Bab 5 Semalam Kemana Saja

Matahari pagi bersinar dengan membawa kehangatan melalui tirai yang terpapar di ranjang mewah. Di atas seprai putih, rambut panjang sutra milik Kenzie sudah berantakan sejak awal, sekujur tubuhnya terdapat bekas memar.

Bulu matanya yang panjang menutupi matanya yang jernih, hidung putih yang kecil, bibir ceri merah muda dengan noda darah ...

"Hmm ..." Sebuah desahan lembut, membuat Kenzie bangun, merasa kepalanya sangat sakit dan sekujur tubuhnya juga sangat sakit dan pegal tak tertahankan!

Mengangkat pandangan matanya yang jernih, Kenzie sangat terkejut hingga menutup mulutnya sendiri! Seruan terkejut tercekat di tenggorokannya!

Di sebelahnya, ada seorang pria kuat yang berbaring! Membuat mata cantiknya itu melotot lebar!

Adegan tadi malam diputar kembali dalam benaknya seperti sebuah film, pergumulan liar dan juga menggigit, rasa sakit dan penyiksaan tanpa akhir, membuat Kenzie bergidik dan gemetar!

Air mata menetes di luar kendali, dia turun dari ranjang besar itu dengan ketakutan, mengambil rok di lantai ingin membungkus dirinya, tapi menyadari bahwa roknya sudah robek menjadi pecahan kain! Rok yang disobek hingga seperti kain perca, tidak sulit untuk membayangkan kekuatannya ketika menyobeknya tanpa belas kasihan.

Apa yang harus dilakukan! Apa yang harus dia lakukan? Pria di atas ranjang itu bisa bangun kapan saja, dia harus segera melarikan diri dari kamar ini!

Di antara pakaian yang berantakan di lantai, ada kemeja putih pria yang terkait dengan rok miliknya, kedua lengan Kenzie bersidekap di depan dadanya dengan erat, menutupi tubuhnya, perlahan-lahan menyelinap turun dari ranjang, dengan lembut, menggunakan gerakan yang paling pelan untuk mengambil kemeja putih itu.

Pria di belakangnya masih tidur dengan lelap, tidak ada suara sama sekali. Ini membuat hati Kenzie sedikit lebih tenang.

Mengambil rok yang sudah robek itu kemudian diikatkan di pingganggnya, kemeja panjang itu seketika berubah menjadi rok kemeja yang bisa dipakainya keluar. Kenzie merapikan rambutnya yang acak-acakan dengan tangannya, sekali lagi melirik punggung kuat pria itu, kemudian dia melarikan diri dan meninggalkan suite!

Di Komplek Lodan yang kumuh dan hancur.

Di kamar yang gelap dan lembab, Kenzie bergegas mengganti kemeja putihnya. Masih ada aroma pria itu yang menempel di baju: Gelap, dingin, jahat dan seenaknya, penuh dengan kekuatan untuk menghancurkan segalanya! Aroma semacam ini adalah pengingat dalam diam, adegan tadi malam seperti gelombang yang menerjang di depan matanya, Kenzie tidak sadar kembali gemetar!

Dia sudah kehilangan keperawanannya, dan dia bahkan tidak tahu siapa pria itu!

"Brakk!" Pintu kamarnya dibuka dengan kencang, Rena berjalan masuk dengan bau yang kuat dan menyengat hidung.

"Kenzie! Kemana kamu pergi tadi malam! Kenapa tidak pulang semalaman!" Rena berpura-pura bertanya dengan marah. Melihat pakaian Kenzie yang baru saja dibuka setengahnya, kulit telanjang itu penuh dengan memar biru dan ungu, banyak bekas tanda ciuman, hatinya sangat bahagia dan cemburu.

Dosis obat perangsang kemarin sangat besar, tubuh perawan Kenzie harus menanggung keganasan pria yang berada di bawah pengaruh obat perangsang, pasti sangat menyakitkan bukan? Tapi, orang yang menggaulinya adalah Reyhan! Berapa banyak wanita yang rela berbaris untuk naik ke atas ranjangnya dan tidak bisa mendapatkannya!

Mata Rena memicing, mencoba menyembunyikan emosinya yang sebenarnya.

"..." Mendengar kata-kata Rena, hati Kenzie tiba-tiba mencelos hinnga ke dasar! Sepertinya Kakak sama sekali tidak tahu apa yang terjadi semalam! Sebenarnya siapa! Berpura-pura atas nama Kakaknya dan menipunya ke Club itu?

Tidak boleh, dia tidak boleh memberitahu Kakaknya apa yang terjadi semalam! Luka-lukanya ini, biarkan dia sendiri yang mengobatinya, dia tidak ingin orang lain tahu!

Kenzie menundukkan kepalanya, bulu mata yang panjang membentuk bayangan tebal di pipi putihnya, dia tampak rapuh seperti boneka kain, tapi benar-benar sangat cantik.

"Kak, kemarin ulang tahun temanku, kami merayakan sepanjang malam!" Kenzie menutupi tubuhnya dengan kemeja, nadanya bicaranya sedikit terburu-buru, dengan sedikit gemetar yang tidak wajar.

Bibir Rena menunjukkan sedikit senyum licik, gadis ini benar-benar memiliki maksud terselubung, ternyata dia menolak untuk mengatakan yang sebenarnya padanya! Tapi begitu juga bagus, dia juga tidak usah memikirkan banyak penjelasan yang merepotkan.

Sudut matanya menyapu kemeja putih di depan tubuh Kenzie, Rena menarikyna, kemeja putih dengan tekstur halus, pengerjaan dan gaya kelas satu, meskipun hanya kemeja putih biasa, tapi mengungkapkan aura elegan yang luar biasa! Di ujung lengan kemeja, terdapat dua huruf R.H yang disulam dengan benang emas yang halus.

R.H? Singkatan dari nama Reyhan? Kemeja ini milik Reyhan? Apa baju ini diberikan Reyhan pada Kenzie? Hati Rena tegang, nadanya bicaranya menjadi lebih menuntut: "Kenzie! Dari mana asalnya pakaianmu ini?"