Bab 249 Tekad Yang Tidak Berubah

Pernikahan Presiden Realtech Grup Reyhan, tidak diragukan lagi pernikahan paling mewah dan paling menarik perhatian dalam sejarah C City. Karpet merah panjang menutupi jalan dari timur ke barat kota, dan pita merah pernikahan di kedua sisi.

Tanpa mobil, Reyhan dan Kenzie duduk di atas kereta emas yang ditarik delapan ekor kuda, diiringi permainan musik biola melewati kota, dan gaun pengantin renda panjang melambai ditiup angin, dilapisi bunga-bunga di kereta terlihat indah.

"Papa, banyak orang melihat kita!" Ken duduk di antara Reyhan dan Kenzie, dengan penasaran membelalakkan matanya.

"Hari ini adalah hari pernikahan papa dan mama. Semua orang hadir untuk memberi ucapan selamat. "Suasana hati Reyhan secara mengejutkan terlihat bahagia. Wajah tampan penuh senyum. Kegelapan dari tatapan mata tidak lagi terlihat. Seluruh orang terlihat bersinar."

Wajah cantik Kenzie juga memancarkan kegembiraan yang mendalam. Meskipun malu karena begitu banyak orang di samping, biarkan orang lain menyaksikan kebahagiaannya, bagaimanapun ini merupakan hal yang bahagia.

"Wow! Mama, lihat ke atas langit!" Ken tiba-tiba melihat ke atas dan menunjuk ke langit berkata kepada Kenzie.

Kenzie mengangkat kepalanya, ribuan balon dilepaskan dari setiap sudut kota, orange kuning hijau biru ungu, bermacam-macam warna, seluruh langit hampir tertutup oleh balon.

"Mommy, langit menjadi warna-warni!" Ken gembira sambil tepuk tangan.

Kenzie bingung. Apakah perusahaan balon sedang mengalami masalah? Mengapa melepaskan begitu banyak balon??

Tiba-tiba, di tengah tengah kerumunan balon, lalu muncul sebuah balon besar yang mengkilap, tertulis: "Kenzie, aku mencintaimu! Aku akan sangat menghargai kamu!

Adalah ... balon yang di lepaskan Reyhan??

Mata Kenzie terbelalak karena terkejut, hidungnya tiba-tiba sedikit sembab, dan hatinya penuh kebahagiaan dan terharu.

"Kenzie, kamu menyukainya?" Reyhan memegang tangan Kenzie dan tersenyum menatap dalam matanya.

"Suka! Aku sangat menyukainya!" Suara Kenzie sedikit tersendat.

"Mommy, kamu menangis?" Ken mengulurkan tangannya untuk membantu Kenzie menyeka air matanya.

Tangan kecil itu terhenti oleh tangan besar Reyhan: "Ken, hari ini mama sudah make up, kamu tidak boleh sembarangan mengelap wajahnya! Biarkan papa yang menyekanya."

Reyhan melepaskan dasi kupu-kupu pengantin pria di lehernya dan membantu Kenzie menyeka air matanya.

Kenzie marah dan merasa lucu, mempelototinya: "Pernikahan belum dimulai! Kamu sudah melepaskan dasi kupu-kupu!"

Air mata yang akan mengalir keluar, karena Reyhan menjadi susut kembali.

Reyhan tertawa bodoh melihat Kenzie: "Tanpa dasi ini kamu tetap akan menikah denganku."

Pernikahan ini terlihat sempurna, halaman di bawah naungan hijau berwarna hijau, kain kasa putih membawa kesejukan dari angin musim panas, bunga-bunga dan sampanye banyak seperti lembah, dan semua orang tampak tersenyum manis di wajah mereka.

Berjalan di sepanjang karpet panjang dan bertukar cincin, ketika ciuman Reyhan jatuh dengan hangat ke bibir Kenzie, dia tiba-tiba menyadari bahwa dia benar-benar menikah dengan Reyhan.

Sejak itu dia dan dia menjadi satu. Dia akan mencintainya, menghiburnya, menghormatinya, melindunginya, seperti dia mencintai dirinya sendiri. Walaupun dia sakit atau sehat, kaya atau miskin, akan selalu setia kepadanya sampai detik terakhir hidupnya.

Bibir Reyhan enggan melepaskan bibirnya, pembawa acara pun tersenyum, pengumuman dengan suara keras: "Reyhan dan Kenzie resmi menjadi pasangan suami istri, sehidup semati sekarang atau dikehidupan selanjutnya, abadi selamanya!"

Kenzie menatap Reyhan, meneteskan air mata bahagia. Kalimat "Sehidup semati sekarang atau dikehidupan selanjutnya, abadi selamanya", pasti Reyhan yang mengajari kalimat itu pada pembawa acara.

"Reyhan, aku mencintaimu!" Kenzie berbisik dan hendak meraih dan memegang lengan Reyhan, pandangannya tiba-tiba berputar-putar, tubuhnya lemah tidak memiliki tenaga, dan perlahan dia jatuh kearah Reyhan.