Bab 1292 Seperti Merawat Putranya

Dibandingkan dengan Sebastian yang sakit seperti ini, Jane masih lebih suka Sebastian yang mendominasi dan kuat. Sebastian sangat percaya diri sehingga ia tampaknya menjadi pemimpin dunia ini.

Jane telah melihat penampilannya yang dominan dan kuat, dan sekarang dia terlihat lemah, oleh sebab itu Jane merasa sedih, sedih tak bisa menggantikan penyakit nya.

Dia bergerak, berjuang keluar dari pelukannya, dan berbaring di sampingnya: "Sebastian, kau harus cepat sembuh, jangan buat aku khawatir lagi, oke?"

Tidak tahu apakah dia mendengarnya berbicara, alisnya yang kencang sedikit melonggarkan, Jane bersandar di dalam pelukannya lagi: "Aku temani kau berbaring, kau tidur saja dengan nyenyak."

......

......

Setelah Sebastian tertidur, Jane mengukur suhunya lagi dan melihat bahwa suhunya telah turun hingga 37 derajat Celcius, dia lega dan turun untuk menyiapkan sarapan untuknya.

Jane sendiri bahkan tidak bisa membuat bubur putih yang paling sederhana, jadi dia harus belajar dari Bibi Rini. Jika Sebastian jatuh sakit, dia bisa menemaninya untuk merawatnya dengan lebih baik.

Bibi Rini menyerahkan sebuah kotak kepada Jane: "Nona Jane, ini dari temanmu dan mengatakan bahwa ponselmu telah tertinggal di rumah. Keamanan mengatakan itu sudah diperiksa. Itu memang ponsel dan tidak ada barang berbahaya."

"Dulu aku meninggalkan ponselku di rumah. Tidak heran aku tidak menemukannya." Jane mengambil kotak itu dan meletakkannya di sebelahnya.

Bibi Rini tertawa: "Oh, Nona Jane ingin belajar memasak?"

"Ingin. Setelah belajar baru bisa membuat sayur yang di sukai oleh Sebastian." Jane memegang lengan Bibi Rini dan tersenyum manis padanya, "Bibi Rini, kau pasti bisa mengajari ku kan?"

Langka, Nona Jane, kau punya pemikiran seperti ini, tentu saja aku harus mengajarimu." Bibi Rini membawa Jane ke dapur bersama, dia mengeluarkan note book, "Tuan sangat pemilih makanan, dia tak makan bawang, tak makan daun corriander, banyak yang ia tak makan."

"Dia memiliki begitu banyak makanan yang tidak ia makan?" Jane berpikir sejenak, dan mereka sudah banyak makan bersama. Mengapa dia tidak melihat bahwa ia tidak makan begitu banyak makanan?

Jane masih ingat suatu kali dia menyeret Sebastian ke restoran bubur casserole Huangji untuk makan malam. Pelayan bertanya apakah dia ingin menambahkan coriander, karena ia suka makan, ia juga tak bertanya pada Sebastian lagi, lalu ia menyuruh pelayan untuk menambahkan nya, terakir ia juga melihat Sebastian makan.

Tidak benar, dia menghabiskan seluruh bubur. Sebastian tampaknya bahkan tidak menghabiskan mangkuk kecil... Pria ini benar-benar,jika ia tak makan sebaiknya ia memberi tahu, pantas ia mati kelaparan.

"Tak hanya itu saja." Bibi Rini membalik ke halaman yang ditulis dengan pena merah besar. "Meskipun tuan tidak suka daging, tetapi daging sapi masih bisa di makan sedikit. Hanya daging kelinci, ini makanan yang tuan tak dapat makan, tidak boleh muncul di meja. "

Jane sangat setuju: "Kelinci itu sangat imut,aku juga tidak makan daging kelinci, aku ingat ini. Bibi Rini, tolong pinjami aku buku catatan ini, dan aku akan meluangkan waktu untuk melihatnya."

Bibi Rini menyerahkan buku catatannya dengan murah hati kepada Jane: "Nona Jane jika kau ingin melihatnya, silahkan melihatnya, bagaimanapun juga aku menyimpan semuanya di hatiku."

"Bibi Rini, ajari aku cara membuat bubur dulu. Sebastian tidak sehat, dan Dr. Yang berkata lebih baik membiarkannya memakan makanan tawar dua hari ini." Hati Jane di penuhi oleh Sebastian, setelah mendengar nya perasaan hati Bibi Rini juga menjadi manis, "Jika tuan Sebastian tahu ini buatan Miss Jane sendiri, dia pasti akan makan dua mangkuk lagi."

