Bab 9 Benci Lelaki Ini

Sulia melirik ke layar ponselnya yang sangat besar, wajahnya seketika dipenuhi dengan senyum manis, menggunakan jari tangannya yang panjang dan halus itu untuk menekan tombol jawab.

"Darling, kamu di mana? Mengapa kamu masih belum datang! Membuatku menunggumu di sini sendirian, sangat membosankan!" Suara Sulia lembut dan menawan, yang tidak bisa ditolak oleh pria.

Wanita cantik yang sedingin gunung es ternyata bisa bersikap seperti seorang gadis kecil! Melihat perubahannya, Kenzie sangat penasaran akan orang di ujung telepon itu.

"Apa? Ingin aku menebak di mana kamu berada? Menyebalkan, aku mana mungkin bisa menebaknya!" Bibir Sulia yang merah seketika mengerucut, "Apa kamu masih belum berangkat?"

Diam-diam Kenzie mengerucutkan bibir di dalam hatinya, di antara pasangan memang sangat membosankan, memuakkan. Huh, artis besar juga tidak terkecuali!

"Sayang, kamu terlalu tidak percaya padaku!" Suara pria di telepon itu terdengar rendah dan serak.

Oh, tidak benar? Suara itu sepertinya datang dari belakang tubuhnya. Kenzie dan Sulia menoleh di saat bersamaan.

Setelan Armani hitam yang dibuat khusus, tubuh yang setidaknya setinggi 188cm dengan paras yang sangat tampan, fitur wajah yang sempurna, mata hitam yang mempesona, meskipun dia mengulas senyum di wajahnya, tapi itu tidak dapat menutupi ketegasan dan juga sifat seenaknya miliknya. Kaki yang panjang dan ramping itu dengan begitu santai berdiri, memperlihatkan aura elegan yang menekan orang.

Hati Kenzie tertegun, kenapa Presdir Reyhan ini terlihat sedikit familiar?

Tapi kemudian Kenzie menggelengkan kepalanya dan menyangkal ilusinya. Dia adalah Presdir kaya dari kalangan atas, dan Kenzie hanyalah orang biasa di keluarga biasa, bagaimana mungkin bisa mengenalnya?

Sudut bibirnya mengeluarkan senyum jahat, Reyhan melangkah mendekat ke arah Kenzie: "Kartu namaku, apa itu berguna?"

Tekanan besar yang datang, membuat Kenzie mengambil napas dingin, itu dia! Itu adalah pria yang berada di dalam mobil ketika malam hujan! Amarah kembali membakar. Dada kecilnya itu naik turun karena amarahnya, tapi itu malah menarik perhatian pria itu.

"Reyhan!" Sulia memanggilnya dengan nada manja.

"Hmm?" Reyhan menjawab sekilas, tapi matanya masih menatap Kenzie.

Mata yang tajam itu seakan bisa menembus seragam Kenzie, Kenzie merasa sedikit takut, tidak sadar memeluk kedua lengannya. Dia membenci pria ini! Benar-benar sesukanya! Sangat seenaknya! Kaya dan seenaknya!

Ketika Reyhan muncul di restoran, langsung menarik banyak perhatian, terutama para gadis-gadis, satu per satu menatapnya dengan terpesona, benar-benar sangat terlihat bodoh, hampir saja meneteskan air liurnya! Menunjuk ke arah Sulia: "Ternyata Reyhan yang ada di belakang Sulia! Tidak heran dia bisa begitu terkenal dengan sangat cepat! Ada Group Realtech yang mendukungnya, sulit jika tidka terkenal!"

Sulia menikmati rasa puas karena orang banyak yang iri padanya, ketika menoleh, dia menemukan bahwa pandangan mata Reyhan tidak tertuju padanya! Menyusuri pandangan mata Reyhan, apa! Dia ternyata terus bertatapan dengan pelayan itu!

Sulia menilai Kenzie dari atas ke bawah, tubuh yang terbalut seragam, sama sekali tidak bisa melihat bagaimana bentuk tubuhnya. Kulitnya benar-benar putih dan halus, tapi fitur wajahnya hanya cantik saja, bukan kecantikan yang menakjubkan!

Seketika hatinya merasa meremehkan, tapi suaranya terdengar lebih feminin: "Reyhan, apa kamu mengenal pelayan ini?"

Sengaja menekankan kata-kata "pelayan", mata cantik yang digambar dengan eyeliner itu dengan jelas mengungkapkan penghinaan yang dalam, menatap Kenzie.