Bab 246 Menantu Group Realtech

Reyhan berjalan kearah Nayra dan dengan lembut meraih pundaknya: "Nayra, tidak peduli kamu putri keluarga ini atau bukan, kamu tetap saudara perempuanku. Ini tidak akan pernah berubah."

Reyhan selalu ingat pertama kali dia melihat Nayra.

Anak kecil itu terbaring di dalam selendang merah muda, matanya yang besar, gelap, wajahnya yang gemuk. Ketika dia melihatnya, dia tersenyum dan dua lesung pipi yang dalam di pipinya, sangat imut sehingga membuat orang tidak berhenti menatapnya..

Pada waktu itu, ibu masih sangat muda, dia memeluk Reyhan, tersenyum lembut: "Reyhan, apakah kamu menyukai adik?"

"Suka."

"Reyhan sangat patuh, kamu suka dengan adik, mama sungguh senang!"

Reyhan tahu, dia menyukai adiknya, mama pasti akan senang. Oleh karena itu, dia semakin suka dengan adik perempuannya yang imut.

Kemudian, papa pun pergi, mama menjadi gila, kakek membawa mereka berdua pindah ke villa.

Rumah besar tanpa orang tua, selalu merasa kosong dan sepi. Dia dan Nayra saling bergantungan hidup, Nayra sangat lengket dengannya, dipinggir jalan memungut kumbang kecil, terus genggang di tangannya, berdiri menunggu didepan pintu sekolah menunggu dia pulang sekolah, hanya ingin menunjukkan kepadanya.

Sekali berdiri bisa seharian.

Dia tidak dapat melupakannya, dan tidak akan lupa selamanya.

Suara Reyhan tenang dan lembut, tapi tegas. Cangkang keras Nayra akhirnya runtuh. Dia bersandar di bahu Reyhan dan menangis seperti anak kecil: "Kak, aku salah! Maaf, aku terlalu takut!"

Ketika emosi Nayra akhirnya reda, Reyhan berkata dengan lembut: "Nayra, naiklah dan temui Ibu! Dokter mengatakan bahwa dia tidak punya banyak waktu lagi."

Reyhan membawa pengawal dan Nayra naik ke atas, Kenzie dan Kakek Reyhan relatif diam, duduk diam di sofa menunggu mereka.

Kakek Reyhan menekan bel di sisi meja dan berkata ke mikrofon mini di sebelahnya: "Minta Bibi Wulan membawa tuan muda kemari."

"Mama, kakek buyut!" Ken berjalan masuk sambil menggenggam tangan Bibi Wulan dan menyapa Kenzie dan Kakek Reyhan dengan manis.

Kakek Reyhan memeluk Ken dan duduk di pangkuannya, merogoh sakunya dan mengeluarkan kotak beludru hitam dan memberikannya kepada Kenzie: "Kenzie, ambil ini."

Kenzie membuka kotak itu dan melihatnya, isinya cincin giok hitam kuno. Pada permukaan cincin hitam, terdapat setengah-bulan krisan ditata dengan kristal putih.

Jantung Kenzie berdegup, dan di gerbang rumah Keluarga Reyhan, ada juga pola bunga krisan setengah bulan ini. Apakah itu ...

Melihat kebimbangan Kenzie, Kakek Reyhan dengan lembut berkata, "Kenzie, ini cincin lencana keluarga kami. Sekarang diserahkan kepada kamu. Kamu menggantikan Reyhan dan Ken, untuk menjaganya."

Kenzie mengangguk dan hatinya terasa campur aduk.

Cincin lencana ini adalah tiket lolos yang diberikan keluarga Reyhan padanya. Sejak itu, dia adalah cucu menantu Group Realtech yang sah, label pelakor yang menjadi cap didirinya selama lima tahun lalu, akhirnya benar-benar lepas!