Bab 16 Supir Gratis

Wanita kecil ini benar-benar sejernih kristal, apa yang dipikirkannya terlihat jelas di wajahnya!

Mata Reyhan tidak bisa menahan rasa geli. Mengangkat alisnya: "Kenzie, jika kamu tidak naik maka sudah akan terlambat!"

"Hah?" Mata jernih Kenzie tiba-tiba membelalak! Dia, bagaimana dia tahu bahwa Kenzie sudah akan terlambat!

Ekspresi Kenzie membuat suasana hati Reyhan sangat baik, tersenyum pelan, lengannya yang panjang terulur dan langsung mendorong Kenzie masuk ke dalam mobil.

"Hei, apa yang kamu lakukan! Lepaskan aku!" Kenzie terkejut dan berusaha melawan.

"Ssstt!" Reyhan tidak berbicara dan langsung memakaikan sabuk pengaman pada Kenzie, menginjak pedal gas, kemudian Lamborghini itu melesat maju.

"Dasar gila! Turunkan aku!" Wajah Kenzie memerah, berteriak dengan penuh kebencian!

Reyhan mengangkat bahu dengan santai: "Bukankah kamu sedang bergegas ke kelas? Kebetulan aku searah, sekalian mengantarmu dan memberimu tumpangan."

"Siapa yang mau kamu antar! Cepat turunkan aku, atau aku akan melompat!" Kenzie ingin membuka sabuk pengaman, apa-apaan pria ini! Menggunakan cara memaksa padanya! Kenzie paling membenci pria yang mengandalkan kekerasan untuk menggertak seorang wanita!

Tapi sabuk pengaman sialan ini! Kenapa dia tidak bisa menemukan menemukan tombolnya!

Melihat tindakan Kenzie yang sudah hampir menggila, Reyhan mengangkat sudut bibirnya dan berkata: "Tidak usah melakukan perbuatan sia-sia! Mobil ini sudah dimodifikasi olehku, selain aku tidak ada yang bisa membuka sabuk pengamannya!"

"Kamu ... dasar psyco!" Kenzie terlalu malas untuk berbicara omong kosong dengannya. Langsung menyandarkan tubuhnya di bagian belakang kursi besar yang nyaman. Karena ada supir gratis dan juga karena dia tidak bisa melawannya, jadi lebih baik dia menikmatinya!

"Jalan Dimitri Timur, di depan Gedung Universitas T." Kenzie menutup matanya dan memerintahkan Reyhan. Dia sangat lelah, dia bermimpi semalaman, kelopak matanya terasa berat.

"..." Giliran Reyhan yang tidak bisa berkata-kata. Ini ... ini ... wanita kecil ini berubah dengan sangat drastis, baru saja dia begitu tidak rela duduk di mobilnya, sekarang malah memerintahkannya bagai seorang supir!

"Kenapa? Bukankah kamu mengatakan akan mengantarku ke kampus?" Kenzie membuka salah satu matnya menatap ke arah Reyhan - Kenzie benar-benar mengantuk, bisa membuka satu mata maka dia tidak perlu repot-repot membuka kedua matanya.

"Haha ..." Melihat ekspresi Kenzie dari kaca spion, Reyhan akhirnya tidak bisa menahan tawanya.

"Kenzie, apa kamu tahu sikapmu sekarang ini sangat seenaknya?"

"Tidak suka? Kalau begitu turunkan aku!" Kenzie segera membalas kembali dengan tajam.

"Di jalan tol, tidak boleh berhenti." Reyhan membalas dengan datar, tidak lagi mempedulikan Kenzie. Nanti Reyhan harus membawakan kelas di Universitas T, dia harus mengingat kembali bahan pembicaraannya di otaknya sekali lagi.

Seketika mobil itu hening.

Mobil itu berjalan dengan mulus, nyaris tidak merasakan getaran apa pun. Kenzie menutup matanya, kelopak matanya berat, tapi dia tidak bisa tidur. Mimpi-mimpi kacau itu kembali mengalir ke dalam benaknya.

Di musim semi, di lapangan, Steven mengenakan jersey No. 3, setelah melakukan tembakan tiga angka yang indah, dia tersenyum pada Kenzie yang lewat, langit seketika hening, hanya menyisakan wajah yang tersenyum itu.

Di bawah lampu belajar di malam hari, Steven datang dari belakang dan menepuk punggungnya dengan pelan: "Kenzie, tidak boleh membungkuk!" Kenzie dulu sedikit bungkuk, setelah Steven mengingatkannya, punggungnya akhirnya sudah tegak lurus. Bahkan walaupun perusahaan Ayahnya bangkrut, dia dicemooh karena mengenakan pakaian lusuh, dihina orang lain, tapi punggungnya akan selalu tegak lurus!

Kak Steven ...... Mata Kenzie tiba-tiba berair, dengan paksa, dia menutup matanya, tidak membiarkan air matanya mengalir keluar. Kenzie berusaha sangat keras, sangat keras hingga jantungnya merasa sakit.