Bab 26 Bersama Siapa

Reyhan berusaha untuk menyingkirkan pikiran yang mengganggu di otaknya, bayangan wanita kecil di benaknya. Saat ini, dia hanya ingin melampiaskan, terserah siapa pun, mencari wanita manapun dengan asal, selama dia dapat membersihkan otaknya yang kacau itu hingga jernih!

Bersandar di sofa dengan santai, pandangan mata yang dalam itu sedikit tertutup, lengan yang kokoh itu merangkul pinggang wanita itu.

Namun, tepat ketika menyentuh wanita itu, tubuhnya seketika membeku.

Sialan! Perasaan apa ini!

"Pergi!" Reyhan dengan kejam menyingkirkan wanita itu dari atas tubuhnya, matanya yang dalam memelototinya dengan dingin!

"Tuan Reyhan ...Tuan Reyhan kamu..." Wanita itu membelalakkan matanya karena terkejut.

Raut wajah Reyhan benar-benar sangat tidak enak dilihat! Reyhan menyadari dia tidak merasakan apa-apa terhadap wanita di depannya!

Hanya karena orang yang ingin dia sentuh sekarang, orang yang ingin dikurungnya dalam pelukannya sekarang bukanlah dia!

"Sial! Cepat pergi!" Reyhan berteriak, menahan tubuh wanita itu yang masih menggeliat, menariknya menjauh dari tubuhnya, tubuh tinggi itu berdiri dan berjalan ke sisi jendela, membelakangi cahaya raut wajahnya penuh dengan amarah!

Membuka ponselnya, menemukan lokasi Kenzie melalui sistem GPS yang ada di ponsel Kenzie.

Alis Reyhan mengerut dengan dalam.

Sudah begitu larut, mengapa posisi di GPS menunjukkan bahwa Kenzie masih berada di toko bunga di kota. Apa yang seang dia lakukan di toko bunga? Apa pria itu sedang membelikan bunga untuk Kenzie?

Dengan tidak mudah akhirnya selesai memotong beberapa ratus tangkai mawar dan juga membungkusnya dengan bungkus plastik, Kenzie yang lelah dan berkeringat baru duduk dan beristirahat, kemudian ponselnya berdering.

Nomor asing.

Dia mulai curiga, sudah begitu larut, siapa yang masih akan meneleponnya? Ayah seharusnya sudah tidur dari tadi.

"Halo."

"Di mana?" Suara rendah datang, dingin dan sombong.

"Kamu siapa?" Kenzie hanya merasa suara itu sangat familiar, tapi karena terlalu lelah, otaknya sedang berhenti berproses, terlalu malas untuk memikirkan siapa orang itu.

Reyhan di ujung telepon dibikin diam tidak bisa berbicara. Wajah itu sangar jelas menunjukkan ekspresi dingin dan marah.

Wanita ini bahkan tidak bisa mengenali suaranya!

Apa karena ada pria di sebelahnya, jadi dia berpura-pura tidak mengenalnya?

Telepon itu hening untuk beberapa saat. Kenzie merasa aneh, melihat sekilas ke layar telepon, berpikir bahwa dia salah dengar.

"Sialan! Kamu sedang bersama siapa!" Reyhan berteriak dengan marah.

Kenzie baru bereaksi. Alisnya yang halus berkerut: "Kenapa kamu bisa memiliki nomor teleponku?"