Bab 672 Kecelakaan Pesawat

"Tuan, apa yang kamu ingin minum?"

Pramugari berjalan dibelakang Franklin, dengan suara kecil dan sopan bertanya.

Tangan Franklin sedang memegang satu tabloid dan melihat dengan serius, mendengar pramugari berkata seperti itu, dia mengangguk kepala berkata: "Segelas air putih hangat, terima kasih."

"Baik, tunggu sebentar." Selesai pramugari selesai berkata, dia juga pergi.

Franklin mengulurkan tangan memegang dahinya, lalu menutup tabloid, dan menoleh kebelakang, lalu melihat orang yang duduk disampingnya cara minumnya sangat aneh.

Dia menoleh kepalanya kebelakang lagi, lalu pergi ketoilet.

Dalam perjalanan ini, dia dengan tenang melihat tamu yang ada dipesawat ini.

Walaupun tamu ini kelihatannya tidak ada yang aneh, tapi dia merasa suasana didalam pesawat ini sangat aneh.

Dia masuk kedalam toilet, berpikir sebentar, kemudian keluar.

Pada saat dia keluar, melihat dipintu ada satu pria yang sedang menjaga disini.

Franklin berjalan keluar, dia menengadah kepala melihat Franklin, kemudia masuk kedalam.

Pramugari saat ini membawa segelas air untuk Franklin.

Franklin mengambilnya, lalu minum sedikit, lalu tidak meminum lagi.

Lewat 10 menit kemudian, dia pergi ketoilet lagi, menyadari baru didalam ada orang.

Apakah ada orang yang masuk lagi, atau orang yang sebelumnya belum keluar?

Hati Franklin, merasa sangat aneh.

Aneh sekali.

Saat ini, dia 30.000 meter dar darat, dan jika sesuatu terjadi masalah, dia bahkan tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.

Ini sudah pasti.

Tiba-tiba, "Peng" Suara barang jatuh.

Kemudian, adalah suara pramugari: "Maaf, tuan......"

"Pinggir!"

"Tuan, kamu......a!"

Setelah suara teriak pramugari, semua orang yang dipesawat berdiri.

Franklin duduk ditempatnya, dengan ekspresi yang jelek, sepasang tangan memegang erat, kemudian melepaskan.

Orang itu dengan cepat datang ketempat duduknya, lalu melingkarinya ditengah.

Dia tidak melihat mereka, ekspresi wajah juga tidak ada perubahan, sangat tenang.

"Tuan Qin, kita bertemu lagi."

Suara pria dari kejuahan sampai dekat.

Franklin sebentar saja, sudah tahu ini suara siapa.

Masalah dia pulang keKota Arola, Nicho saja tidak tahu.

Dan ada orang yang seperti dia ini, bisa tahu dia diam-diam pulang, selain Levita, masih ada siapa?

Levita berjalan sampai didepan Franklin, melihat Franklin sangat tenang, dia merasa ada yang aneh: "Tuan Qin bertemu dengan aku, tidak terkejut?"

Franklin mengangkat kepala melihat dia, lalu berkata: "Tidak, aku sangat terkejut."

Levita hanya tersenyum saja.

Jika dibilang dengan masuk akal, Franklin tidak ada persiapan sedikit pun, tapi saat ini sikap dia yang tenang ini, Levita menjadi tidak yakin.

"Sebenarnya aku hanya mencoba saja, tidak sangka, Tuan Qin bisa diwaktu yang penting ini pulang ke Kota Arola." Levita kedua tangan masuk kedalam kantong, dan sikapnya ini sangat bangga.

Franklin, mengatakan nama ini, orang Grisi sangat pusing.

Sebelumnya, dia menggunakan waktu dua tahun, dari Emily mulai, melakukan jebakan ini, tapi akhirnya dihancurkan oleh Franklin.

Dia masuk kegrup Grisi sangat lama, hanya ditempat Franklin bisa kalah begini.

Kali ini, termasuk dia sudah menang sekali.

Levita merasa sangat senang: "Tidak takut memberitahukan kamu, didalam pesawat ini, semua adalah orang kita sendiri."

Franklin bersandar, sikap itu kelihatannya sangat tenang: "Jadi kenapa?"

