Bab 659 Hamil !

Stanley yang mendengar bahwa Raisa muntah, dia seketika berkata, "ayo, kita segera berangkat."

Pelayan dengan cepat memberikan jas kepada mereka berdua.

Mereka segera berbalik badan melangkah keluar.

Pada saat jam ini kemacetan sedang parah parahnya.

Tetapi untung saja mobil milik Stanley memiliki fitur yang begitu lengkap.

Mereka hanya mengikuti petunjuk yang berada di monitor mobil, berbelok beberapa belokan akhirnya sampai lebih cepat di rumah sakit.

Begitu memasuki ruang rawat, Giselle mendapati bahwa Raisa terduduk disana termenung tanpa melakukan apapun.

Giselle dalam hatinya berkata, gawat, kali ini bukan hanya membuat perutnya tidak baik, apa mungkin makanan itu membuat otaknya menjadi terganggu juga?

Kenapa di bisa sampai seperti ini?

Giselle begitu masuk ke ruangan langsung meminta maaf, "presdir, maafkan aku! Semua ini salahku ! makanan pada malam hari ini adalah aku yang memesannya! Jika presdir ingin menghukumku maka hukum saja aku! Aku tidak akan lari dari tanggung jawabku!"

Raisa melihat Giselle dengan wajah yang begitu kaget dan kebingungan, "hem? Kenapa aku harus menghukummu? Apa hubungannya denganmu?"

Giselle hanya mematung mendengar jawaban Raisa.

Bagaimana bisa tidak ada hubungannya denganku?

Makanan itu jelas jelas dipesan olehnya!

Stanley melihat ke arah Giselle, dan kemudian berganti melihat ke arah Raisa, dia kemudian berkata kepada Giselle, "kamu jangan terburu buru menyalahkan dirimu sendiri, kita tanya dulu sebenarnya apa yang terjadi kepada Raisa."

Setelah itu Stanley memalingkan wajahnya menghadap Raisa dan bertanya, "apa yang terjadi kepadamu? Isabel mengabari lewat telepon bahwa kamu muntah-muntah terus, mambuat Giselle begitu ketakutan mengira makanan yang kamu makan bermasalah."

Raisa kemudian tersenyum, "yaa, maafkan aku telah membuatmu begitu ketakutan! Tidak ada yang salah dengan makannnya."

Tidak ada yang salah dengan makan malamnya?

Terus kenapa dia muntah-muntah?

Giselle seketika sedikit curiga, sorot matanya langsung tertuju pada perut rata Raisa, matanya terbelalak, dan kemudian dia mengatakan, "jangan jangan kamu juga......"

Raisa tersenyum dan mengangguk, "iyaa, dugaanmu benar."

Stanley malah kebingungan, "apa yang sedang kalian bicarakan?"

Raisa memberikan laporan dokter yang berada di tangannya kepada Stanley, "ini hasilnya baru saja keluar, aku tengah mengandung 7 minggu! Dan aku sendiri malah tidak menyadarinya sama sekali!"

Mengandung 7 mingu !

Giselle dan stanley masih menganga kaget.

Dia benar benar ceroboh!

Sudah hamil 7 minggu tetapi baru sekarang mengetahuinya!

Tunggu tunggu tunggu.

Informasi ini datangnya terlalu tiba tiba, harus segera dikondisikan terlebih dahulu.

Aaa tidak, hal ini harus segera diberitahukan kepada Isabel agar dia tidak begitu khawatir.

Giselle langsung mengeluarkan handphone-nya dan berkata, "aku akan memberitahu Isabel agar dia tidak terlalu khawatir."

Raisa mengangguk.

Giselle mencari kontak Isabel dan segera menelponnya.

Dengan cepat Isabel langsung mengangkatnya, " Giselle, bagaimana keadaannya?"

Giselle tersenyum tipis kemudian beru menjawab, "Isabel, kamu jangan khawatir. Raisa tidak apa apa, tidak ada masalah pada makanan yang dimakannya. Itu karena dia sedang hamil!"

"oh, syukur lah kalau tidak ada masalah dengan perutnya....eeehhhh tunggu dulu, apa katamu?" pada awalnya Isabel masih dengan nada yang begitu datar, dan kemudian dia menaikkan suaranya ebberapa oktav karena tidak percaya akan apa yang didengarnya.

