Bab 250 Hadiah Terbaik (Ending)

Ketika terbangun, Kenzie menemukan dirinya terbaring di atas tempat tidur.

Reyhan dan Ken duduk di sampingnya, dengan diam menemaninya.

Melihat Kenzie telah sadar, Reyhan tidak dapat menahan perasaan nya dan mencium dalam bibir nya: "Kenzie! Akung, akhirnya kamu sudah bangun!"

Kenzie kebingungan, "Reyhan, apakah aku pingsan di pesta pernikahan? Apakah benar ini di rumah sakit? Aku sakit apa?"

Kehidupan yang bahagia baru saja dimulai, dia sungguh tidak ingin jatuh sakit.

Ken melompat dan meraih leher Kenzie, mata besarnya berbinar penuh dengan kegembiraan dan senyum: "Mommy! Papa berkata bahwa kamu akan memberikan aku seorang adik perempuan, apakah itu benar?"

Adik perempuan? Kenzie menatap Reyhan.

Reyhan mengangguk, senyum di matanya meluap: "Kenzie, kamu tidak sakit, kamu hamil! Kita akan punya bayi lagi!"

Benarkah? Kenzie berteriak kaget!

Kenapa dia tidak menyadarinya? MC telah ditunda lebih dari dua minggu, akhir-akhir ini dia selalu mengantuk, dia tidak menyadari bahwa dia hamil!

"Mommy, kamu memberikanku adik perempuan, berikan aku adik laki-laki juga boleh tidak?" Ken tidak sabar dan mulai berimajimasi tentang masa depan yang indah: "Aku bisa mengajak adik laki-laki bermain skate, dan bisa mengajar adik perempuanku melukis. Tunggu sampai musim dingin aku akan mengajak mereka bermain perang bola salju!"

Kenzie membelai wajah Ken yang tersenyum dan tersenyum: "Oke."

Reyhan menepuk kepala Ken: "Bocah bodoh, dua adik sekaligus, ibumu akan kelelahan. Lebih baik satu per satu! Kali ini, seorang adik perempuan, tahun depan adik laki-laki!"

Kenzie melirik Reyhan sekejap: "Enak aja!"

Kenzie pingsan, pertama karena dia hamil jadi lebih lemah, selain itu, dia sedikit lelah mempersiapkan pernikahan, setelah pemeriksaan di rumah sakit seharian, dokter memastikan tidak apa-apa, dan membiarkannya pulang.

Ketika sampai di rumah, setelah makan makanan yang hambar dan lezat untuk ibu hamil, dan bercerita untuk Ken, belum jam sepuluh, Reyhan mendesak Kenzie untuk tidur: "Ibu hamil harus beristirahat lebih awal! Dengan begini kesehatan janin akan lebih baik. Gen aku yang baik, tidak boleh menyia-nyiakannya! "

Kenzie memelototinya dan naik ke atas untuk tidur.

Reyhan memeluk Kenzie, dagunya di letakkan dahinya dan perlahan meraba-raba: "Gadis bodoh, akhirnya kau milikku. Apakah aku sedang bermimpi?"

Kenzie mendengar kata-kata konyol Reyhan, diam-diam tertawa, dan mengulurkan tangannya kedalam lengan Reyhan dan mencubitnya.

Reyhan tidak menghindar, dan dia berteriak: "Hei! Kenzie, kau bocah nakal, ingin mencelakai suamimu?"

Kenzie mencibir: "Apakah kamu merasakan rasa sakitnya? Itu artinya kamu tidak bermimpi!"

Reyhan tahu bahwa Kenzie menggodanya. Membalik badannya memeluk erat Kenzie, bibir hangat itu menyentuh bibirnya tanpa aba-aba.

"Kenzie, kamu adalah hadiah terbaik untukku! Aku mencintaimu!"

"Ya. Aku juga mencintaimu!"

Kata-kata romantis itu membuat bulan di langit malu dan menyelinap ke awan.

Malam yang kental dan cintanya juga senmakin kental.