Bab 23 Apa Yang Kamu Teriakan Tadi

Sakit hati yang kuat disertai dengan air mata yang mengalir turun, ditekan oleh Kenzie dengan menggigit bibirnya dengan kencang!

"Aku menyetujuimu." Kalimat ini, sangat sulit dikatakan. Setelah diucapkan, air matanya sudah mengalir deras!

"Kenapa, apa menjadi wanita simpananku membuatmu begitu menderita?" Reyhan berkata dengan tidak senang, sepasang alis tebal dan tampan itu berkerut.

Kenzie menggigit bibirnya, tidak ingin mempedulikannya. Sekarang hatinya sangat kacau, sama sekali tidak punya mood untuk berbicara dengannya.

Melihat Kenzie yang berdiri melamun di tempat, Reyhan berjalan ke meja di samping, membuka laci, mengeluarkan sebuah ponsel dan meletakkannya ke tangan Kenzie.

Kenzie terkejut, tanpa sadar berjuang melawan.

"Apa yang kamu lakukan?" Kenzie mengerutkan kening, "Aku punya ponsel, kukembalikan padamu!" Kenzie menyerahkan ponsel itu pada Reyhan.

"Ponselmu yang butut itu sudah seharusnya dibuang!" Reyhan berjalan dan bersandar pada kursi, sosok tinggi dan tega itu menunjukkan garis tubuh yang paling elegan." Ada sistem GPS otomatis di ponsel ini, jadi aku dapat menemukanmu melalui ponsel ini kemanapun kamu pergi. Jadi, kamu harus mengambilnya."

Kenzie sedikit kesal, apa bedanya ini dengan dia dikurung? Meskipun dia telah memutuskan untuk menjual dirinya pada Reyhan, tapi dia masih adalah orang yang memiliki kebebasan, oke? Apa hak Reyhan untuk melarangnya?

Wajah Kenzie dingin, membanting ponsel di atas meja. Sepasang mata besar yang jernih itu melotot pada Reyhan dengan penuh kebencian.

"Begitu tidak ingin tetap berhubungan denganku? Berapa banyak wanita yang ingin mendapatkannya tapi tidak bisa mendapatkannya! Apa yang kamu permasalahkan?" Reyhan mengerutkan kening, sedikit marah pada Kenzie yang "tidak tahu diri ".

"Ketika kamu tidur di malam hari, pakai borgol di pergelangan kakimu sendiri, maka kamu bisa merasakan perasaanku sekarang, lihatlah apa kamu merasa nyaman atau tidak." Kenzie sangat marah hingga wajahnya memerah.

Alis Reyhan mengerut, sedang ingin berbicara, Kenzie berbalik dengan dingin dan berjalan ke pintu.

Pinggang ramping itu tiba-tiba ditahan, angin dingin melewati pipi Kenzie, kemudian ada perasaan tercekik yang kuat di hadapannya.

Ketika Kenzie bereaksi dan bergerak ke samping. Tidak disangka tubuhnya tidak seimbang, tiba-tiba membentur rak buku di sebelahnya.

Ini adalah rak buku terbuka, penuh dengan buku-buku di atasnya, tubuh Kenzie menghantam rak buku dan terhuyung, beberapa buku jatuh dari rak. Sebuah foto tersebar keluar dari halaman buku yang terbuka.

Ini adalah sebuah foto lama yang sudah sedikit menguning, gadis muda di dalam foto tersenyum dengan cerah. Kenzie penasaran dan ingin memungutnya, tapi dihentikan oleh Reyhan dengan dingin: "Berhenti!" Reyhan membungkuk untuk mengambil foto itu, menyeka debu yang sama sekali tidak ada di atasnya, perlahan-lahan meletakkan kembali foto ke halaman buku. Tampaknya ada sedikit kesedihan dan kemarahan di matanya.

Kenzie ingin bertanya siapa gadis di foto itu, tapi Reyhan sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk membuka mulut, dia langsung menggendongnya!

"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" Kenzie tiba-tiba menyadari seberapa intim tindakan ini. Mulai berjuang melawan dengan sekuat tenaga.

"Kenapa, kamu lupa isi perjanjian kita tadi?" Reyhan dengan bangga mengulas senyum jahat.

Yang harus datang, sudah datang!

Dengan dingin menatap mata Reyhan yang panas, Kenzie meluruskan tubuhnya: "Jangan sentuh aku! Aku bisa sendiri!"

Kak Steven ...

Membisikkan nama yang hangat itu dalam hatinya, perasaan sakit hati menyerangnya. Kak Steven, dia akan memaafkan apa yang telah Kenzie lakukan hari ini bukan? Ataukah Kak Steven tidak akan bisa lagi menatapnya dengan senyum yang cerah itu?

"Tidak berani?" Reyhan pura-pura memprovokasi. Mengusahakan suaranya tetap tenang. Tidak tahu mengapa, gadis muda ini membangkitkan gairahnya, dia sudah banyak menemui berbagai jenis wanita, tapi jantungnya tidak pernah berdegup seperti hari ini.

Perkataan Reyhan membangkitkan semangat juang Kenzie.

Dia sudah memutuskan, jadi hanya bisa dijalankan! Lebih baik langsung saja, Kenzie, kamu anggap saja ini adalah mimpi. Setelah bangun dari mimpi, kamu masih adalah seorang gadis yang bersih, murni, yang akan menunjukkan senyum paling indah pada Kak Steven di bawah pohon itu.

Mengambil napas dalam-dalam sekali lagi, Kenzie mengulurkan tangan dan dengan perlahan melepas kancing di bajunya ...

Mata Reyhan yang membara terus menatap lekat pada Kenzie. Dia merasa tenggorokannya kering.

Kenzie sangat dekat dengannya, wajah merah muda ini. Mata Kenzie tertutup rapat. Dari matanya, Reyhan bisa melihat ketakutannya.

"Takut? Cabai kecilku?" Mendekat ke sisi Kenzie, Reyhan berkata.

Ada nafas panas yang berhembus di samping telinga Kenzie, membuatnya gemetar.

"..." pusing ...

Tanpa ada peringatan, wajah Steven tiba-tiba muncul di benaknya. Kesakitan yang amat dalam, membuat Kenzie bergumam: "Kak Steven..." Hatinya sangat amat sakit, air matanya berlinang.

Gerakan Reyhan yang liar tiba-tiba terhenti! Kedua mata hitamnya yang dalam menatap air mata Kenzie, mengcengkram dagu kecil Kenzie: "Apa yang kamu teriakkan tadi?"