Raisa tersenyum dan berkata, "sini, kemarikan handphone-nya, aku yang akan berbicara dengannya."

Giselle segera memberikan handphone-nya kepada Raisa.

Raisa berkata dengan senyum lebar di wajahnya, "Isabel, ini aku, aku tidak apa apa. Aku muntah tadi karena mencium aroma minyak wijen yang begitu menyengat. Aku juga tidak tau bahwa aku hamil! Dokter sudah memeriksanya, dan tidak ada yang salah dengan makanan yang aku makan, bukan karena aku keracunan, dan bukan karena lambungku yang bermasalah, aku sekalian memeriksa tubuhku, dan kemudian aku baru tau kalau aku sedang hamil."

Isabel yang masih mendengarkan di telepon seketika tertawa dengan begitu bahagianya, hingga membuat napasnya begitu terengah engah.

Raisa kemudian merasa sedikit aneh, "kamu kenapa tertawa sebahagia itu?"

Isabel menjawab dengan menahan tawanya, "apa kamu tau? Viona juga tadi menelponku, dan berkata bahwa dia sekarang juga tengah mengandung! Sekarang kamu juga, kita bertiga semua dalam keadaan hamil!"

Apa? Viona juga hamil?

Benar benar berita yang begitu menggembirakan !

Raisa juga karena kabar bahwa Viona juga tengah hamil jadi turut bahagia.

Kedua orang itu bercakap cakap begitu lama di telepon, setelah berbicara ngalor ngidul, mereka baru kemudian menutup teleponnya.

Tahun ini benar benar tahun yang penuh dengan kehamilan.

Anak dari Vincent juga akan segera lahir.

Kehamilan kedua Isabel juga sudah mendekati waktu kelahiran.

Sekarang Raisa dan Viona juga sedang hamil.

Kebahagiaan ini datang dengan berturut turut.

Setelah memutuskan pangilan telepon, kemudian Raisa teringat akan sesuatu.

Oh iya, kondisi akan kehamilannya mungkin tidak bisa dia sembunyikan!

Pradiptha jika tau bahwa dia sedang hamil, maka dia tidak akan membiarkan Raisa berkeliaran kesana kemari.

Tetapi masalah menganai pameran itu bagaimana?

Giselle benar benar pintar.

Raisa hanya memberikan sedikit isyarat kepadanya, dia langsung mengerti akan kegelisahan hati Raisa.

Dia kemudian memajukan tubuhnya satu langkah, "presdir, aku diperintahkan Isabel untuk membantumu. Apapun yang presdir butuhkan, tolong jangan sungkan sungkan beritahukan saja kepadaku. Asalkan aku ada kemampuan untuk menyelesaikannya, aku pasti akan melakukan sekuat tenaga."

Stanley yang melihat Giselle berkata seperti itu, di langsung mengatakan sesuatu, "aku kebetulan juga tidak ada hal yang mendesak. Aku bisa tinggal lebih lama dan memberikan bantuan untukmu jika kamu membutuhkannya."

Raisa merasa terkejut akan sikap kedua orang itu, "bagaimana mungkin aku bisa meminta kalian untuk membantuku?"

Dia sedang berusaha menolak, kebetulan hape Raisa berdering, ternyata Pradiptha.

Pradiptha yang mendengar bahwa Raisa mengandung, dia langsung begitu kegirangan tidak terkontrol.

Pradiptha yang pada awalnya memiliki kehidupan yang tidak begitu normal, akhirnya dia akan segera memiliki momongan.

Bagaimana mungkin dia tidak bahagia?

Dia ingin melihat gen miliknya dan milik Raisa, jika dilakukan suatu penelitian akan menjadi anak yang seperti apa!

Aaaaa, dia benar benar sudah tidak sabar untuk melakukannya!

Pradiptha setelah begitu asyik dengan pikirannya sendiri, kemudian dia juga akan memperhatikan kegiatan Raisa agar tidak terlalu kecapekan, dan tidak membiarkannya melakukan aktifitas berlebihan dan olehraga yang bisa membahayakan janinnya.

