Bab 18 Aku adalah Binatang Buas

Memakai setelan jas hitam, kemeja biru tua, dasi biru danau, rambut tebal, sepasang mata hitam pekat. Itu, bukankah itu adalah Reyhan!

Kenzie terkejut dan melotot ke arah Reyhan, tidak dapat berbicara.

"Hei, Kenzie! Apa yang kamu lamunkan? Tidak bisa mengalihkan pandanganmu karena melihat pria tampan?" Lexy berkata menggoda sambil tertawa.

Kebetulan Profesor Robert mengangkat tangan untuk memberi isyarat agar para siswa diam, kelas seketika hening, suara Lexy sangat keras terdengar dalam kesunyian, semua orang memandang ke arah Kenzie.

Kenzie mati-matian menyusutkan tubuhnya ke bawah meja untuk mengurangi keberadaannya. Matanya diam-diam melihat ke arah Reyhan dari balik poninya.

Shit! Sepasang mata Reyhan sedang menatapnya dengan lekat, bibirnya masih menyunggingkan senyum samar.

Sudahlah, karena dia sudah mengenalinya, maka Kenzie tidak perlu bersembunyi lagi.

Kenzie mengangkat kepalanya, mendongakkan pandangannya, menghadapi pandangan mata Reyhan dengan berani. Siapa yang takut siapa!

Menerima pandangan mata Kenzie yang seakan seperti mengancam, senyum di bibir Reyhan lebih dalam. Kenzie, kita bertemu lagi!

Reyhan mengatakan apa di podium, Kenzie yang biasanya selalu belajar dengan rajin sama sekali tidak mendengar sepatah kata pun.

Ada bisikan di sekitarnya: "Wow, Kakak senior Reyhan ini sangat tampan!" "Ya, dia sangat berbakat! Benar-benar berbicara dengan sangat baik! Bahkan lebih banyak tahu dbanding Profesor Robert!"

Itu semua karena, setiap kali Reyhan mengucapkan sepatah kata, pandangan matanya selalu melihat ke arah Kenzie sekilas. Pandangan matanya sangat tajam dan menakutkan, bahkan walaupun dia duduk di meja yang beberapa meter jauh darinya, Kenzie merasakan tekanan yang besar. Itu seperti binatang buas yang menemukan mangsa yang lezat.

Sabar! Harus sabar! Kenzie menurunkan pandangan matanya, tidak lagi melawannya.

Memegang pena, tanpa sadar Kenzie menggambar dengan asal di atas kertas. Tiba-tiba, sebuah ide muncul di hatinya.

Sudut mulutnya berisi seringai jahat, Kenzie menggambar empat strip komik di buku catatannya.

Seekor serigala liar ganas mengenakan jas hitam, kemeja biru gelap, dasi biru danau, berdiri di podium dan berbicara. Wajah serigala ini adalah wajah Reyhan.

Kenzie pernah belajar melukis, kedua mata Reyhan yang kelam itu digambarnya dengan sangat jelas, hingga membuat orang dapat melihat bahwa serigala ini adalah Reyhan.

Wajah serigala liar itu sangat serius, kata-kata yang tertulis di lingkaran di atas kepala adalah: Huh, kalian para gadis kecil yang bodoh, terpesona oleh penampilan tampanku bukan? Haha, bahkan dalam mimpi kalian juga tidak akan pernah terpikir bahwa sebenarnya aku adalah binatang buas!

Hal yang paling konyol adalah bahwa di atas kepala serigala liar itu, digambar dengan banyak pita besar berwarna merah muda oleh Kenzie. Kenzie bahkan menggambarkan serigala itu mengenakan pakaian renang, gaya seperti itu dengan wajahnya yang serius dan ganas, benar-benar terlihat lucu!

Kenzie menatap Reyhan yang sedang berbicara di atas panggung, kemudian melihat serigala liar di atas kertas yang penuh dengan unsur komedi, hatinya diam-diam tertawa hingga perutnya hampir pecah. Reyhan di atas panggung, melihat Kenzie meliriknya sekilas, tertawa untuk waktu yang lama, lalu menatapnya lagi, lalu tertawa untuk waktu yang lama, tampilannya yang tidak baik, hatinya diam-diam terpaku, apa yang dilakukan gadis kecil itu? Apa ada sesuatu di wajahku?

Presdir Reyhan yang biasanya suka seenaknya dan tidak pernah memandang siapa pun, dia sedikit panik.

Setelah selesai kelas, dia harus mencari gadis kecil ini untuk menanyakannya dengan jelas! Reyhan melirik sekilas Kenzie yang sedang menahan tawanya, tiba-tiba ada rasa ketidakberdayaan.