Bab 12 Cepatlah Kabur

Mata semua orang di restoran mengarah kemari.

"Cukup!" Suara pria yang dalam menghentikan rengekan Sulia.

Sepasang mata Sulia berubah menjadi putus asa dalam sekejap, ini pernah terjadi sebelumnya, tapi Reyhan tidak pernah menghentikannya. Dia adalah salah satu orang yang paling disukai dari sekian banyak kekasih Reyhan, tapi hari ini, demi pelayan yang lusuh ini, Reyhan membentaknya!

"Reyhan, kamu ..." Sulia masih tidak menyerah, mengencangkan pegangannya pada lengan Reyhan.

Sepasang mata Reyhan yang dalam memandang Kenzie dengan sedikit senyum yang tidak terduga. Kenzie merasa tubuhnya merinding, hanya ingin segera pergi dari sini. Pria itu terlalu berbahaya, udara di sekitarnya terlalu menekan - bahkan walaupun wajahnya tersenyum, tapi suasana di sekitarnya dingin.

Tapi kaki panjang Reyhan kebetulan menghentikan langkah Kenzie.

"Presdir Reyhan, tolong menyingkir sedikit, aku harus pergi bekerja." Kenzie mengeluarkan senyum profesional dan berkata dengan sopan. Tapi pandangan matanya sama sekali tidak ada rasa merendah.

Tiba-tiba, dagunya dicengkram dengan kuat oleh tangan besar Reyhan! Sial, menggunakan cara ini lagi! Perasaan sakit yang begitu familiar, malam di tengah hujan waktu itu, dia juga dengan tidak berperasaan mengcengkram dagunya hingga dagunya memar selama beberapa hari!

Kenzie kesakitan kemudian menarik napas dingin, hatinya penuh dengan amarah, haruskah orang miskin ditindas seperti ini? Dia hanya bekerja sebagai pelayan yang baik, atas dasar apa dia harus dihina seperti ini?

Sepasang mata jernih itu menatap dingin pada mata hitam Reyhan.

"Lepaskan tanganmu!" Suara itu sangat tenang tanpa sedikitpun perasaan.

"Kamu sekarang sedang memerintahku?" Telapak tangan besar milik Reyhan makin meningkatkan kekuatannya, menatap wajah putih Kenzie yang kesakitan tapi tidak mau meminta belas kasihan, hatinya perlahan menjadi marah, wanita ini, apa tidak pernah tahu cara untuk menyerah? Haruskah begitu keras kepala? Seorang wanita sedikit lebih patuh akan lebih lucu!

"Aku katakan sekali lagi, lepaskan tanganmu!" Kenzie berusaha keras menahan kesabarannya, kesabarannya sudah mencapai batasnya.

"Apa? Kamu jangan lupa, aku adalah tamu, berbicara padaku, lebih baik bersikap sopan sedikit." Suara Reyhan yang sombong terdengar di atas kepalanya, kekuatan telapak tangannya yang besar itu sama sekali tidak melemah!

Kenzie merasa rahangnya sudah hampir hancur!

Kesabaran terakhirnya sudah hilang, Kenzie mengangkat lututnya dan menggunakan semua kekuatannya untuk menyerang benda di antara kaki Reyhan!

"Auchh!" Reyhan menarik nafas dingin, menatap Kenzie dengan mata tidak berani mempercayainya! Ternyata ada orang yang berani menendang sumber kehidupan Reyhan!

Kenzie mengambil kesempatan untuk melepaskan diri dari cengkeraman Reyhan, dengan cepat mundur ke posisi aman. Wajah kecil itu dipenuhi dengan senyum kemenangan: "Presdir Reyhan, lupa memberitahumu, aku sabuk hitam Taekwondo!"

Wajah Reyhan langsung menjadi suram, mata gelapnya penuh amarah. Kenzie tanpa sadar bergidik.

"Reyhan!" Sulia berteriak dan bergegas menangkup wajah Kenzie: "Kamu wanita licik, menggunakan cara yang begitu kejam! Aku akan memberitahu manajermu untuk memecatmu!"

Kenzie terkekeh, segera melepas celemek renda di bagian pinggangnya, dengan pelan melemparkan ke atas meja. Bertepuk tangan dengan gembira: "Terserah! Aku sudah tidak bekerja lagi sekarang! Aku mengundurkan diri!"

Menoleh ke arah Reyhan dan melemparkan senyum provokatif, ketika Sulia sedang bertanya pada Reyhan bagaimana keadaannya, Kenzie bergegas kabur. Jika dia tertangkap oleh Reyhan, rahangnya sudah pasti akan hancur!