Setelah memikirkan semua nya, Pradiptha menjadi semakin tidak terbendung bahagianya, dia langsung meminta Raisa untuk segera kembali dan dia akan mengambil sampel darahnya untuk kenang kenangan.

Raisa yang mendengarnya langsung memicingkan kedua matanya!

Dia tau bahwa akhirnya akan seperti ini !

Jiwa penelitinya mulai kumat lagi!

Pradiptha sekarang bukanlah seorang ahli biokimia lagi.

Dia sekarang sudah naik jabatan menjadi direktur penelitian dari perusahaan kosmetik Bonita.

Dia mengambil sampel darah untuk diteliti.

Jangan berkata malah untuk mengambil darah untuk dijadikan kenang kenangan!

Apa ada sampel darah yang bisa dijadikan kenang kenangan?

Orang lain malah mengambil beberapa foto, souvernir dan lainnya sebagai kenang kenangan!

Siapa yang mengambil sampe darah untuk dibekukan dan dijadikan sebagai kenang kenangan?

Jika dia berani membahas masalah ini, maka tunggu saja kamu !

Raisa membalikkan badannya dan memarahinya habis habisan, Pradiptha baru menyadari bahwa dirinya malah kembali ke pekerjaan lamanya,

Melihat ekspresi Raisa yang begitu bahagianya memarahi Pradiptha, Stanley dan Giselle merasa bahwa mereka menyaksikan hal yang begitu membuatnya iri.

Setelah keluar dari rumah sakit, ekspresi wajah Giselle penuh dengan kecemburuan.

Dikehidupannya yang dulu, masalah menikah dan melahirkan anak seperti ini, dia tidak berani untuk memikirkannya.

Bisa hidup hingga usia 20 tahun saja karena keluarganya sudah mengupayakan segalanya untuknya.

Kehidupannya kali ini, setelah dia berbalik dari jalan menuju akhirat, dia menemukan kembali ingatannya, itu bukanlah sebuah reinkarnasi, melainkan arwahnya hidup kembali dan berada pada tubuh Giselle dan menjalani kehidupan dengan keluarga yang begitu biasa.

Dia yang setelah dihidupkan kembali, sama sekali tidak memiliki ingatan dari Giselle yang dulu.

Bisa dibilang, keberadaannya benar benar adalah suatu hal yang tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh akal manusia.

Jika dia menjelaskannya, mungkin tidak akan ada yang mempercayainya kan?

Dia hanya melihat dari jauh orang yang dia perdulikan.

Dia ingin menjadi lebih dekat, tetapi tidak berani.

Sampai dia sekarang yang tanpa disengaja bertemu lagi dengan Stanley.

Dia memiliki ide dalam pikirannya, dia dengan tangannyta sendiri menanam bunga anggrek dan meminta bantuan Stanley untuk menyerahkan anggrek itu kepada Isabel,

Dengan menggunakan bunga nggrek itu dia memiliki kesempatan untun berada lebih dengan Isabel.

Jika dia melihat bahwa Isabel berada dalam masalah, dia tanpa kenal takut langsung membantunya dan melindunginya.

Dia adalah adik kandungnya !

Meskipun sekarang identitasnya begitu tidak menguntungkannya.

Tetapi perasaan itu tidak akan pernah hilang begitu saja.

Bisa terus berada disekitar Isabel adalah suatu kebahagiaan yang berada diluar dugaannya.

Semakin kesini dia semakin membantu Isabel dalam menghadapi masalah dan kesusahan yang menimpanya.

Tanpa terasa, dia yang dengan rapat berusaha menyembunyikan semuanya malah sekarang sedikit sedikit mulai terkuak.

Akhirnya, dia memperlihatkan semua kemampuannya kepada Isabel, dan hal ini juga menarik kecurigaan dan keraguan dari orang lain.

Tentu saja, kemampuan yang dimilikinya begitu tidak sesuai dengan tubuhnya saat ini.

Itu bukan hanya tidak sesuai, melainkan berbeda 360 derajat!

Tetapi bagaimana lagi?

Dia tidak bisa melihat Isabel yang begitu menderita dan kesusahan, apa dia akan terus menyembunyikan semua kepintarannya dan duduk diam saja tanpa melakukan apapun?

Dalam mimpinya dulu, dia bermimpi bahwa dia memiliki seorang adik perempuan.

