Bab 11 Dia Menindasku

Mata Sulia memancarakan cahaya kejam, mendongakkan wajahnya yang glamor, memandang Kenzie dengan sombong: "Kamu yang hanya seorang pelayan berani sekali mengotori pakaian tamu, dan bahkan kamu tidak meminta maaf?" "

Wajah putih Kenzie memerah, kedua tinjunya dikepal erat, berhadapan dengan Sulia.

Sulia awalnya ingin menekan Kenzie di depan Reyhan, siapa tahu bahwa gadis kecil ini tidak ternyata menatapnya dengan tidak mau kalah, benar-benar tidak menganggapnya! Hatinya bertambah marah, menggebrak meja dengan keras: "Panggil manajermu kemari!"

Tindakan Sulia mengagetkan tamu restoran lainnya, menatapnya dengan pandangan ingin tahu.

Reyhan masih dengan santai melipat tangannya di depan dadanya, kakinya yang panjang berdiri dengan santari, sepertinya sedang menunggu pertunjukan yang bagus.

Emosi Kenzie dia sudah pernah melihatnya, benar-benar adalah seekor landak kecil, sekarang situasinya menjadi seperti ini, Kenzie sudah pasti akan bertengkar hebat dengan Sulia, kemudian dia akan pergi bukan?

Para tamu di restoran Prague itu kaya dan elegan, persyaratan untuk para pelayan sangat tinggi, jika mendapatkan keluhan dari para tamu maka akan segera diberhentikan.

Kenzie menggigit bibirnya yang pucat, pekerjaan ini adalah pekerjaan dengan gaji tertinggi di antara tiga pekerjaannya yang lain, jika dia dipecat, apa yang harus dia lakukan dengan biaya pengobatan Ayahnya? Sudut bibirnya hampir digigit hingga berdarah, Kenzie membuaka mulut dengan susah payah: "Maaf, layananku yang tidak baik. Tolong maafkan aku."

Reyhan menaikkan satu alisnya, sedikit terkejut dengan suara rendah Kenzie.

"Maaf? Oke! Gaunku ini seharga lebih dari 80 juta, ganti rugi padaku dengan satu gaun!" Sulia dengan bangga melirik sekilas pada Reyhan. Pelayan wanita ini hanyalah seekor itik jelek, bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan Sulia!

Mengganti rugi gaun seharga lebih dari 80 juta? Mata bening Kenzie langsung membelalak lebar! Hati wanita ini terlalu jahat! Hanya terkena beberapa tetes air soda, dia bahkan ingin Kenzie mengganti rugi gaunnya? Air itu bahkan dia yang sengaja menjatuhkannya!

Mata Reyhan bahkan terlihat lebih tertarik, permainannya menjadi lebih menarik, dia ingin melihat bagaimana wanita kecil ini menghadapi kesulitan yang dibawa Sulia.

Mendongak melihat tatapan Reyhan yang bagai sedang menonton drama, keluhan dan kekesalan dalam hati Kenzie seketika berubah menjadi amarah!

Orang-orang kaya dan berkuasa ini memang suka menyulitkan orang kecil sepertinya bukan! Oke! Kalau begitu jangan salahkan aku karena bersikap tidak segan!

Kenzie mengepalkan tangannya, tidak ada lagi rasa rendah hati dan juga rasa bersalah di wajahnya, suara itu dengan jelas dan tegas berkata: "Nona Sulia, aku akan menggantikanmu dengan gaun yang sama!"

Apa? Reyhan dan Sulia sama-sama kaget, melihat sepatu usang di kaki gadis kecil itu sudah menunjukkan betapa menyedihkannya dirinya, gaun senilai lebih dari 80 juta, dia berani mengatakan bahwa dia akan menggantinya?

Melihat Reyhan dan Sulia yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut, nada suara Kenzie meninggi, sepasang mata hitam itu memancarkan sinar dengan sedikit kebijaksanaan: "Karena aku akan menggantikanmu gaun baru, jadi bukankah gaun yang kotor itu menjadi milikku? "

"Oh, tentu saja menjadi milikmu ..." Sulia benar-benar bingung, sebenarnya apa yang ingin dilakukan gadis kecil ini!

Sudut bibir Reyhan sedikit terangkat, seulas senyum diam-diam muncul, mata hitamnya yang dalam itu mengungkapkan rasa kagum. Tidak terlihat gadis kecil ini, meskipun temperamennya keras tapi masih memiliki kecerdasan!

"Oke, kalau begitu segera lepaskan gaun kotor itu dan berikan padaku sekarang!" Nada suara Kenzie terdengar sangat tegas.

"Ah? Aku ... kamu ...!" Sulia menyadari bahwa dirinya telah jatuh ke dalam perangkap Kenzie, mengarahkan jari telunjuknya ke arah Kenzie, sangat marah hingga dia tidak bisa berkata-kata!

"Reyhan, dia menindasku!" Sulia mengerucutkan bibirnya, tampangnya sangat tertindas, masuk ke dalam pelukan Reyhan, satu jarinya menunjuk ke arah Kenzie, tangan lainnya mengguncang lengan Reyhan: "Reyhan, katakan sesuatu! Lihatlah, aku ditindas sedemikian rupa olehnya!"