Bab 25 Kegirangan Dalam Hati

Di vila di tengah malam, lampu kristal yang tergantung berpendar dengan mewah.

Reyhan dengan ganas meminum segelas wine, pandangan matanya dalam, seperti cheetah yang berbahaya.

Baru saja mandi, air yang ada di dahinya menetes bagai tetesan air kristal, jatuh di jubah mandi putihnya, dadanya setengah terbuka, dengan aroma unik pria dewasa, sombong dan juga santai.

Pintu kamar mandi diam-diam dibuka.

Sosok yang mempesona berjalan keluar, wajah yang lembut itu sedikit kemerahan, matanya dipenuhi dengan pandangan kekaguman pada pria, dengan menawan memandang pada pria yang sedang duduk di sofa kulit. Alis pria itu mengerut, sedang berpikir sesuatu.

Reyhan, kenapa kamu minum sendirian? Kenapa tidak memintaku menemanimu. "Wanita itu dengan sengaja menggunakan suaranya yang menggoda. Kedua lengannya dengan lembut melingkari lehernya.

Wajah Reyhan sangat dingin dan menakutkan, dia seakan memancarkan aura haus akan darah, wanita itu tersenyum ringan, mengulurkan jari-jari putihnya, mengelus alis Reyhan yang sedang mengerut.

Reyhan dengan angkuh mengangkat sudut bibir tipisnya, dengan dingin meletakkan gelas wine, kedua mata dinginnya menyapu wajah halus wanita itu.

Wajah ini sangat indah, parasnya hampir sempurna, merupakan sosok impian dalam mimpi semua pria.

Hanya saja saat ini, Reyhan tidak memiliki minat untuk menikmatinya. Dalam benaknya, penuh dengan sosok Kenzie!

Sialan! Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya?

Sepanjang malam, "Kakak" yang diucapkan oleh Kenzie terngiang di benaknya, sebenarnya siapa pria yang terus diingat oleh Kenzie?

Ketika Reyhan bersetubuh dengannya, yang dipikirkan Kenzie ternyata adalah pria lain!

Mata menghina Kenzie muncul kembali di matanya, wanita yang kehilangan kesuciannya seperti itu, ternyata masih berani bersikap seperti itu padanya!

Reyhan tidak merasa dirinya memaksa Kenzie untuk menandatangani kontrak jual beli tubuh, benar atau salah, sekarang, hidupnya telah kacau balau dikarenakan Kenzie!

Seperti malam ini, Reyhan seharusnya bisa bersenang-senang hingga puas. Tapi sekarang, dia bahkan tidak ingin melihat wanita di depannya ini!

Hidupnya sepertinya sudah mulai menyimpang dari jalur aslinya! Kondisi ini benar-benar sangat kacau!

Tidak, dia tidak bisa membiarkan keadaan seperti ini berlanjut.

"Siapa namamu?" Suara Reyhan masih dingin. Dengan sedikit tidak sabar.

"Tuan Reyhan, namaku Ruby. Aku baru saja memberitahumu. Apa kamu sudah lupa?" Wanita itu berkata dengan suara lembut.

Reyhan menggelengkan kepalanya, menghempaskan bayangan Kenzie di benaknya. Malam ini, dia ingin bersenang-senang hingga puas.

"Buka bajumu!" Reyhan memerintah. Tidak ada kehangatan di matanya.

Ruby seketika terpaku. Setelah dia bereaksi, jantungnya berdetak kencang, hatinya sangat gembira. Dia awalnya hanyalah aktris bintang tiga, dia sudah lama mengincar Reyhan. Siapa yang tidak tahu Reyhan yang begitu kaya, berkuasa, dan dia juga sangat mahir dalam urusan wanita!

Dapat menghabiskan malam menemani Reyhan, bahkan jika Reyhan tidak bisa memberinya posisi pemeran utama dalam film yang diinvestasikan, setidaknya dia bisa menukarnya dengan biaya menemaninya yang sangat besar!

Berusaha menekan kegembiraannya, wanita itu bangkit dengan menawan, dengan perlahan melepaskan handuk mandi di tubuhnya.