Dalam mimpinya, adiknya selalu membuka tangannya lebar lebar mengharap pelukan darinya, dan dengan lembut memanggil manggil "kakak kakak".

Mimpi itu berlangsung begitu lama.

Sampai sampai dia saja tidak tau apakah itu mimpi atau kenyataan.

Sampai pada suatu hari, dia mengalami mimpi yang lebih unik dari itu.

Dia bermimpi bahwa dalam kehidupannya yang dulu, ada seorang perempuan yang begitu terlihat kuat tetapi masih begitu cantik, dia berkata bahwa dia bernama Indrawati.

Dia menyuruhnya untuk menemukan dirinya yang lain kemudian baru bisa menyelesaikan perjanjian yang terjadi ratusan tahun yang lalu.

Dirinya yang lain?

Apa dia sedang memberitahunya bahwa dia memiliki seorang adik perempuan?

Kemudian dia diam diam membuka laporan kelahiran saat mama nya dulu melahirkan.

Orag lain tidak mengerti, bagaimana bisa dia mengerti akan isi dari laporan itu?

Meskipun neneknya menyembunyikan semuanya hingga begitu rapat, dan tanpa dapat ketahuan sedikitpun.

Tetapi nenek melupakan satu hal, papa dan mama nya memang tidak mengerti akan komputer dan yang terhubung didalamnya, tetapi Giselle menguasainya.

Dia dengan mulusnya memasuki penyimpanan data dari keluarganya, memastikan waktu saat mama nya melahirkan, dalam data itu jelas jelas bahwa disitu dijelaskan bahwa dia terlahir dengan kembar identik.

Tetapi kenapa semua orang dalam keluarganya tidak mengetahuinya?

Adiknya dimana?

Apakah dia masih hidup ataukah sudah meninggal?

Tidak, adik nya pasti masih hidup sampai sekarang.

Meskipun dia tidak menemukan bukti apapun, tetapi dia yakin akan hal itu.

Seiringnya waktu yang berjalan begitu lambat, dia merasa bahwa dirinya merasakan suatu getaran emosi yang tiba tiba sering muncul dalam hatinya.

Terkadang dia tiba tiba bisa merasakan perasaan yang begitu menyedihkan dan kesakitan yang teramat dalam, dan kadang kadang dia tiba tiba bisa merasakan bahagia.

Dia juga mencari tau akan kejadian yang dialaminya ini.

Hal ini sangat wajar jika dialami oleh seseorang yang kembar identik, mereka saling memiliki keterkaitan dalam perasaan.

Ternyata dia memiliki keterkaitan seperti ini, pasti adiknya juga masih hidup!

Tetapi dimana dia sekarang?

Adikku, kembalilah !

Kembali ke samping kakak, kembali bersama keluarga kita...

Aku adalah seornag kakak, aku bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungimu.

Kamu adalah adikku, kenapa malah kamu yang menanggung beban dan kepedihan yang tidak seharusnya kamu tanggung.

Dalam kehidupan kali ini, dia merasa bahwa dirinya tidak menjadi seorang kakak yang bertanggung jawab.

Dalam kehidupan selanjutnya jika takdir mempertemukan kita.

Aku pasti akan melindungimu seumur hidupmu.

Seperti hari ini, aku masih dengan diriku yang dulu bisa kembali dalam kehidupan ini.

Tetapi malah tidak bisa menunjukkan identitasku sendiri dan muncul didepanmu.

Isabel, maafkan aku.

Aku bukan sengaja untuk menyembunyikannya darimu.

Aku hanya ingin mendampingimu untuk waktu yang lebih lama.

Melakukan tugas layaknya seorang kakak yang bertanggung jawab.

Kedua orang itu sudah meninggalkan rumah sakit, mereka kembali dengan pelan dan hati hati.

Perut dari Stanley tiba tiba berkeruyuk.

Giselle baru menyadari bahwa dia menyuruh Stanley untuk menemaninya kemari dan tanpa ada wkatu untuk makan malam terlebih dahulu.

Dia masih seperti dia ynag dulu, begitu lembut !

Giselle menghentikan langkah kakinya, mengangkat pandnagannya melihat ke arah Stanley, "aku akan mentraktirmu makan, apa kamu bersedia?"

------------