Bab 1 Wanita Yang Tidak Mencintai Uang

Shift kerja malam yang sibuk akhirnya berakhir, Kenzie mengganti seragam pelayan restorannya, melihat hujan malam di luar jendela dan mulai merasa khawatir. Ada terlalu banyak tamu hari ini, waktu tutup restoran sudah lewati setengah jam, dia sudah ketinggalan bus terakhir.

Butuh sekitar 50 ribu untuk naik taksi, cukup segitu untuk membeli iga untuk dimakan Ayah. Sudahlah, lebih baik berjalan kaki pulang! Kenzie melihat sepatu tua di kakinya, sudah mulai robek, jika sekali lagi terendam air, maka sepertinya akan benar-benar rusak! Huh, dia mana punya uang untuk membeli yang baru!

Tidak peduli lagi, dia sudah harus pulang secepat mungkin. Ayah pasti masih menunggunya.

Hujan yang deras menerpa wajahnya, Kenzie hampir tidak bisa membuka matanya.

Tiba-tiba, cahaya menyilaukan menusuk matanya, "Ciiitt ..." Sebuah mobil berwarna perak tiba-tiba berhenti dengan ganas, membuat suara decitan rem yang tajam! Cahaya yang menyilaukan mata membuat Kenzie tidak bisa membuka matanya, masih belum bereaksi, dia sudah tertabrak dan jatuh ke tanah!

Merasakan rasa sakit di lutut dan lengan, Kenzie mencoba untuk menopang dirinya sendiri dan ingin berdiri, tapi dia malah kembali terjatuh ke tanah.

Seorang pria bergegas turun dari mobil, menghampirinya dan memaki kepadanya: "Apa kamu tidak punya mata ketika berjalan? Menerjang begitu saja di jalan? Apa sedang mengejar reinkarnasi?"

Bagaimana bisa ada supir yang tidak masuk akal seperti ini, jelas-jelas tadi lampu merah, jelas-jelas Kenzie berjalan di batas penyeberangan?

"Kamu masih berani memaki padahal kamu sendiri yang menerobos lampu merah?" Melihat mobil mewah yang terparkir di hadapannya, Kenzie marah hingga gemetar: "Apa kamu bisa seenaknya karena punya banyak uang? Jika punya uang apa kamu bisa seenaknya menerobos lampu merah? Nomor plat-mu sudah kuingat, percaya atau tidak, aku akan melaporkannya ke polisi?"

Supir itu tidak menyangka wanita ini bermulut tajam, baru ingin berbicara, jendela mobil perlahan diturunkan, suara seorang pria yang serak perlahan terdengar: "Beri dia 10 juta, suruh segera pergi."

"Baik! Tuan Muda!" Supir itu segera mengganti nada bicaranya dengan hormat.

"Plakk!" Setumpuk uang kertas tebal dilemparkan pada Kenzie, membuatnya merasakan sakit di tubuhnya! Supir itu memberinya tatapan seakan sedang memberinya hadiah dan memberikan isyarat padanya, lalu berbalik dan bersiap naik kek mobil.

Kenzie sangat marah hingga matanya memerah, air mata kemarahan bertumpuk di matanya, dia berjuang untuk mendongak dan mencegah air matanya menetes jatuh. Mengambil setumpuk uang di tanah itu, menanggung rasa sakit di lutut dan lengannya, menggunakan semua kekuatannya untuk melemparkannya ke punggung supir yang sangat sombong itu!

"Shit!" Supir itu tidak memiliki pertahanna, dilempar oleh Kenzie, dia berbalik dengan marah dan membuat gerakan ingin memukulnya.

"Agus!" Pria yang duduk di dalam mobil itu menghentikan si supir. Kenzie melihat ke dalam mobil, cahaya lampu jalan samar-samar masuk ke jendela, menyinari wajah seorang pria.

Itu adalah wajah tampan yang menarik bagi semua makhluk, garis wajahnya tegas, setiap tempatnya penuh dengan aura seorang raja, pandangan matanya yang hitam legam itu dingin dan sombong, mengungkapkan cahaya yang tak terduga, saat ini, pandangan mata hitam itu sedang menatap Kenzie, pandangan matanya itu bersinar dengan tatapan mengejek.

"Kemarilah!" Dia mengarahkan jarinya ke Kenzie, nada bicara yang sombong dan agresif, penuh denan ancaman yang tidak bisa ditolak.

Pria ini benar-benar tampan hingga sedikit keterlaluan, melihat garis-garis wajahnya yang tampan, Kenzie sedikit melamun, tanpa sadar berjalan ke arah jendela.

"Oh ... sakit!" Dagu ramping Kenzie tiba-tiba ditahan oleh telapak tangan pria itu yang panas! Kenzie tidak sadar berseru: "Apa-apaan! Lepaskan!"

Pria itu menatap tajam ke arahnya dengan tatapan sedang menilai mangsa, telapak tangannya yang besar itu mengelus wajah Kenzie yang halus, sudut bibirnya terdapat senyum mengejek: "Ternyata ada wanita yang tidak mencintai uang?"

Dagu Kenzie ditekan olehnya hingga kesakitan, Kenzie berusaha menyingkirkan pengekangannya, tapi kekuatan pria ini luar biasa besar! Kenzie benar-benar tidak bisa membebaskan diri sedikitpun!

Mata Kenzie yang jernih melotot penuh benci pada mata pria itu yang dingin: "Apa memiliki uang itu bisa seenaknya? Cepat lepaskan! Atau aku akan pergi ke kantor polisi untuk menuntutmu! Kamu tidak hanya menerobos lampu merah, tapi juga melakukan pelecehan!"

Pria itu mengeluarkan tawa mengejek, kekuatan di telapak tangannya makin besar, Kenzie merasa dagunya sudah hampir remuk, wajah putih pucatnya kesakitan hingga mengerut.

"Dasar gila! ..." Kenzie sangat kesakitan hingga sudah hampir tidak bisa berbicara!

Mata hitam dalam pria itu tiba-tiba menyusut, melepaskan tangannya! Setelah terlepas, Kenzie tidak siap dan terjatuh dengan keras ke tanah.

Dia melemparkan kartu nama emas keluar dari jendela. Suara sombong pria itu berkata: "Itu adalah kartu namaku, kamu bisa membawanya ke kantor polisi dan menuntutku! Tentu saja, jika kamu membutuhkan biaya medis, kamu juga dapat membawanya ke Group Realtech untuk mencariku!"