Bab 3 Ide Terberani

Menjelang malam lampu di Club T.S bersinar terang, air mancur kembang api setinggi tujuh lantai diiringi dengan musik yang elegan, memancarkan kabut air yang menawan. Di depan Club banyak terparkir mobil mewah, pria dan wanita modis yang keluar masuk sangat kaya. Kemewahan terlihat di mana-mana.

Di kerumunan mobil mewah itu, sebuah taksi yang tidak sesuai dengan lingkungan itu berhenti di sana, sepasang kaki ramping turun dari mobil, Rena mengenakan gaun hitam ketat berpotongan leher rendah keluar dari dalam mobil.

Bibir merahnya yang menyala, lekuk tubuhnya yang penuh, rambut panjang bergelombangnya diwarnai dengan warna coklat muda, memancarkan aura memesona di malam hari.

Penjaga pintu yang tampan di depan pintu sudah memperhatikan Rena sejak turun dari taksi, ada cemoohan di matanya: Satu lagi wanita yang ingin menangkap tangkapan kaya!

Mengulurkan tangan menahan Rena yang berjalan melenggokkan pinggangnya ke pintu kaca menuju tangkapan kayanya, penjaga pintu berkata dengan sopan dan dingin: "Nona, di sini adalah Club Private, hanya anggota yang bisa masuk."

Rena dengan angkuh mengangkat kartu nama di tangannya, cahaya keemasan melintas di mata penjaga pintu. Di Kota C, hanya satu orang yang boleh menggunakan kartu nama emas, dan itu adalah Reyhan.

Sikap penjaga pintu segera berubah 360 derajat, dengan hormat membungkuk dan berkata: "Nona, silakan masuk, kuharap kamu mendapat malam yang bahagia!" Reyhan adalah satu-satunya orang yang menguasai segalanya di kota C, walaupun dia memiliki nyali besar, dia juga tidak berani menyulitkan wanita Reyhan!

Senyum sombong terlintas, Rena berpura-pura menyibakkan rambut panjangnya dengan elegan, melangkah ke pintu yang megah.

"Rena!" Terdengar suara terkejut di sebalhnya. Rena menoleh untuk melihat, itu adalah teman SMA-nya, Agus.

"Agus! Kenapa kamu ada di sini?" Dalam ingatan Rena, Agus adalah seorang preman kecil yang tidak memiliki masa depan. Waktu itu Agus pernah mengejarnya, tapi Rena sama sekali tidak peduli.

"Hari ini, Group Realtech mengadakan pesta koktail kecil di T.S, aku mengantar Presdir kemari, sekarang aku adalah supirnya!" Suara Agus cukup bangga. Bagaimanapun, supir keluarga Reyhan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

"Group Realtech? Presdir? Apa yang kamu maksud itu Reyhan?" Mata Rena berbinar! Dia sangat beruntung! Tadinya dia pikir dia harus menguras otak, tidak disangka kesempatan datang tanpa bersusah payah!

Di dalam suite yang remang-remang, Agus sedang menghimpit Rena, udara dipenuhi dengan hasrat gairah ...

"Agus ... yang kamu janjikan padaku ... kamu harus bisa melakukannya!" Wanita itu dengan gila meliukkan tubuhnya.

"Aku bisa membantumu memasukkan obat ke dalam minuman Presdir, tapi aku tidak bisa membantumu untuk hal selanjutnya! Kamu tahu, Presdir hanya ingin perawan!"

"Apa?" Suhu tubuh Rena seketika turun beberapa derajat: "Kamu bilang Reyhan hanya mau perawan?"

"Ya! Apa kamu tidak tahu? Malam pertama, haruslah seorang perawan, dan juga tidak peduli seberapa cantik, batas waktunya hanya tujuh hari!"

Rena merasa darah di seluruh tubuhnya menurun hingga ke titik beku! Kenapa dia tidak tahu bahwa Reyhan memiliki hobi ini! Apa yang harus dia lakukan!

Rena memicingkan kedua matanya, ada pemikiran yang berani di benaknya ...

Malam semakin gelap, kedua orang yang bergerak liar di ranjang perlahan menjadi tenang. Rena menyerahkan obat di tangannya pada Agus: "Agus, semuanya kuserahkan padamu! Jika aku dengan lancar menjadi wanita Reyhan, aku pasti akan memberi keuntungan padamu!"

Kenzie, yang bekerja di restoran, tiba-tiba merasakan ponsel di sakunya bergetar, ada telepon masuk.

Nomor telepon asing, Kenzie menjawabnya: "Halo, Kakak, apa ada masalah?"

"Datang ke ruang 1806 di T.S Club, kakakmu mabuk, datang jemput dia, ingat, kamar 1806." Suara seorang pria terdengar di telepon.

"Ah?" Kenzie mencoba untuk berbicara, tapi teleponnya sudah ditutup. Mencoba menghubunginya lagi, tapi tidak ada yang menjawab.

Kenzie bergegas berpesan pada teman kerja paruh waktunya di restoran, Nindi, kemudian dia bergegas menghentikan taksi pergi menuju Club T.S.