Bab 663 Jamuan Makan Rasa Perjodohan

Mereka duduk dalam sebuh meja makan, yang kebetulan semua kursi terisi penuh.

Perjamuan makan keluarga, tentunya harus duduk bersama sama agar suasananya lebih ramai.

Perjamuan makan ini rasanya tidak hanya jamuan makan seperti biasanya.

Nyonya Jiang rasanya menaruh perasaan khusus kepada Lydia, dia merasa bahwa Stanley dan Lydia yang duduk bersama terlihat sangat serasi.

Isabel merasa bahwa aura dari Giselle semakin menonjol, semakin dilihat semakin merasa puas, dan membuat matanya semakin ingin memandangnya.

Dari segi penampilan, Giselle memang tidak lebih cantik dibandingkan dengan Lydia.

Kecantikannya begitu mendalam, kental dengan pesona dari orang barat.

Sedangkan Giselle memiliki kecantikan layaknya orang Asia.

Kedua orang itu memiliki kecantikan yang begitu berbeda, jadi jika dibandingkan, sangat susah untuk membuat penilaian akan keduanya.

Koki sudah mulai menghidangkan masakan ke atas meja makan, perut Isabel juga terasa sudah mulai keroncongan, dia sudah bersiap untuk menyantap hidangan yang berjejer di meja makan.

Belum sempat dia mengambil makanan, Giselle sudah menyodorkan segelas susu hangat ke hadapan Isabel.

Isabel tersenyum getir, dia kemudian meletakkan sumpitnya dan meminum segelas susu hangatnya terlebih dahulu, dan baru kemudian mulai menyantap makanannya.

Ravi menyetujui tindakannya dan mengangguk puas.

Giselle meskipun duduk disebelah Stanley, tetapi perhatiannya hanya tertuju kepada Isabel, dan memperhatikan segala gerak gerik sekecil apapun dari dirinya.

Mungkin karena Giselle tidak berkomunikasi dengan Stanley, Nyonya Jiang jadi emmperhatikannya beberapa kali.

Pada awalnya Nyonya Jiang merasa bahwa Giselle hanya memanfaatkan hubungan dari keluarga dari mama Isabel, dan menganggap bahwa dia adalah gadis yang manja yang hanya menempel kepada para bangsawan.

Karena ini adalah perjamuan makan keluarga!

Isabel malah memanggilnya untuk mengikuti perjamuan, dan menandakan bahwa dia begitu mementingkan keberadaannya.

Anak ini boleh juga.

Kelakuannya begitu baik, pekataannya juga tidak ada yang menyeleweng.

Dia berbicara pada saat yang tepat, jika tidak diperlukan dia tidak akan berkata kata atau bahkan memotong pembicaraan.

Didikan keluarga kepadanya sangatlah bagus.

Dan karena Isabel yang begitu menghormatinya, dan dia jugga sangat memperdulikan Isabel.

Ini adalah sikap yang harus dimiliki dari keluarga mama Isabel.

Entah kebetulan atau tidak, Isabel dan Giselle sama sekali tidak memakan lobak.

Saat kedua masakan dihidangkan, mereka menunjukkan sikap yang sama, dan menyisihkan lobak disamping piringnya.

Stanley selalu memperhatikan gerak gerik kedua orang itu, dia tidak bisa menahan perkataannya dan berkata, "kalian sangat kompak dalam memilih milih makanan! Yang tidak tau pasti akan mengira kalian adalah kakak beradik."

Sumpit yang dipegang Giselle hampir saja terlepas dari tanganya.

Kemudian tangannya menggenggamnya erat, menetapkan hatinya dan menjawab dengan lirih, "mungkin hanya kebetulan saja."

Isabel juga memalingkan kepalanya menatap Giselle, dia berkata dengan tersenyum senyum, "aku sejak mengandung anak ini sudah tidak makan lobak. Aku tidak menyangka bahwa kamu juga tidak makan lobak."

Giselle menjawab dengan senyum mengembang di bibirnya, "iya, aku juga tidak makan lobak. Tetapi saat merebus sup buatmu, aku masih memasukkan sedikit kedalamnya. Lobak memiiki kandungan yang bagus untuk tubuhmu. hanya saja aku menaruhnya dalam jumlah yang sedikit, dan aku menambahkannya dengan bahan yang lain, jadi kamu tidak mersakan bahwa ada lobak dalam sup nya saat kamu meminumnya."

Isabel menjawab juga dengan senyuman dia wajahnya, "aku benar benar sangat merepotkanmu."

Nyonya Jiang juga turut serta dalam pembicaraan mereka, "tadi mendengar dari pelayan bahwa kamu memiliki pengetahuan yang luas, sekarang kelihatannya memang benar benar seperti itu. Jika boleh tau diamana kiranya nona Yun menempuh pendidikannya?"

Giselle seketika terdiam.

Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan ini?

Giselle yang sebenarnya tidak pernah menempuh pendidikan tinggi.

Bagaimana dia harus menjelaskan mengenai ini?

