian orang asing.

"Bibi Lindi, putrimu membawa pulang orang kaya!" Ibu rumah tangga yang gendut itu berteriak pada ibu tiri Kenzie di luar pintu.

Reyhan mengerutkan kening, bau tumpukan sampah tercium, dia sudah hampir mati karena baunya.

"Kenzie, cepat pergi untuk berpamitan. Aku akan memberimu waktu 15 menit."

Kata-katanya belum selesai, Lindi dan Rena sudah keluar. Rena sangat jarang pulang, hari ini dia baru saja tiba di rumah, mendengar Kenzie membawa pulang orang kaya, dia bergegas keluar untuk melihatnya.

Melihat Lamborghini di luar pintu, mata Rena bersinar. Di sebelah Lamborghini itu berdiri seorang pria tinggi besar, wajah tampan yang membuat semua makhluk terpesona, garis wajah yang tegas, di setiap tempat dipenuhi dengan aura bagai raja. Bukankah itu adalah Reyhan?

Hati Rena sangat amat cemburu, dia sudah mencoba segala cara, tapi pada akhirnya, Kenzie yang menangkap pria itu!

Tidak, Reyhan pernah bertemu dengannya, apakah dia akan mengenalinya? Jika dia mengenalinya mungkin hal yang terjadi malam itu akan terungkap! Jika Reyhan menyelidikinya, maka bukankah dia akan tahu bahwa yang tidur dengannya malam itu adalah Kenzie!

Rena menatap gugup pada Reyhan.

Melihat Ibu tiri dan kakaknya keluar, Kenzie hanya bisa menyapa mereka dan berkata: "Bibi Lindi, Kak, ini Reyhan. Uang untuk merawat Ayah di rumah sakit dipinjam darinya."

Dipinjam? Hati Rena mencibir, menjual diri bukan? Bocah busuk ini, mengapa bisa begitu beruntung?

Selera Reyhan benar-benar tidak bagus, di mana letak dirinya yang tidak sebanding dengan Kenzie, ketika diusir dari kantor hari itu, Reyhan ternyata tertarik pada gadis bodoh ini!

Mata Reyhan sama sekali tidak melirik Lindi dan Rena, dia tidak tertarik untuk mempedulikan wanita kumuh dan miskin ini!

Dengan dingin mengangguk, Reyhan melangkahkan kakinya, kembali ke mobil, bau dari tumpukan sampah membuatnya tidak bisa bernapas!