Bab 14 Kabari Penagih Hutang

Di dalam Lamborghini, Reyhan menatap dengan dingin pemandangan sedih di jalan. Kenzie mengejar mobil hitam itu sambil berteriak dan menangis, ekspresinya yang memilukan membuatnya sangat penasaran.

Lamborghini melaju dengan kencang, mengejar mobil hitam yang berada di depan, dengan dingin menoleh ke samping, cahayanya terlalu gelap, tidak terlalu jelas terlihat, hanya bisa melihat seorang pria duduk di dalam mobil, tampilannya bersih dan tenang.

Oh? Kenzie menyukai pria seperti itu? Tidak tahu mengapa, hati Reyhan merasa tidak nyaman. Apa hubungan Kenzie dengannya?

Bibir yang dingin itu sedikit melengkung, menambah kecepatan, Lamborghini itu langsung melesat meninggalkan mobil hitam itu.

Merasa sedikit sesak, Reyhan membuka jendela, angin malam yang dingin masuk ke dalam. Ponselnya berdering.

"Reyhan, maaf, aku tidak akan melakukannya lagi. Maafkan aku!" Di telepon, suara Sulia lembut dan halus, penuh dengan keluhan dan permintaan maaf.

Reyhan mengangkat alisnya. Wanita ini sudah waktunya untuk ditinggalkan.

"Reyhan, kenapa kamu tidak bicara? Jangan marah lagi, apa kamu malam ini tinggal di villa di dekat gunung itu? Aku akan pergi menemanimu, aku akan melayanimu dengan baik ..." Sulia sengaja berbicara dengan suara menggoda. Dia sangat percaya diri dengan kemampuannya di ranjang. Dia mahir dalam gerakan apapun!

"Serahkan kunci villa pada Paman Wira. Di kemudian hari, jangan lagi mendekati kediamanku setengah langkah pun." Reyhan berkata dengan datar, di dalam suaranya terdapat ancaman yang tidak bisa ditolak, sangat dingin bagai iblis yang paling kejam.

"Reyhan! Kenapa kamu bisa begitu tidak berperasaan! Aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu!" Sulia merasa situasinya tidak baik, sangat panik hingga menangis. Lagipula, kemana lagi dia mencari pria yang begitu kaya dan memiliki kekuasaan yang begitu besar!

"Cek sebanyak 10 M, sebuah villa di Sea Flower Garden, dan Porsche terbaru." Nada suara Reyhan sedikit tidak sabar, alisnya yang tampan juga sedikit berkerut. Dia membenci wanita yang tidak menyerah.

"Reyhan... aku ... Oke. Aku mengerti." Sulia tadinya masih ingin berdebat dan akhirnya memutuskan untuk menerimanya. Reyhan benar-benar sangat royal, dia sudah mendapatkan keuntungan! Dia sudah tidak usah memikirkan apapun lagi seumur hidupnya!

Tidak heran semua wanita bersaing untuk naik ke ranjangnya, dia tidak hanya tampan dan kaya tapi juga dermawan! Wanita yang pernah bersamanya, tanpa kecuali, menerima hadiah yang sangat banyak.

Dia memang pria yang tidak bisa ditolak oleh wanita, pria yang sulit dilupakan.

Ponselnya kembali berdering.

"Presdir, masalah yang Anda ingin selidiki sudah aku selidiki dengan jelas. Kenzie, 19 tahun, tinggi 161 cm, berat 47 kg, adalah mahasiswa tingkat dua di jurusan berita Universitas T, Ayahnya, Michael dulunya adalah Presdir perusahaan Crystal jewellery, setelah Crystal jewellery bangkrut, Michael jatuh sakit dan tidak bisa bangkit, mereka seeluarga diam-diam pindah ke Kota C untuk menghindari hutang." kata Agus dengan hormat.

"Menghindari hutang?" Mata gelap Reyhan melompat keluar dari nyala api kecil.

"Ya, Presdir. Menurut penyelidikanku, Kenzie sekarang bekerja di tiga tempat, hanya untuk membantu Ayahnya membayar hutang."

Bibir Reyhan yang dingin dan tipis itu mengatup: "Apa dia punya pacar?"

"Oh, aku tidak menyelidiki hal ini. Dia sudah sibuk bekerja paruh waktu sejak dia masuk kuliah, seharusnya tidak punya waktu untuk berpacaran."

"Beritahu semua kreditor Crystal jewellery alamat Michael saat ini."

"Baik, Presdir."

"Beritahu bank dan juga pegadaian besar, tidak boleh menerima hipotek atau pinjaman apapun atas nama keluarga Kenzie."

"Baik, Presdir."