Isabel juga dengan penasaran melihat ke arah Giselle.

Saat melihat perubahan ekspresi dalam wajah Giselle, dia langsung mengerti bahwa mungkin dia tidak ingin menjawab pertanyaan ini.

Isabel seketia berkata, "aku dengar-dengar kamu masih belajar sendiri? Belajar sendiri hingga bisa sehebat ini benar benar mengagumkan."

Giselle tidak menyangkan bahwa Isabel bisa mewakilinya menjawab, dan seketika dia melanjutkan perkataan dari Isabel, "iya, aku masih selalu belajar sendiri. Kondisi ekonomi keluargaku tidak begitu mendukung, jadi...."

Nyonya Jiang kemudian tersenyum, dan tidak membahas lagi masalah ini, dia malah melihat dengan dalam ke arah Stanley.

Sorot mata ini Stanley sudah mengerti apa maksudnya.

Giselle yang tidak pernah memasuki bangku perkuliahan, sedangkan Lydia adalah lulusan dari luar negerti.

Yang satunya begitu berpendidikan, memperjelas status dari kedua perempuan disampingnya itu.

Jika beberapa hari ini dia tidak menemani dan lebih mengerti akan Giselle, dia pasti akan mempunyai pemikiran yang sama dengan mama nya.

Tetapi jika Giselle adalah Sacha maka....

Aaaaa.

Apa di dunia ini ada seseorang yang kemampuan dan kepintarannya melebihinya?

Tuan Jiang mengalihkan pembicaraan dan berkata kepada Ravi, "dengar-dengar keluarga Shang juga sudah mengambah dunia perkosmetikan?"

Isabel seketika menajamkan pendengarannya mendengarkan dengan baik.

Iya, paman mungkin memiliki informasi yang tidak dia ketahui.

Ravi dan Stevan adalah teman baik, jika membuat Ravi menghadapi Stevan secara langsung dia juga tidak tega.

Tetapi persaingannya dengan Stevan ini merupakan hal yang berbeda.

Dia ternyata membeli perusahaan kosmetik tingkat dua, setelah kembali dia menggunakan hal ini untuk bersaing dengan perusahaanBonita?

Heiheihei.

Ravi mengangguk mengiyakan, "sepertinya begitu."

Isabel tidak bisa menahan perkatannya dan berkata, "paman, apa paman mendengar sesuatu apapun mungkin?"

Tuan Jiang memalingkan pandangannya kepada Isabel, "hari ini mengundang kalian kemari juga untuk membicarakan hal ini kepada kalian."

Ravi dan Isabel mengangguk bersamaan.

"perusahaan milik Isabel dan perusahaan yang dibeli Stevan mau tidak mau harus bersaing." Tuan Jiang melihat ke arah Isabel dan melanjutkan kalimatnya, "Isabel, persaingan dalam perusahaan adalah hal yang wajar. Asalkan tidak membuat kita berada dalam keadaan yang menyulitkan, maka kita akan bisa menghadapinya."

Isabel mengangguk dan berkata, "aku mengerti maksud paman. Aku akan bersaing dengannya. Persaingan ini tidak akan mengendurkan persaingan dengan perusahaan Lupita. Aku juga tidak akan melibatkan nya dengan masalah keluarga, dan hanya fokus pada perusahaan itu sendiri."

"bagus jika kamu mengerti." Tuan Jiang mengangguk dengan puas dan berkata, "aku juga akan memberikan informasikepadamu."

Isabel seketika begitu bersemangat, "

"perusahaan Lupita benar benar sangat serius kali ini." Tuan Jiang melajutkan kalimatnya, "dengar-dengar keluarga Shang menggelontorkan dana mencapai 1 milyar dolar Amerika untuknya, hal ini bagi produk kosmetik tingkat tiga merupakan pukulan yang sangat keras! Sekarang yang mempunyai nilai infestasi yang lain juga hanya perusahaan Bonita milik kalian."

Isabel mengangguk mengerti, "iya, hal ini aku sudah mengetahuinya. keluarga Shang mereka tidak kekurangan jika dalam hal uang. Tetapi, jika mereka mengandalkan uang, maka aku juga bisa melakukannya."

Ini adalah bisnis milik Raisa dan Isaebel dia tidak akan membiarkan orang lain meghancurkannya dengan mudah.

"terus kamu berencana akan berinvestasi berapa lagi untuk selanjutnya?" Tuan Jiang kembali bertanya.

Isabel terdiam sebentar dan kemudian melihat ke arah Giselle.

Giselle seketika meletakkan sumpitnya dna menjawab menggantikan Isabel, "mengenai jumlah invertasi, aku sudah memiliki nilai yang tepat. Berdasarkan kejenjangan yang terjadi antara perusahaan Bonitadan perusahaanLupita, jika ingin menyetarai Lupita, maka dibutuhkan investasi sebesar 500 juta dolar, fokusnya adalah pada perluasan jalur produksi dan pengembangan produk. Tetapi jika ingin melampaui Lupita, maka dibutuhkan investasi sebesar 1,5 milyar dolar. Kenapa bisa memiliki perbedaan yang begitu besar adalah karena kita menginginkan keunggulan pada produk kami pada tahap awal."

