Bab 27 Pengakuan Yang Berani

Reyhan tidak sabar: "Kuperingatan, jawab pertanyaanku!"

Kenzie menyeringai: "Dasar gila." Kenzie ingin menutup telepon.

"Cobalah kalau kamu berani menutup teleponku!" Reyhan menebak pikiran Kenzie dan memperingatkannya.

Alis Kenzie mengerut, bekerja keras sepanjang malam membuatnya kelelahan, sama sekali tidak ingin bertengkar lagi dengan pria itu, "Kenapa aku harus memberitahumu?"

Mata hitam kelam Reyhan memancarkan cahaya haus darah: "Kenzie, jangan lupa akan kontrak kita! Jika aku tahu kamu bersama dengan pria lain, maka kamu akan mati! Mengerti!"

"Dasar gila!" Kenzie mengerutkan kening dan menutup telepon.

"Tutt tutt tutt tutt ..." Suara telepon yang terputus di malam yang sunyi, nampak sepi dan canggung!

Reyhan dengan erat menggenggam ponselnya, seakan sedang mengcengkram Kenzie.

Wanita ini, ternyata berani menutup teleponnya!

Pandangan matanya dingin, malam sudah larut, tapi Reyhan malah tidak mengantuk, dia mengambil jasnya yang tergeletak di sofa, meraih kunci mobil, dan berjalan keluar menuju pintu.

Di toko bunga. Kenzie membungkus seikat bunga terakhir, mengemas barang-barangnya, bersiap menutup pintu. Ketika berbalik, melihat sesosok bayangan panjang di luar pintu yang berjalan ke arahnya.

"Kenzie, apa sudah selesai kerja?" Itu adalah teman sekelas Kenzie, Luffy.

"Ah, Luffy, kamu, kenapa kamu ada di sini?" Kenzie mengusap dahinya, benar-benar merasa sakit kepala. Tadi baru saja menyingkirkan Reyhan, sekarang datang lagi Luffy.

Perasaan Luffy padanya, meskipun tidak pernah diungkapkan secara langsung, tapi Kenzie bukan orang bodoh. Jadi Kenzie tidak ingin terlalu banyak bersinggungan dengan Luffy.

"Kenzie, kamu pasti sangat lelah kan? Aku dengar dari Lexy kalau kamu bekerja di sini, hari ini aky kebetulan lewat, jadi aku datang melihatmu." Luffy tersenyum.

"Oh, biasa saja, sudah terbiasa. Aku ingin menutup toko dan pulang. Sampai jumpa besok!" Kenzie bergegas ingin Luffy pergi. Dia benar-benar lelah sekarang, hanya ingin cepat pulang dan tidur nyenyak.

"Kenzie, aku akan mengantarmu pulang, sini, aku akan membawakan tas milikmu." Kenzie tidak punya waktu untuk menolak, Luffy sudah membawakan tas milik Kenzie di tangannya.

"Oh, terima kasih kalau begitu!" Bagaimanapun dia adalah teman sekelasnya, harus bertemu setiap hari, Kenzie tidak ingin membuat hubungannya menjadi terlalu kaku.

Di bawah pohon di luar pintu, sebuah Lamborghini diparkir. Reyhan yang berada di dalam mobil, raut wajahnya benar-benar sangat masam.

Pria itu, apakah adalah "Kak Steven" yang disebut Kenzie? Tangan Reyhan menggenggam roda kemudi dengan erat, seakan hampir menghancurkan roda kemudi. Sepasang mata hitamnya itu dengan marah menatap interaksi "intim" antara keduanya di toko bunga.

Dengan perhatian membantu Kenzie menurunkan gerbang besi toko bunga, Luffy sangat bahagia, setelah mengejar Kenzie begitu lama, hari ini adalah pertama kalinya dia berkomunikasi begitu dekat dengannya. Biasanya, Kenzie memang sangat ceria dan murah hati, tapi dia selalu sangat sibuk, hampir tidak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi berdua dengannya.

Hari ini, dia harus menyatakan perasaannya!

"Kenzie! Apa kamu tahu? Aku menyukaimu sejak lama!" Luffy menatap mata jernih Kenzie dengan berani.

"Ah? Ini ... aku ..." Kenzie seketika tergagap, tidak bisa memikirkan bagaimana cara untuk menolaknya secara halus.

Penampilannya yang menundukkan kepala dengan kesulitan terlihat di mata Reyhan yang berada di dalam mobil, wajah Kenzie sangat malu dan gelisah.

Perasaan masam menerjang otaknya! Reyhan tidak bisa menahannya, kaki panjangnya melangkah keluar dari mobil, menutup mobil dengan kencang!