Bab 10 Kekasih Baru

Melihat tatapan mata Sulia penuh dengan rasa permusuhan, Kenzie merasa bahwa Presdir Reyhan ini benar-benar dewa sial, jika Kenzie bertemu dengannya, tidak akan ada hal-hal baik!

Kenzie dengan baik melakukan pekerjaannya, dia memprovokasi siapa? Mengapa Sulia melakukan hal ini padanya?

Dengan benci melotot pada Reyhan, Kenzie dengan cepat mengklarifikasi hubungannya dengan Reyhan pada Sulia: "Tidak tidak, aku tidak kenal Presdir Reyhan, aku belum pernah bertemu dengannya!" Dia tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan pria ini! Narsis! Tidak ada hebat-hebatnya sama sekali!

Alis Reyhan sedikit berkerut, mata hitam kelamnya itu kembali memicing dengan bahaya, wanita mana di dunia yang tidak ingin mengikatnya, Reyhan ternyata begitu tidak disukai oleh wanita kecil ini hari ini!

Apa ini adalah salah satu triknya? Reyhan menatap lekat pada mata Kenzie yang jernih, mengangkat alisnya, "Tidak disangka kita bertemu lagi begitu cepat!"

"Tuan, apa yang Anda bicarakan? Kenapa aku tidak bisa memahaminya?" Kenzie diam-diam menggerakkan tubuhnya, ingin menyelinap pergi dari Reyhan. Bentuk tubuh Reyhan terlalu tinggi besar, membawa tekanan yang membuatnya merasa sulit bernapas. Kenzie paling membenci pria yang sombong!

Reyhan melipat kedua tangannya di depan dadanya, melihat gerakan kecil Kenzie, tiba-tiba tertarik untuk menggodanya. Tanpa mengubah raut wajahnya menggunakan tubuh tingginya untuk menghentikan jalan Kenzie: "Tidak paham? Lalu bagaimana kamu bisa tahu namaku?"

Siapa yang peduli pada namany! Cepat menyingkir dan jangan ganggu pekerjaanku untuk menghasilkan uang! Kenzie hampir berseru seperti itu. Bergumam dalam hati, kepalanya menunduk, berpura-pura tidak bersalah. Hanya berharap Reyhan segera bermesraan dengan Sulia, jangan menggodanya lagi!

Merasakan keanehan Reyhan, keinginan Sulia untuk menarik perhatian Reyhan menjadi lebih intens. Dia tidak tahan duduk di sini, dan Reyhan ternyata tertarik pada wanita lain! Selain itu, itu hanyalah seorang pelayan!

"Pelayan, apa tidak melihat gelasku yang kosong?" Sulia menunjuk ke gelasnya yang kosong, mata dingin itu dengan sombong menilai Kenzie dari atas ke bawah, dan akhirnya pandangan itu jatuh pada sepatu kets Kenzie yang sudah hampir rusak.

Mendengar perkataan Sulia, Kenzie bergegas mengambil pitcher di tangannya dan menuangkan air. Dia adalah seorang pelayan, melayani tamu adalah pekerjaannya. Bahkan jika tamu itu penuh dengan aura permusuhan dan penghinaan untuknya.

Di bawah pengawasan Reyhan, Kenzie merasa gerakannya menjadi kaku. Pria sialan ini, apa yang dia lihat! Tidak pernah melihat pelayan menuangkan air untuk tamunya?

Tangan dan kakinya kaku menuangkan air ke gelas Sulia, Kenzie akhirnya menghela napas lega, setelah beberapa saat, dia harus mengganti meja dengan Ira, dia tidak ingin melayani meja ini lagi!

Baru saja berbalik badan dan ingin pergi, suara dingin Sulia terdengar: "Berikan gelasnya padaku!"

Kenzie dengan hati-hati menyerahkan gelas itu pada Sulia, tidak keburu untuk melepaskan tangannya, gelas itu sudah sengaja dibanting oleh Sulia, jatuh ke lantai dan hancur berantakan!

"Plakk!" Tamparan nyaring di wajah terdengar, senyum di wajah Sulia menghilang seketika, mengangkat tangannya dan memberikan tamparan pada Kenzie!

"Bagaimana caramu melayani tamu? Gaunku dikotori olehmu!"

"Apa kamu tahu betapa mahalnya gaunku? Kamu bahkan tidak mampu membelinya walaupun bekerja selama tiga tahun di sini!"

Tamparan tiba-tiba di wajah membuat Kenzie tiba-tiba tertegun!

Sulia menarik lengan Reyhan, dengan manja berkata: "Reyhan, lihat dia, mengotori gaunku! Kamu harus membawaku untuk membeli gaun yang baru!"

Reyhan melirik sekilas pada Sulia tanpa mengubah raut wajahnya, kedalaman matanya memancarkan cahaya yang tidak dimengerti Sulia.

Sulia sedikit panik, Reyhan sangat aneh hari ini, apa memang ada hubungan istimewa dengan pelayan ini, dan membuat Reyhan tertarik?

Tidak boleh, dia tidak bisa membiarkan ini terjadi! Dia adalah kekasih baru Reyhan, dia masih belum menduduki singgasananya hingga panas! Bagaimana bisa membiarkan wanita kecil ini merebutnya!