"Dia tidak memandang rendah nya sudah cukup baik, dan aku tidak berharap dia akan makan dua mangkuk lagi." Jane juga pernah memasak bubur sebelumnya, tapi bubur putih yang dimasak selalu seperti pasta, dan itu tidak disukai oleh ibunya. Dia tidak memasak nya lagi.

Bibi Rini berkata, "Tuan Tanjaya sangat menyayangi mu sehingga dia tidak akan merendahkan mu."

"Bibi Rini, kalian semua bisa melihat bahwa dia sangat menyayangi ku, kan." Jane tersenyum, "Aku juga bisa melihat bahwa dia sangat menyayangi ku, tapi dia tidak memberitahuku."

Bibi Rini berkata, "Kebanyakan pria tidak suka mengucapkan kata-kata manis, terutama dengan karakter seperti Tuan, dia bahkan tidak akan mengatakannya. Tapi dia peduli dengan Nona Jane, kita semua melihatnya."

"He He... aku tahu." Jane mendengarkan dengan manis, "Bibi Rini, jangan katakan apa-apa lagi sekarang, pertama-tama kau ajari aku membuat bubur. Kurasa saat Sebastian bangun ia bisa makan bubur buatan ku. "

"Oke..." Bibi Rini tersenyum.

Bibi Rini mengajar, Jane membuat.

Jane berpikir menuangkan beras ke dalam panci dan itu usai, tetapi Bibi Rini juga memintanya untuk memperhatikan jumlah air, panas api, dan sebagainya.

Jane juga orang yang sangat takut dengan kerepotan. Jika itu dulu, dia pasti sudah tidak sabar, tetapi hari ini dia tidak memiliki jejak ketidaksabaran. Seluruh pikiran nya tercurah tentang bagaimana memasak bubur yang baik dan bagaimana merawat Sebastian dengan baik.

......

Jane memasak bubur yang enak dan naik ke atas, Sebastian juga bangun.

Setelah tidur siang, energi Sebastian juga tampak jauh lebih baik.

Jane mengukur suhunya lagi, 37,2 derajat: "Ini akan turun ke suhu normal, kau minum air hangat terlebih dahulu, lalu minum bubur sebentar."

Tapi Sebastian mengabaikannya dengan wajah tenang.

"Apa yang salah? Adakah sesuatu yang tidak nyaman?" Jane berjalan ke arahnya, mengulurkan dahinya, dan merawatnya seperti anak kecil. Jika ada yang tak nyaman, kau harus memberi tahu ku, jika tidak kau sendiri yang akan tak nyaman. "

Wajah Sebastian masih muram.

Jane sedikit marah, tetapi dia tidak bisa marah padanya ketika dia sakit: "Tuan Sebastian, minum segelas air terlebih dahulu. Setelah minum, aku akan menyuruh Dr. Yang untuk memeriksa mu."

Sebastian juga tak minum air.

Jane cemas: "Sebastian, ada apa denganmu?"

Seebastian masih diam.

Jane sangat cemas sehingga dia berkata: "Ketika kau marah, wajah mu menjadi suram dan tidak mengatakan apapun, kebiasaan buruk ini, dari mana kau mempelajari nya? Apakah ibumu tidak memberitahumu, komunikasi bisa menyelesaikan masalah?"

Wanita itu tidak banyak bicara, dan menatap nya dengan galak.

Sebastian berbalik dengan wajah suram, "Aku membiarkanmu tidur denganku, siapa yang menyuruhmu pergi?"

Ternyata dia tidak menemaninya tidur, mengapa pria ini pemarah sekali?

Jane menggelengkan kepalanya tak berdaya: "Aku baru saja pergi untuk memasak bubur. Aku pikir kau bisa minum bubur yang aku masak untukmu ketika kau bangun. Aku hanya bisa pergi ketika kamu tidur."

"Di masa depan, tanpa persetujuanku kau tak bisa lari." Sebastian menatapnya dengan tidak puas, melihat bahwa dia membuat bubur untuk nya, dia bisa memaafkannya untuk sementara waktu, tetapi lain kali tak bisa.

"Yah, aku ingat." Jane memberikan air ke tangannya, "Tuan Sebastian, minum segelas air dulu."

"Suapi aku!" Kata Sebastian tanpa malu.

"Oke." Pria ini benar-benar dapat melakukan apa saja yang tidak berdasar karena penyakitnya.

SudahlaH, ia tak akan mempermasalahkan nya karena ia sakit, anggap saja ia sedang menjaga putra nya.