Bab 19 Arti Babi Jantan Peternak

Kelas yang panjang akhirnya berakhir.

Kenzie menghela nafas lega. Wajah kecilnya yang putih penuh senyum, sepasang mata yang jernih menatap ke arah Reyhan. Selamat tinggal! Serigala ~

Reyhan melirik ke arah Kenzie, kebetulan melihat Kenzie sedang berbicara dengan gadis di sebelahnya, sambil membuat wajah jahil padanya. Sekilas juga tahu bahwa dia sedang membicarakan hal buruk tentangnya. Mata hitam yang gelap itu memunculkan keinginan kuat untuk menaklukan, wanita kecil, tunggu saja!

"Kak Reyhan! Tunggu sebentar!" Sekelompok siswa yang memegang perekam suara tiba-tiba masuk.

Reyhan menaikkan alisnya, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, sepasang kaki panjang itu berdiri tegak, tubuh tinggi menjulang, menatap gadis-gadis di depannya.

"Kak Reyhan, kami dari Himpunan Reporter Universitas T, ingin mewawancaraimu secara eksklusif. Bisakah kamu memberi kami waktu setengah jam?" Wanita itu berwajah sangat manis, bersinar dengan percaya diri, dia adalah yang paling cantik di Himpunan ini, dia yakin kakak senior di depannya ini tidak akan bisa menahan pesonanya dan akan memberinya waktu untuk mewawancarai.

"Wawancara?" Alis tebal Reyhan sedikit berkerut, dia masih ada rapat penting setelah ini, sama sekali tidak punya waktu untuk menerima wawancara dari sekelompok gadis kecil ini.

"Ya! Kak Reyhan, kamu adalah orang terkenal, sangat jarang datang ke kampus untuk memberikan kelas pada kami, tolong kamu harus menerima undangan dari kami!" Gadis ini mulai merasa tidak yakin. Kecantikannya tampaknya tidak berpengaruh pada Reyhan.

Matanya menoleh, Reyhan melihat Kenzie membawa buku catatannya dan berjalan menjauh dari ruang kelas. Muncul senyum di sudut bibirnya, jari-jari rampingnya menunjuk ke arah Kenzie: "Wawancara boleh, tapi aku hanya menerima wawancara darinya."

"Hmm?" Gadis itu terkejut, menolehkan kepala melihat Kenzie, siapa itu? Ternyata dia bisa ditunjuk oleh Kak Reyhan.

Kenzie yang sedang terburu-buru menarik Lexy keluar, dikelilingi oleh sekelompok siswa dari himpunan reporter kampus.

"Hei, Kak Reyhan hanya menerima wawancara darimu, tolong kamu bantu kami ..."

"Kami sudah mempersiapkan pertanyaannya, kamu bisa bertanya pada Kak Reyhan sesuai dengan naskah ..."

Tidak bisa menolak permohonan sekelompok orang untuk membantu. Kenzie akhirnya menerima tugas mewawancarai Reyhan dengan terpaksa.

Baiklah! Wawancara ya wawancara! Di bawah sinar matahari, Reyhan tidak mungkin bertindak macam-macam padanya? Kepala Kenzie mendongak dengan tinggi, menatap Reyhan dengan provokatif. Bukankah hanya seekot serigala besar! Dia juga bukan gadis kecil berkerudung merah, dia tidak akan takut padanya!

Dalam pandangan mata gelap Reyhan terdapat nyala api kecil: Cabai kecil, kali ini aku menangkapmu!

"Aku hanya menerima wawancara darinya saja, orang lain sudah boleh pergi." Reyhan berkata dengan datar. Dia tidak terbiasa dikelilingi oleh sekelompok gadis kecil yang berisik. Benar-benar sangat berisik hingga membuatnya sakit kepala.

Tentu saja, Reyhan tidak akan mengakui bahwa dia sebenarnya ingin berduaan dengan gadis kecil ini saja.

Semuanya sudah bubar. Kenzie mengambil pena rekaman yang diberikan seseorang padanya, berdiri dengan bodoh di hadapan Reyhan. Apa yang terjadi, Kenzie masih belum bereaksi, hanya dia dan Reyhan saja yang tersisa di dalam kelas.

Reyhan tertawa rendah, telapak tangannya terulur, dengan lembut mengangkat dagu Kenzie.

Kenzie yang setinggi 161 cm sangat mungil di depannya. Keberadaannya seketika menjadi melemah.

Tapi Kenzie sepertinya tidak menyadari hal ini. Dia menhempaskan tangan Reyhan agar terlepas dari cengkramannya.

"Reyhan, tolong sopanlah sedikit. Ini di kampus!" Suaranya dingin, sepasang mata jernih itu melotot marah pada Reyhan. Wajah tertulis bahwa dia tidak bisa diganggu.

Reyhan makin merasa ini semakin menyenangkan. Dia sangat menyukai gadis kecil ini ketika sedang terlihat marah.

Mengangkat bahu, Reyhan duduk dengan santai, kakinya yang panjang disilangkan. Sepasang mata yang dalam menilai Kenzie dengan jahil.

"Bukankah ingin melakukan wawancara? Sudah bisa dimulai sekarang." Meskipun sangat sibuk, Reyhan tidak keberatan untuk memberikan Kenzie beberapa menit.

Di dagu Kenzie masih tersisa jejak kehangatan jari-jari Reyhan. Matanya bersinar sekilas. Membuka pena rekaman dan meletakkannya di depan Reyhan.

"Kak Reyhan, apa kamu tahu apa artinya babi ternak?" Kenzie bertanya dengan serius.

"Hmm?" Mata Reyhan bersinar, trik apa yang dimainkan wanita kecil ini?

"Babi ternak adalah babi jantan yang berkembang biak di mana-mana. Kak Reyhan memiliki segalanya, wanitamu juga sangat banyak, apa kamu bahkan tidak mengerti arti kata ini?" Kenzie memiringkan kepalanya, matanya yang besar menatap penasaran pada Reyhan, tatapan yang polos dan tidak berdosa.