Bab 6 Selera Yang Begitu Buruk

Jantung Kenzie berdegup. Jangan sampai Kakaknya tahu yang sebenarnya! Dengan sifat Kakaknya, dia pasti akan membuat masalah ini diketahui semua orang! Kenzie tidak mampu menanggung rasa malu ini!

"Oh, ini, dipinjam dari temanku. Aku menodai pakaianku tadi malam ..." Kenzie berkata sambil mengamati ekspresi Rena. Takut akan ketahuan.

Mata Rena memutar, karena Kenzie berkata demikian, maka dia tentu tidak tahu identitas asli Reyhan. Kalau begitu akan lebih mudah!

"Kenzie, pakaian ini agak kotor, aku akan membantumu untuk mencucinya hingga bersih!"

Melihat Rena membawa kemeja itu dan berjalan keluar dari kamarnya, Kenzie dengan aneh mengerutkan kedua alisnya. Kakaknya boasanya tidak pernah melakukan pekerjaan rumah, kenapa hari ini membantunya mencuci pakaian?

Namun, jika diambil Kakaknya juga bagus, pakaian pria itu, dia bermaksud untuk membuangnya. Sama sekali tidak ingin melihat sesuatu yang berhubungan dengan pria itu!

Di gedung Group Realtech, gedung setinggi 27 lantai bersinar di bawah sinar matahari.

Lobi resepsionis di lantai pertama didekorasi dengan elegan dan bersahaja, menunjukkan selera yang luar biasa. Dikatakan bahwa ini dirancang oleh Reyhan sendiri.

Berdiri di lantai marmer di bawah cahaya, Rena mengayunkan pinggulnya berjalan ke pintu kaca, mengagumi postur anggunnya sendiri. Hari ini dia mengenakan gaun ketat berkerah V yang dalam, ini adalah gaunnya yang paling mahal dan indah, membuat kulitnya yang putih dan lekuk tubuh yang indah benar-benar terekspos.

Wanita di depan meja resepsionis menatap Rena dengan tatapan menilai yang aneh: "Nona, apa ada sesuatu yang bisa dibantu?" Berbusana dengan sangat liar, sudah pasti adalah kekasih Presdir!

"Aku mencari Reyhan!" Rena menjawab dengan arogan. Mengulurkan tangannya untuk mengibaskan rambutnya yang bergelombang, menatap menggoda ke arah pria yang lewat.

"Apa Anda sudah membuat janji?"

"Apa aku masih perlu membuat janji? Beritahu Presdir, aku adalah wanita yang menemaninya tadi malam." Rena membusungkan dadanya yang membanggakan.

Kantor Presdir lantai teratas.

Ketika Reyhan mendengar kata-kata sekretarisnya di meja depan awalnya dia ingin menutup telepon, dia memiliki banyak meeting hari ini, tidak berminat untuk berurusan dengan wanita yang datang mencarinya.

Namun, ketika mendengar yang mencarinya adalah wanita semalam, bibir Reyhan mengulas senyum kejam.

Wanita tadi malam benar-benar sedikit berbeda dari wanita lainnya, jika diibaratkan wanita lain adalah makanan Prancis, maka dia adalah bubur yang polos. Terbiasa memakan hidangan besar, terkadang mencicipi bubur polos sepertinya tidak buruk….

"Presdir Reyhan ~" Sebuah suara manis yang manja terdengar di pintu kantor Presdir.

Reyhan mendongak dari komputernya, seorang gadis yang mengenakan gaun yang terbuka berdiri di depan pintu, kerah leher V yang dalam dengan sengaja ditarik ke bawah, hampir mencapai pusar, sepasang mata berkaca-kaca, dengan makeup yang tebal, terlihat menor ...

Alis Reyhan berkerut, wanita di ranjangnya tadi malam itu menujukkan aura polos dan lembut, tidak sesuai dengan gadis cantik di depan matanya ini. Apa yang terjadi? Apa dia sengaja berpakaian seperti ini untuk menyenangkannya? Apa selera Reyhan begitu buruknya?

Pandangan mata Reyhan yang dalam dan tajam menatap Rena, tidak berbicara. Aura menindas yang kuat dari tubuh Reyhan membuat Rena merasa sedikit panik. Apa Reyhan mengetahui bahwa dia ini palsu?

Dengan buru-buru mengeluarkan kemeja putih yang terlipat rapi dari dalam tas, menunjuk ke huruf "R.H" yang dirajut dengan benang emas di bagian lengannya, Rena dengan cepat berjalan ke sisi Reyhan dan menyerahkan kemeja itu padanya: "Presdir, aku datang untuk mengembalikan kemejamu..."

Selama Rena berbicara, dia dengan sengaja meliukkan pinggangnya yang ramping, tubuh yang montok hampir mengenai wajah Reyhan!