Bab 28 Tidak Ada Hal Yang Bisa Dibicarakan

Reyhan yang tiba-tiba muncul, membuat Kenzie dan Luffy yang berada di pintu masuk toko bunga tertegun.

Melihat mata Reyhan yang haus akan darah itu dengan lekat menatap Luffy, Kenzie tiba-tiba panik, Kenzie sangat memahami temperamen Reyhan. Dia benar-benar gila!

"Luffy, cepat lari!" Kenzie melangkah maju menghalangi Reyhan, menoleh dan berteriak pada Luffy.

Meskipun Luffy adalah pria besar setingga 180cm, tapi jika dibandingkan dengan Reyhan, dia masih tampak lebih lemah.

Alis tebal Reyhan mengerut lebih dalam! Tangannya mengepal dengan erat, buku-buku jarinya memutih, dia benar-benar marah hingga mencapai batasnya! Kenzie, dia sedang membela selingkuhannya!

Luffy menatap Reyhan dan sedikit tidak bisa memahami situasinya.

Tidak menungguk Luffy bereaksi, wajahnya sudah menerima tinjuan! Reyhan seperti singa yang sedang marah, kemudian tinjuan lain kembali dilayangkan, mata Luffy seketika memar kebiruan!

"Reyhan! Apa yang sedang kamu lakukan! Dasar gila!" Kenzie bergegas menghalangi di depan Luffy. Sepasang matanya tertutup kabut, menatap Reyhan dengan penuh kebencian.

Apa dia berpikir hidupnya tidak cukup kacau?

Reyhan merasa sesak, Kenzie dengan begitu jelas melindungi Luffy, kedua matanya yang tajam itu memicing dengan berbahaya, "Kenzie, minggir! Jangan sampai aku juga ikut meninjumu!"

Luffy dengan tidak terduga melayangkan dua tinjunya, sangat amat marah, mengepalkan tinjunya dengan erat dan menerjang Reyhan.

Reyhan tersenyum dengan dingin, memukul dengan pukulan yang amat kencang!

Melihat tinju itu akan mengenai wajah Luffy, Kenzie sudah tidak mempedulikan apapun lagi, berdiri dan menghalangi di antara keduanya! Tinjunya sangat kencang, dengan kejam jatuh di wajah Kenzie!

Kenzie merasa pusing, merasa ada cairan di hidungnya yang sepertinya mengalir keluar ... kemudian dia pingsan!

Di bangsal VIP yang bersih dan rapi, alis Reyhan mengerutkan alisnya yang tebal, duduk di samping ranjang menatap Kenzie.

Wajah yang pucat, warna bibirnya yang merah muda memudar, sangat pucat hingga membuat orang lain merasa tidak tega. Tidak tega? Reyhan terkejut dengan kata-kata ini! Tidak tega? Apakah perasaan tidak tenang di dalam hatinya ini adalah rasa tidak tega?

Mata Reyhan yang tajam sangat jarang terlihat bimbang, bagi dirinya, wanita itu seperti pakaian, dikenakan lama kemudian dibuang. Bagaimana mungkin dia memiliki perasaan tidak tega seperti ini pada wanita?

Benaknya kacau, wanita kecil ini benar-benar telah mengacaukan hidupnya!

Ketika Kenzie bangun, perlahan-lahan membuka matanya, kebetulan menatap mata Reyhan yang sedang menatapnya sambil melamun.

Pandangan mata Reyhan lembut, Kenzie pikir matanya rabun! Menggosok matanya, kemudian kembali melihat mata Reyhan. Benar saja, mana mungkin ada pandangan lembut di mata Reyhan, sangat jelas hanya ada kesombongan dan ketidakpedulian.

Kemudian Kenzie takut dan menepuk-nepuk dadanya sendiri: Kelembutan tadi itu benar-benar matanya yang rabun! Reyhan orang yang seperti itu, selain mementingkan diri sendiri, menggunakan kekerasan, apa lagi yang bisa dia lakukan!

Reyhan terkejut dikarenakan Kenzie yang tiba-tiba membuka mata. Dengan cepat menyembunyikan emosinya. Suara itu dengan dingin bertanya: "Sudah sadar? Siapa pria tadi malam?"

Kemarin Kenzie pingsan, Reyhan hanya mempedulikan untuk menelepon ambulans, mengabaikan pria itu yang berbaring di tanah, dan tidak menanyakan asal usulnya.

Ketika mendengar pertanyaan Reyhan, Kenzie menghela nafas. Apa-apaan pria ini!

Kenzie menolehkan kepalanya, tidak ingin mempedulikan Reyhan. Tidak ada yang perlu dibicarakan dengan orang yang agak tidak masuk akal.