Bab 22 Tidak Berharga

Kenzie ingin melarikan diri, tapi kakinya seakan seperti pohon yang berakar, dia tidak bisa melangkahkan kakinya.

Pikirannya sedang mengalami perjuangan yang sengit.

Jika tetap di sini, itu berarti dia harus menerima semua kondisi yang tidak masuk akal dari pria mesum ini.

Melarikan diri? Tidak, tidak bisa!

Jika dia lari sekarang, bagaimana dengan Ayahnya? Bagaimana dengan Bibi Lindi dan Kakaknya? Keluarganya akan hancur berantakan!

Memikirkan hal ini, Kenzie mengumpulkan keberaniannya.

Dengan tegas mengangkat kepalanya, tersenyum pada Reyhan.

"Presdir Reyhan, katakan, apa syaratmu?"

"Jadilah wanita simpananku, sampai aku bosan." Mata Reyhan tidak menatapnya sama sekali, dengan santai melihat ke luar jendela.

"Kamu, dasar gila!" Kenzie berbalik dan hendak pergi.

"Aku akan memberikan pengobatan terbaik untuk Ayahmu, Dokter yang terbaik. Memastikan dia pulih." Suara rendah pria itu terdengar di belakangnya.

Kenzie tertegun, dia mulai ragu-ragu ...

Seseorang yang sangat dia benci ingin dirinya menjadi wanita simpanannya, Kenzie seharusnya akan menamparnya tanpa berpikir lagi, tapi dia ragu-ragu ...

Kondisi yang Reyhan berikan terlalu menggoda. Penyakit Ayahnya memang belum sembuh dikarenakan tidak memiliki uang. Jika dapat menemukan rumah sakit kelas satu dan dokter terbaik untuk melakukan operasi padanya, maka Ayahnya pasti akan pulih.

Tapi, harga pemulihan Ayahnya adalah menjual dirinya sendiri!

Menjual diri ke binatang ini ...

"Apa sudah selesai berpikir?" Reyhan menatap punggung Kenzie yang kaku, sudut bibirnya terangkat. Wanita merupakan barang yang ada di dalam rak lemari. Tidak terkecuali Kenzie.

Reyhan berjalan ke sana, telapak tangan besar yang panas itu memeluk tubuh Kenzie dari belakang, telapak tangan panas itu membuat Kenzie bergidik.

Kenzie menatap telapak tangannya di depannya dan merasa jijik, dia benar-benar ingin memakinya, tapi pada akhirnya, Kenzie tidak mendorongnya. Sudah jam 4:50, masih ada 10 menit, Kenzie hanya punya waktu 10 menit untuk mempertimbangkannya.

Apa dia punya pilihan?

Bisnis Ayahnya bangkrut, demi menghemat, setelah pulang kerja dia memilih untuk berjalan kaki lebih dari 10 stasiun untuk pulang ke rumah, Kenzie sudah kehilangan hak untuk memilih.

Martabat? Apa itu martabat ketika Ayahnya sedang berbaring sakit di atas ranjang? Ayahnya yang dulu bersemangat, sekarang hanya tersisa raganya saja, berbaring di ranjang, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak, apa bedanya dengan orang mati?

Martabat, dalam menghadapi kehidupan yang keras, sama sekali tidak ada harganya.

Demi kepulihan Ayahnya, menjual tubuhnya yang sudah kotor, dia sama sekali tidak rugi!

Keperawanannya sudah dihancurkan oleh pria tak dikenal malam itu. Sudah kehilangan sekali, apa bedanya dengan 10 kali?

Kak Steven ... Kenzie tiba-tiba teringat wajah Steven, hatinya sakit.

Steven, dia berdiri di bawah pohon pada bulan Mei sedang menunggunya selesai kelas, senyumnya lebih hangat daripada angin musim semi. Dia berkata, Kenzie, cepatlah dewasa, tunggu ulang tahunmu yang ke-18, aku akan membawamu pergi melihat laut.

Steven, ketika preman di luar sekolah menindasnnya, dia tiba-tiba muncul, menolongnya dan membuat tidak ada lagi yang berani mengganggu Kenzie. Dia pria yang begitu elegan dan bermartabat, tapi dia berkelahi demi melindungi Kenzie, rela diberi hukuman berat oleh sekolah demi Kenzie.

Kak Steven ...... Mata Kenzie tiba-tiba kabur. Air mata yang telah lama ditahannya akhirnya mengalir turun saat ini. Tetes demi tetes, terasa sangat pahit di mulutnya.