Bab 17 Hanya Ada Satu Botol Di Dunia

Ketika Emily mengambil kelas etiket dan protokol, dia mendapatkan sedikit pengetahuan tentang anggur. Dia tentu tahu bahwa Chateau Lafite Rothschild tahun 1870 ini adalah anggur mahal. Nilai pasarnya hampir 1 juta dolar.

Meskipun 1 juta dolar adalah masalah kecil bagi Keluarga Su, tetapi Keluarga Su pasti tidak akan membantunya.

"Berapa harganya?" Emily berbicara dengan pelayan itu dengan tatapan frustasi.

Pelayan itu menjawabnya, "Bos kami menghabiskan uang 800.000 dolar untuk membelinya..."

Emily menatap wajah pelayan yang berlinangan air mata, tampak begitu menyedihkan. Meskipun dia tidak mampu menggantinya, tetapi dia adalah cucu dari Keluarga Su. Bagi pelayan itu tentulah Emily harus bertanggung jawab karena sudah memecahkan barang-barang ini.

Gerakan di sana mulai memicu perhatian beberapa orang, supervisor dari pelayan itu segera menghampiri, "Apa yang terjadi!"

Ketika supervisor itu datang dan melihat pemandangan itu, wajahnya berubah pucat, "Bagaimana bisa begini! Kamu ingin mencelakakanku ya!"

Emily tidak tahan melihatnya, dia berdiri di hadapan pelayan itu, "Jangan salahkan dia, aku yang tidak melihat jalan dan menabraknya. Aku akan bertanggung jawab penuh."

Begitu supervisor itu melihat Emily, matanya terlihat meremehkan. Tetapi, dia dengan cepat menarik kembali tatapan itu dan tersenyum, "Ternyata Nona Emily Su,. Mendengar kata-kata Nona Emily ini, aku sudah bisa tenang. Hanya saja, Nona harus tahu bahwa anggur ini sangat mahal. Kita harus bertanya terlebih dahulu kepada Bos kami."

"Hmm." Emily tidak masalah dengan hal ini.

Emperor Clubhouse adalah tempat hiburan yang dibuka beberapa tahun lalu dan diperuntukkan bagi masyarakat kalangan atas di Arola. Dalam beberapa tahun saja, klub ini dapat dengan cepat menduduki pasar industri hiburan di Arola.

Tempat ini bukanlah hanya tempat untuk menghambur-hamburkan uang. Bagi generasi muda dari semua raksasa bisnis, tempat ini juga tempat untuk menunjukkan status sosial mereka.

Namun, Bos pemilik di belakang usaha ini tidak diketahui.

Emily sangat mengagumi pemilik usaha ini, juga sangat penasaran tentangnya. Entah hari ini dia dapat bertemu dengannya atau tidak.

Emily menepuk kepalanya. Sudah sampai seperti ini, masih sempat-sempatnya merasa penasaran pada bos pemilik Emperor Clubhouse. Sekarang yang harus dikhawatirkan adalah gadis pelayan di belakangnya.

Tak lama kemudian, seseorang datang untuk membersihkan tempat kejadian. Emily duduk di atas sofa dan wajahnya tampak khawatir. Noda anggur di pakaiannya cukup lebar, seperti noda darah.

Tak beberapa lama, serangkaian suara langkah kaki berjalan mendekatinya.

Emily bangkit berdiri dengan rasa gugup.

Seorang pria yang memakai setelan jas berwarna biru safir dan berbadan tinggi sedang berjalan ke arahnya. Hidung pria itu mancung dan matanya berwarna biru, seorang pria keturunan barat.

Pria itu menatap Emily dari atas sampai bawah, tatapannya penuh minat. Dia kemudian memberikan selembar kartu nama dengan penuh rasa hormat, "Hai, aku Nicho."

Bahasa mandarinnya cukup baik, tidak ada masalah dengan pengucapannya.

Emily sedikit bingung, namun tetap menerima kartu nama itu dengan sopan, "Hai, aku Emily."

"Nona Emily Su." Nicho mengangguk, "Nona Emily sangat cantik, namamu juga indah."

"......"

Jadi, berapa biaya ganti rugi yang harus dibayar?

"Itu, anggur merah..." Tingkah Nicho terlihat agak aneh di mata Emily, Nicho seolah-olah baru saja menemukan mainan baru dan sepertinya sangat... tertarik pada dirinya.

"Oh, anggur merah!" Nicho tiba-tiba tersadar dan berkata, "Karena kamu adalah Nona Emily Su, maka 1 juta dolar."

Emily mengerutkan keningnya, "Bukannya 800.000 dolar?"

Senyum Nicho menghilang setelah mendengar kata-kata itu, dia menyeringai dengan tidak setuju, "Ketika Bos kami membelinya, meski harganya memang 800.000 dolar, tetapi dia membuat kontrak yang tidak menghasilkan uang dengan kolektor itu. Lagipula, anggur Chateau Lafite Rothschild tahun 1870 hanya ada satu botol di dunia."

Ucapan Nicho sangat masuk akal, tapi Emily sama sekali tidak mungkin mengeluarkan uang sebesar 1 juta dolar untuk saat ini.

"Emily."

Pada saat ini, terdengar suara familier yang tak jauh dari sana.

Emily berbalik dan melihat Franklin di sana, matanya berbinar, "Franklin, kenapa kamu di sini?"

Franklin terlihat cemas dan bergegas menghampirinya saat melihat noda merah di kemeja putih Emily. Wajahnya terlihat panik, "Ada apa? Kamu terluka?"