Bab 29 Kerileksan Yang Tidak Dapat Dikatakan

Sikap Kenzie membuat Reyhan marah. Tangan besar itu meraih dagu Kenzie, memutar kepala Kenzie dengan keras agar wajah Kenzie menghadap padanya.

"Katakan! Jangan menguji kesabaranku!" Kesabaran Reyhan sudah di ambang batas.

"Apa ini ada hubungannya denganmu? Lepaskan tanganmu!" Kenzie dengan kejam melotot padanya.

"Tidak ada hubungannya denganku?" Reyhan tersenyum dingin, "Jangan lupa, kamu adalah wanita simpananku, sebagai wanita simpananku maka kamu harus mematuhi aturan yang harus dipatuhi."

Wanita simpanan.

Kenzie adalah wanita simpanannya. Tapi masih dengan begitu konyol menginginkan harga diri.

Kenzie merasa dirinya benar-benar bodoh. Memangnya Kenzie pikir dia itu siapa? Hanyalah seorang wanita simpanan saja!

Gigi putihnya menggigit bibir pucatnya dengan erat, Kenzie mengangkat pandangannya, suaranya sangat dingin dan mengerikan: "Ya, aku hanyalah seorang wanita simpanan. Aku tidak seharusnya memiliki harga diri, aku tidak seharusnya memiliki kebebasan. Aku miskin, aku rendah, jadi aku hanya pantas disuruh-suruh oleh orang, hanya pantas diperlakukan dengan kasar. Bisa dipandang oleh orang seperti Presdir Reyhan, itu adalah berkat terbesar dalam hidupku. Aku harusnya patuh, jika berkata ke timur, aku tidak boleh ke barat. Jika kamu berkata cerah, maka aku tidak boleh berkata hujan. Benar kan?"

Sebuah kalimat panjang, dengan tajam menggores wajah Reyhan.

Reyhan menatap Kenzie lekat, dalam keterkejutannya, ada perasaan bagai dicuci otak - apa yang wanita kecil ini bicarakan?

Sejak menerima Group Realtech pada usia 18 tahun, tidak ada lagi yang berani berbicara dengannya dengan nada seperti ini. Perkataan yang tajam dan sini seperti ini, benar-benar kurang ajar. Selain itu, perkataan itu diucapkan dari mulut seorang gadis kecil yang tampak lemah.

Pria tinggi dan besar itu terus menatapnya untuk sekian lama, sudut bibirnya tiba-tiba membangkitkan senyum sinis.

Senyum itu sangat dingin.

"Kenzie, siapa yang memberimu keberanian berani berbicara denganku seperti ini? Jangan lupa, Ayahmu Michael, masih berbaring di ranjang rumah sakit yang kupersiapkan untuknya, obat-obatan, Dokter, semuanya aku yagn mengatur. Aku sama sekali tidak perlu menggerakkan jariku, dia bisa mati!"

Senyum sombong Reyhan itu seperti Setan di neraka.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" Kenzie berkata dengan gemetar, berusaha menekan rasa takutnya.

Reyhan menatapnya, menyipitkan matanya, mengangkat jari-jarinya dengan lembut, dan mengangkat dagu Kenzie: "Kamu adalah wanita yang cerdas, kemu mengerti maksudku. Mulai hari ini, kamu harus mematuhi sepuluh aturan sebagai wanita simpananku."

"Aturan sebagai wanita simpanan?" Kenzie menatapnya, wajahnya pucat, matanya hampir dipenuhi kabut.

"Aturan pertama, mulai hari ini, kamu keluar dari semua pekerjaan paruh waktu dan pindah ke rumahku."

"Aturan kedua, kemana pun kamu pergi, pastikan untuk melaporkannya padaku terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuanku."

"Aturan ketiga, selamanya tidak boleh berbohong padaku."

"Untuk saat ini aku baru memikirkan tiga aturan ini, tujuh aturan lainnya nanti baru ditambahkan." Nada bicara Reyhan tidak mengijinkan Kenzie untuk mengajukan keberatan.

Kenzie menundukkan kepalanya, rambut panjangnya yang halus dan lembut meluncur turun melewati wajahnya, menghalangi ekspresinya, jantung Reyhan entah kenapa melunak.

Menyibakkan rambutnya, memperlihatkan wajah sampingnya yang cantik, Reyhan berkata dengan lembut di telinga Kenzie: "Sekarang, katakan padaku, siapa pria tadi malam? Apa itu Kakak kelas yang tidak bisa kamu lupakan?"

Kakak kelas? Steven? Hati Kenzie tiba-tiba menegang.

Kakak kelas, Kak Steven-nya. Dia sudah lama menghilang dari kehidupannya. Dalam kehidupan ini, sudah tidak mungkin saling berhubungan lagi.

Mengangkat pandangannya dan tersenyum, Kenzie berkata dengan datar: "Bukan. Dia adalah teman sekelasku."

Mata gelap Reyhan menatap lekat pada Kenzie, sepertinya ingin terus melihat masuk ke dalam hatinya.

Di mata Kenzie, Reyhan hanya melihat acuh tak acuh. Karena itu, dia seharusnya tidak berbohong. Reyhan bangga hati, kemudahan yang tak bisa dijelaskan.