Bab 24 Hal Yang Paling Menjijikan

Kenzie membuka matanya yang basah oleh air mata, menatap Reyhan.

Melihat rasa sakit yang tidak bisa dia sembunyikan di matanya dan juga wajah pucatnya. Seketika, Reyhan langsung mengerti.

Di dalam hati Kenzie,terdapat pria lain!

Kemarahan yang kuat menyebar ke tubuh Reyhan. Dia tidak akan pernah membiarkan wanitanya memikirkan pria lain!

Sial, sebenarnya siapa pria itu?

Mata kemarahan Reyhan sudah hampir membakar, bola mata yang dalam berubah menjadi memerah. Kenzie, kamu adalah wanitaku, aku tidak mengijinkanmu memikirkan pria lain, aku tidak mengijinkan!

Bibir yang panas itu seketika berubah menjadi dingin, bibir tipis Reyhan yang penuh dengan kemarahan bergerilya di kulit lembut Kenzie.

Kenzie secara naluriah ingin melawan, tapi kedua tangannya ditahan dengan erat oleh telapak tangan Reyhan yang besar dan keras, ditekan di bagian atas kepalanya, seluruh tubuhnya ditindih dengan kejam di atas piano besar!

Kenzie pasrah menutup matanya, dalam kegelapan yang kacau, sakit! Rasa sakit yang hebat membuat sekujur tubuh Kenzie gemetar! Malam itu beberapa hari yang lalu, di ruangan gelap di Club T.S, kenangan yang menyakitkan itu menerjangnya!

Invasi Reyhan, membuat mimpi buruk yang mengerikan itu kembali menyerang benak Kenzie. Air mata Kenzie mengalir turun.

Pria di atas tubuhnya tiba-tiba menghentikan gerakannya, dengan kejam menjambak rambut Kenzie, sepasang mata gelap itu melotot padanya dengan kejam: "Katakan! Kamu berikan pada siapa?"

Kenzie kesakitan dan mendongakkan pandangannya, wajah putih itu memerah: "Apa yang kamu bicarakan?"

Mata berkabut pria itu bahkan bertambah marah, telapak tangan besar itu menarik dagunya: "Kamu tidak mau memberitahuku, keperawananmu!"

Kenzie terpaku. Ini memang bukan kali pertamanya. Keperawanannya, pada malam misterius itu, sudah dirampas oleh pria misterius itu!

Kenzie tidak mengatakan apa-apa yang makin mengkonfirmasi spekulasi Reyhan.

Reyhan sepertinya tadi mendengar dia menyebut nama seseorang, pria itu seharusnya adalah pria yang mengambilnya keperawanan Kenzie! Reyhan tiba-tiba merasa di suatu tempat di lubuk hatiku terasa masam, jadi dia makin memperkencang tenaganya!

Kenzie menggigit bibirnya dengan kencang, seakan itu adalah satu-satunya sumber di mana dia dapat menarik kekuatan.

Seiring tubuhnya yang naik turun, piano itu mengeluarkan suara yang kacau, suara yang bercampur dengan nada tinggi dan nada rendah, dengan kencang menyerang jantungnya!

Kenzie, akhirnya menjadi wanita pelacur yang menjual dirinya sendiri. Melakukan hal yang paling menghina dan menjijikkan dalam hidupnya!

Kenzie mencoba mengabaikan sengatan rasa sakit di tubuhnya. Karena dia telah memilih untuk menjual dirinya, maka dia tidak boleh menyesalinya.

Ini adalah dunia nyata, tidak ada yang menjual obat penyesalan.

Tepat di bawah pohon tahun itu, wajah tersenyum Steven terlintas di benaknya dengan amat jelas.

Dengan senyum hangat, seperti sinar matahari paling harmonis di musim semi, yang terus menyinari hatinya.

Bahkan walaupun Kenzie mengenakan seragam pelayan dan diinjak-injak, bahkan jika dia harus bekerja banting tulang hingga tubuhnya sakit, selama dia mengingat senyum itu, maka dia akan merasa bahwa semua kepahitan itu sedikit manis.

Tapi sekarang, dia sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk memiliki senyum itu. Langkah ini adalah jurang yang tidak ada akhirnya, mulai saat ini, dia sudah tidak bisa lagi melihat ke belakang, selamanya sudah tidak bisa melihat ke belakang.

Kak Steven, maaf...