Levita melihat dia yang tenang sekali ini, menjadi tidak sabar berkata: "Franklin saat ini, kamu tidak perlu berpura-pura tenang, kali ini kamu, tidak akan bisa dengan hidup turun dari pesawat, pilot yang dipesawat ini bahkan pramugari semua orang akan ikut kamu mati!"

"Membuat kalian menggunakan cara yang banyak untuk melawan aku, benar-benar adalah kebangaan aku." Franklin tertawa.

Levita dengan senyum dingin: "Franklin, kamu tidak bisa bertemu dengan Emily dan putra kamu lagi, kamu sekarang menjadi menyesalkan, mengapa saat pergi tidak melihat mereka?"

Levita adalah orang pandai menggunakan cara psikologi untuk menyerang hati orang, tahu dimana kelemahan orang.

Orang yang menganggap keuntungan lebih penting dari nyawa, disaat melawannya, juga tahu mulai dari dirinya dulu, menggunakan barang yang dia anggap penting untuk mengancam orang.

Tapi dia berbeda, dia punya kelemahan, jadi dia mengerti Franklin.

Dia tahu, kelemahan Franklin itu apa.

Grup L.K, Dinasti Merovingian..... ini yang bisa didapatkan Franklin dengan caranya dan usahanya, sebenarnya bagi Franklin, itu tidak begitu penting.

Bagi dia, yang paling penting adalah Emily dan Jerry.

Benar, perkataan dia baru selesai bicara, wajahnya sudah berubah menjadi sangat jelek.

"Mereka pasti masih menunggu kamu pulang? Tapi kamu sudah tidak bisa pulang, namun, lihat dari dulu aku juga menjadi paman Emily selama dua tahun, ada apa yang kamu ingin sampaikan, aku bisa bantu kamu katakan padanya."

Levita bergabung dengan Grisi kemudian, sudah melakukan banyak tugas, tapi tidak kali ini merasa dirinya sangat hebat.

Franklin bukan orang biasa, ingin melawan dia, dan ingin berkerja sama dengannya juga sangat banyak, tapi tidak bisa melakukan apapun terhadapnya, tapi kali ini Levita, bisa melakukannya.

Franklin dengan cepat membereskan ekspresi sendiri, dengan wajah dingin berkata: "Yang perlu aku katakan sudah dikatakan, yang ingin dibuat juga sudah dibuat."

......

Pada dini hari, ada berita tentang kecelakaan pesawat itu.

"Hari ini jam 10 pas, dari Bandara Internasional Kota Arola, penerbangan T2XX ke ibukota Negara Jmelepas satu jam kemudian, melalui bagian Kota B, kompartemen bagasi kebakaran menyebabkan kecelakaan, prediksi awal, personil pesawat mungkin tidak bertahan lagi... Kemudian akan ada laporan lanjutan."

Gelas yang ditangan Emily, "Pia" jatuh dilantai.

Sebelumnya, dia memastikan pesawat yang dinaiki Franklin kemudian, juga tahu orang yang dipesawat itu adalah orang Grisi, jadi dia juga tidak langsung pulang.

Satu karena Jerry sudah tidur disini, kemudian, dia seorang pulang ke Cloud by The Bay hanya membuat dia lebih panik saja.

Dan terjadi masalah ini, Jacky juga tidak bisa tidur.

Masih mengatur orang untuk mencari cara.

Namun, masalah ini tidak membuat orang terkejut, malahan membuat orang sedih saja.

Pesawat jatuh.

Mungkin tidak akan hidup.

Yang dipegang Emily adalah air hangat yang diberi oleh Anna, gelas itu sudah pecah, ada pecahan gelas yang menusuk dijari kakinya, dia juga sudah tidak ada rasa lagi.

Emily mengkedip mata sebentar, lalu bertanya pada mereka: "Yang diberita itu......katakan apa?"

Dia tidak melihat Jacky atau Anna, kata ini seperti sedang berbicara pada diri sendiri.

Dan Jacky dan Anna, saat ini juga dalam kondisi yang sangat panik.

Dari semua kendaraan, kemungkinan pesawat kecelakaan yang relatif kecil, tetapi juga adalah hal yang menyakitkan.