"meskipun Lupita adalah produk tingkat dua dan dia adalah produk dari luar negeri, dan dia tidak begitu memiliki kekuasaannya di dalam negeri.

Pertama-tama, produk luar negeri Lupita tidak dapat mengalahkan nama-nama besar lini pertama seperti Estee Lauder, dan kedua, dalam dikenalnya dalam masyarakat, Lupita jelas kurang terkenal dibandingkan Bonita. Dalam kontes persaingan ini, Bonitamemenangkan semua dukungan dan telah memperluas popularitasnya ke seluruh negara. Oleh karena itu, Bonitahanya membutuhkan 500 juta investasi untuk setara dengan Lupita, tetapi Bonita membutuhkan 1,5 miliar dolar untuk meningkatkan stabilitas kami Bonita."

Giselle menunjukkan kemampuannya dalam hal ini, dia menjelaskan dengan begitu gamblang dan terperinci kepada Tuan Jiang.

Tuan Jiang tidak dapat menahan kekagumannya kepada Giselle.

"kali ini, berdasarkan kepercayaan konsumen kita lebih unggul dibandingkan denganLupita. Dalam hal ini kita memiliki keunggulan yang besar dibandingkan Lupita. Jadi aku merasa bahwa kita tidak akan kalah dari mereka." Giselle kemudian menyampaikan pendapat terakhirnya, "jika kita bersaing dalam kelas atas, mungkin kita akan kalah. Tetapi jika penilaian dari masayarakat membludak, maka keunggulan yang kami miliki akan dapat terus dimanfaatkan."

Isabel mengangguk dengan puas, "benar, aku dan Raisa juga berpikir seperti itu. Perusahaan Bonita baru saja meniti karirnya, jika kita langsung menjadi produk tingkat satu maka itu adalah suatu ketidakmungkinan. Jadi, kita memulai semuanya dari kesan masyarakat. Sekarang kita sudah membuka popularitas di kalangan masyarakat, selanjutnya adalah produksi dan distribusi masal.

"melihat kalian yang sudah memiliki rencana sendiri, maka aku juga bisa tenang." Tuan Jiang mengangguk dengan senyum, dan kemudian memalingkan pandangannya kepada Ravi, "kamu lihat istrimu sehebat ini, apa yang kamu pikirkan?"

Ravi memang orang yang tidak banyak bicara, mendengar pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, dia kemudian menjawab dengan tersenyum, "apa saja asal dia bahagia."

Tentu saja, perusahaan Bonita bagi Ravi hanya mainan saja.

Isabel kemudian begitu kesal dan segera mencubitnya, dan kemudian Ravi berkata kepadanya, "semua usaha itu berasal dari main main saja! Saat sudah asik dengan mainannya, maka usahanya juga pasti sudah berhasil! Iya tidak, istriku?"

Semua orang yang berada di meja makan ebgitu mendengarkan perkataan Ravi seketika terkekeh geli.

Lydia juga orang yang tidak banyak berkata kata.

Dia begitu kagum melihat kebahagiaan Ravi dan Isabel.

Dia juga menginginkan suatu hubungan yang seperti itu!

Kedua nya sangat bahagia dan membuat orang lain iri melihatnya.

Lydia diam diam melihat ke arah Stanley, dan kemudian dia menyadari bahwa sorot mata Stanley terpaku kepada Giselle, kemudian pandangannya menjadi lebih sedikit suram.

Apa dia sudah kedahuluan satu langkah?

Tetapi hatinya merasa tidak terima.

Setelah selesai menyantap makanan di meja, mereka semua berpisah dan melakukan kegiatannya sendiri sendiri.

Tuan Jiang membawa Ravi dan Stanley untuk masuk kedalam ruang kerjanya.

Nyonya Jiang membawa Isabel untuk pergi memberi makan ikan.

Sekarang hanya tinggal Lydiadan Giselle yang dengan canggung melihat pemandangan disektitar.

Nyonya Jiang memberikan pakan ikan kepada Isabel, dan seketika menanyakan sesuatu, "Isabel, coba beritahu bibi, bagaimana pendapatmu mengenai Lydia?"

Isabel dengan pelan menyebarkan pakan ikan ke kolam.

Keluarga Jiang juga tidak bisa dipandang remeh, emreka memihata begitu banyak ikan dalam kolam yang tidak kalah besarnya.

Isabel mungkin memberimakan ikan sampe sorepun tidak akan selesai.

"kenapa bibi bertanya seperti ini?" Isabel bertanya dengan melihat ke arah Nyonya Jiang, "kenapa? Bibi merasa tidak tenang kepada Stanley atau kepada gadis itu?"

Nyonya Jiang seketika tersenyum lebar.

"kamu tuh ya." Nyonya Jiang memandang Isabel begitu dalam, "kalau begitu aku tanya kamu, kemu membawa Giselle kemari, apakah ada maksud lain?"

------------